Mohammad Yusuf Ronodipuro, Sosok yang Membuat Dunia Mendengar Proklamasi Indonesia

Kisah perjuangan penyiar radio yang mempertaruhkan nyawa demi menyebarkan kabar kemerdekaan Indonesia ke dunia internasional.

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mohammad Yusuf Ronodipuro, Sosok yang Membuat Dunia Mendengar Proklamasi Indonesia (Foto: Dok. Kantor RRI)

Mohammad Yusuf Ronodipuro, Sosok yang Membuat Dunia Mendengar Proklamasi Indonesia (Foto: Dok. Kantor RRI)

Kabarinaja.id – Tidak banyak yang mengetahui bahwa kabar kemerdekaan Indonesia pertama kali di ketahui dunia melalui suara seorang penyiar radio. Sosok tersebut adalah Mohammad Yusuf Ronodipuro, tokoh yang mengambil risiko besar demi menyiarkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke berbagai negara pada 17 Agustus 1945.

Keberaniannya menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Berkat aksinya, berita kemerdekaan Indonesia segera tersebar hingga di dengar oleh berbagai stasiun radio internasional.

Berawal dari Penyiar Radio Jepang

Yusuf Ronodipuro lahir di Salatiga, Jawa Tengah, pada 30 September 1919. Sebelum Indonesia merdeka, ia bekerja sebagai wartawan sekaligus penyiar di Radio Hoso Kyoku, stasiun radio yang berada di bawah kendali pemerintahan militer Jepang.

Di tempat itu, Yusuf bertugas menyampaikan berbagai informasi melalui siaran radio. Pengalaman tersebut membuatnya memahami sistem penyiaran, termasuk jaringan pemancar yang kelak menjadi kunci penyebaran berita kemerdekaan Indonesia.

Kabar Kekalahan Jepang Mengubah Segalanya

Memasuki Agustus 1945, situasi berubah drastis. Jepang menyerah kepada Sekutu setelah bom atom di jatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.

Informasi tersebut belum di ketahui masyarakat luas karena akses komunikasi sangat terbatas. Yusuf kemudian memperoleh kabar itu dari rekan-rekannya di lingkungan radio dan para wartawan yang telah mengetahui perkembangan perang.

Ia lalu bergabung dengan para pemuda di Menteng 31 untuk membahas langkah menghadapi perubahan situasi politik yang sangat cepat.

Menyiarkan Proklamasi ke Seluruh Dunia

Pada pagi 17 Agustus 1945, Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Baca Juga :  Mengenal Putri Leonor, Calon Ratu Spanyol

Saat itu Yusuf masih berada di lingkungan Radio Hoso Kyoku yang di jaga ketat tentara Jepang. Ia kemudian menerima salinan naskah proklamasi yang di kirim oleh Adam Malik melalui seorang kurir.

Karena studio utama berada dalam pengawasan militer Jepang, Yusuf bersama bagian teknis mencari cara agar siaran tetap dapat di lakukan tanpa menimbulkan kecurigaan.

Mereka mengubah sambungan kabel pemancar sehingga studio siaran luar negeri dapat di gunakan untuk memancarkan berita ke berbagai negara.

Sekitar pukul 19.00 WIB, Yusuf Ronodipuro membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia melalui siaran internasional. Tidak lama kemudian, ia kembali membacakannya dalam bahasa Inggris agar isi proklamasi dapat di pahami pendengar mancanegara.

Langkah tersebut membuat sejumlah radio asing, termasuk BBC London dan beberapa stasiun internasional lainnya, mengetahui sekaligus menyebarkan kabar kemerdekaan Indonesia kepada dunia.

Menghadapi Hukuman dari Tentara Jepang

Keberhasilan siaran tersebut ternyata di ketahui oleