Kabarinaja.id – Kebiasaan memakai headphone atau earphone untuk menikmati musik kini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Perangkat tersebut memang praktis, tetapi penggunaan dengan volume tinggi dan dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko gangguan pada pendengaran.
Risikonya sering tidak terasa pada awalnya. Penurunan kemampuan mendengar dapat berkembang secara perlahan sehingga seseorang baru menyadarinya setelah gangguan mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Volume dan Durasi Menjadi Faktor Penting
Penggunaan perangkat audio tidak selalu berarti membahayakan telinga. Risiko terutama berkaitan dengan seberapa keras suara yang didengar dan berapa lama telinga mendapatkan paparan tersebut.
Kondisi menjadi lebih berisiko ketika seseorang menaikkan volume untuk mengimbangi suara bising di lingkungan sekitar. Kebiasaan tersebut dapat terjadi ketika menggunakan earphone atau headphone di jalan, kendaraan umum, maupun tempat yang ramai.
Materi sumber juga mencatat bahwa penggunaan perangkat audio secara rutin dengan volume tinggi pada usia muda dapat memberikan dampak yang baru terasa kemudian. Karena itu, kebiasaan mendengarkan musik dengan suara keras sebaiknya tidak dianggap sepele.
Bahaya Headphone dan Earphone yang Perlu Diperhatikan
1. Gangguan pendengaran
Paparan suara keras secara berulang dapat memengaruhi kemampuan telinga dalam menerima suara. Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan apabila penggunaan berlangsung dalam waktu panjang.
Earphone yang digunakan langsung di dalam atau dekat saluran telinga juga membuat sumber suara berada sangat dekat dengan organ pendengaran. Karena itu, pengaturan volume menjadi bagian penting dalam penggunaannya.
2. Penurunan kemampuan mendengar dapat berlangsung perlahan
Gangguan pendengaran akibat kebiasaan mendengarkan suara keras tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Perubahannya dapat berlangsung perlahan sehingga pengguna sering tidak menyadari adanya masalah.
Materi sumber menyebut kemungkinan gangguan yang mulai terasa pada usia muda setelah kebiasaan tersebut berlangsung dalam waktu panjang. Namun, waktu munculnya gangguan dapat berbeda pada setiap orang.
3. Paparan gelombang elektromagnetik masih menjadi dugaan
Materi sumber turut membahas kemungkinan pengaruh gelombang elektromagnetik dari perangkat audio terhadap aktivitas listrik otak. Namun, bukti yang disebutkan berasal dari pengamatan pada hewan dan belum menunjukkan seberapa besar dampaknya terhadap otak manusia.
Karena itu, bagian ini sebaiknya dipahami sebagai dugaan yang belum memberikan kesimpulan pasti mengenai dampak pada manusia.
4. Ambang pendengaran dapat terpengaruh
Paparan suara dengan volume tinggi dalam waktu lama dapat berkaitan dengan perubahan kemampuan seseorang dalam mendengar suara. Risiko tersebut membuat pengaturan volume dan durasi pemakaian menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Materi sumber mencantumkan kisaran tingkat suara mulai dari 25–40 desibel untuk orang dewasa dan 20–40 desibel untuk anak-anak, hingga suara 90 desibel atau lebih. Angka tersebut sebaiknya tidak dijadikan patokan tunggal untuk menentukan keamanan penggunaan perangkat audio karena risiko pendengaran juga dipengaruhi durasi dan karakter paparan suara.
5. Masalah kulit di sekitar telinga
Penggunaan perangkat yang menempel atau berada dekat telinga juga dapat menimbulkan masalah pada kulit bagi sebagian orang. Salah satu keluhan yang disebut dalam materi sumber adalah munculnya benjolan atau kondisi menyerupai jerawat di sekitar telinga.
Kebersihan perangkat dan area telinga tetap perlu diperhatikan, khususnya bagi pengguna yang memakai headphone atau earphone setiap hari.
Cara Mengurangi Risiko Saat Menggunakan Headphone
Menghentikan penggunaan headphone bukan satu-satunya pilihan. Kebiasaan pemakaian dapat diubah agar telinga tidak terus-menerus mendapatkan paparan suara keras.
Hindari menaikkan volume di tempat bising
Tempat ramai sering membuat suara musik terasa kurang jelas. Kondisi tersebut dapat mendorong pengguna meningkatkan volume secara berlebihan.
Jika lingkungan terlalu bising, penggunaan perangkat audio sebaiknya dikurangi atau dilakukan di tempat yang lebih tenang.
Batasi durasi penggunaan
Mendengarkan musik dalam waktu panjang dapat membuat seseorang lupa berapa lama perangkat sudah digunakan. Memberikan jeda secara berkala membantu mengurangi paparan suara terus-menerus.
Kebiasaan sederhana seperti melepas earphone setelah selesai mendengarkan musik juga dapat membantu membatasi durasi penggunaan.
Pilih perangkat yang nyaman digunakan
Materi sumber menyarankan penggunaan headphone berukuran lebih besar dibandingkan earphone yang berada lebih dekat dengan saluran telinga. Namun, jenis perangkat bukan satu-satunya faktor penentu risiko.
Yang lebih penting adalah menjaga volume tetap wajar dan tidak menggunakan perangkat audio secara berlebihan.
Hindari memakai earphone saat tidur
Penggunaan earphone ketika tidur dapat membuat seseorang tidak menyadari berapa lama suara terus diputar. Kebiasaan tersebut juga membuat pengguna berpotensi terpapar suara selama waktu istirahat.
Karena itu, sebaiknya perangkat dilepas sebelum tidur dan musik dimatikan ketika sudah tidak diperlukan.
Mendengarkan Musik Tetap Bisa Dilakukan dengan Bijak
Headphone dan earphone memberikan kemudahan untuk menikmati musik tanpa mengganggu orang di sekitar. Masalahnya muncul ketika perangkat digunakan dengan volume terlalu tinggi atau tanpa memperhatikan durasi.
Menurunkan volume, memberi jeda, serta menghindari penggunaan di lingkungan yang sangat bising merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan. Jika mulai mengalami keluhan seperti telinga berdenging atau perubahan kemampuan mendengar, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.
Menikmati musik seharusnya tetap menjadi aktivitas yang menyenangkan tanpa mengabaikan kesehatan pendengaran. (Wd/*)










