Al-Khawarizmi dan Algoritma yang Mengubah Dunia

Dari perhitungan matematika hingga rekomendasi digital, gagasan Al-Khawarizmi terus memengaruhi kehidupan modern.

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi yang menggambarkan Al-Khawarizmi mempelajari matematika di masa lalu, sementara konsep algoritma berkembang menjadi bagian penting teknologi digital masa kini.

Ilustrasi yang menggambarkan Al-Khawarizmi mempelajari matematika di masa lalu, sementara konsep algoritma berkembang menjadi bagian penting teknologi digital masa kini.

Kabarinaja.id – Setiap kali seseorang membuka media sosial, mencari rute perjalanan, atau memilih film, algoritma bekerja di balik layar. Konsep yang kini menjadi bagian penting teknologi digital itu berakar dari pemikiran Muhammad bin Musa al-Khawarizmi, ilmuwan Muslim yang hidup pada abad ke-9.

Gagasannya membantu membentuk cara manusia menyelesaikan persoalan secara sistematis. Berabad-abad kemudian, prinsip serupa digunakan dalam berbagai sistem komputer untuk mengolah informasi dan menentukan hasil yang paling sesuai.

Siapa Al-Khawarizmi?

Al-Khawarizmi dikenal sebagai matematikawan dan ilmuwan yang memberikan sumbangan besar bagi perkembangan matematika. Salah satu karyanya yang terkenal adalah Al-Jabr wal-Muqabala, yang membahas metode penyelesaian persoalan matematika.

Melalui pendekatan tersebut, ia memperkenalkan langkah-langkah yang teratur untuk menyelesaikan masalah. Pemikiran inilah yang kemudian menjadi salah satu dasar penting bagi perkembangan konsep algoritma.

Istilah algoritma sendiri berkaitan dengan pelafalan Latin atas nama Al-Khawarizmi, yaitu Algoritmi. Nama tersebut kemudian berkembang menjadi istilah yang digunakan dalam ilmu komputer.

Mengapa Algoritma Penting bagi Kehidupan Modern?

Algoritma pada dasarnya merupakan serangkaian langkah untuk menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan tertentu. Dalam teknologi digital, langkah-langkah itu membantu sistem mengolah data dan menghasilkan keputusan.

Dahulu, metode matematika Al-Khawarizmi digunakan untuk membantu persoalan seperti pembagian warisan dan pengukuran tanah. Kini, prinsip serupa mendukung berbagai layanan yang digunakan masyarakat setiap hari.

Baca Juga :  Mohammad Yusuf Ronodipuro, Sosok yang Membuat Dunia Mendengar Proklamasi Indonesia

1. Menyaring Informasi di Media Sosial

Platform seperti TikTok dan YouTube menggunakan sistem rekomendasi untuk menentukan konten yang muncul kepada pengguna. Sistem tersebut dapat mempertimbangkan aktivitas seperti riwayat tontonan, pencarian, dan interaksi.

Karena itu, video yang sering ditonton atau topik yang diminati dapat memengaruhi rekomendasi berikutnya. Pengalaman setiap pengguna pun bisa berbeda, meskipun mereka membuka aplikasi yang sama.

2. Membantu Menentukan Rute dan Pilihan

Algoritma juga membantu aplikasi navigasi menghitung rute perjalanan berdasarkan berbagai informasi. Hasilnya dapat memudahkan pengguna memilih jalur yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan.

Dalam layanan hiburan, prinsip serupa digunakan untuk memberikan rekomendasi film atau musik. Sistem mengolah data dan pola penggunaan untuk menyajikan pilihan yang dianggap relevan.

3. Membentuk Pengalaman Informasi

Kemudahan rekomendasi memiliki sisi lain yang perlu diperhatikan. Ketika seseorang terus menerima informasi yang serupa dengan minat sebelumnya, ia bisa lebih jarang menemukan pandangan yang berbeda.

Kondisi ini sering dibahas melalui istilah filter bubble. Karena itu, kebiasaan memeriksa beragam sumber tetap penting agar seseorang tidak hanya bergantung pada satu jenis informasi.

Baca Juga :  Wellah Hatta, Perempuan Indonesia di Balik Megahnya Final Piala Dunia 2026

Menggunakan Algoritma dengan Lebih Sadar

Algoritma membantu menghemat waktu, tetapi pengguna tetap perlu memahami cara mengelola pengalaman digitalnya. Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga pilihan informasi tetap beragam.

  • Periksa riwayat pencarian: Kelola aktivitas dan pengaturan privasi secara berkala sesuai kebutuhan.
  • Gunakan mode penyamaran: Mode ini dapat membantu mengurangi penyimpanan aktivitas tertentu pada perangkat, tetapi tidak membuat aktivitas sepenuhnya anonim.
  • Cari sumber yang beragam: Bandingkan informasi dari beberapa media atau kanal agar tidak terpaku pada satu sudut pandang.
  • Atur waktu penggunaan: Batas waktu aplikasi dapat membantu menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan kegiatan lain.

Warisan Pemikiran yang Terus Berkembang

Al-Khawarizmi menunjukkan bahwa persoalan rumit dapat dipecahkan melalui langkah-langkah yang teratur. Prinsip tersebut tetap relevan ketika teknologi berkembang menjadi sistem yang mampu mengolah informasi dalam jumlah besar.

Namun, algoritma bukanlah pengganti penilaian manusia. Pengguna tetap perlu mempertimbangkan konteks, memeriksa informasi, dan menentukan pilihan secara sadar.

Warisan Al-Khawarizmi pada akhirnya bukan sekadar nama yang melekat pada istilah teknologi. Pemikirannya menjadi bagian dari sejarah panjang bagaimana manusia menggunakan matematika untuk memahami dunia dan menyelesaikan persoalan. (Wd/*)

Berita Terkait

Profil Gus Kikin, Pengasuh Tebuireng yang Kini Pimpin PBNU
Mesin Tik Proklamasi Ternyata Bukan Milik Laksamana Maeda
Roehana Koeddoes, Perempuan yang Mengubah Perjuangan Lewat Pena
Mohammad Yusuf Ronodipuro, Sosok yang Membuat Dunia Mendengar Proklamasi Indonesia
Siti Dewi Sutan Assin, Pembawa Baki Pertama dalam Sejarah RI
Mengenal Putri Leonor, Calon Ratu Spanyol
Profil Wellah Hatta, WNI di Balik Seremoni Piala Dunia 2026
Wellah Hatta, Perempuan Indonesia di Balik Megahnya Final Piala Dunia 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Al-Khawarizmi dan Algoritma yang Mengubah Dunia

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Profil Gus Kikin, Pengasuh Tebuireng yang Kini Pimpin PBNU

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Mesin Tik Proklamasi Ternyata Bukan Milik Laksamana Maeda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Roehana Koeddoes, Perempuan yang Mengubah Perjuangan Lewat Pena

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:08 WIB

Mohammad Yusuf Ronodipuro, Sosok yang Membuat Dunia Mendengar Proklamasi Indonesia

Berita Terbaru

Kolase makanan kekinian yang dapat menjadi inspirasi bagi pemula untuk memulai usaha kuliner dari rumah.

Kuliner

10 Ide Jualan Kekinian yang Bisa Dimulai dari Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:04 WIB

Ilustrasi yang menggambarkan Al-Khawarizmi mempelajari matematika di masa lalu, sementara konsep algoritma berkembang menjadi bagian penting teknologi digital masa kini.

Tokoh

Al-Khawarizmi dan Algoritma yang Mengubah Dunia

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Seorang penjual mempromosikan kaus melalui siaran langsung dengan bantuan kamera dan ring light. (Foto: pegadaian/Ai)

Ekonomi

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 Sep 2026 - 17:06 WIB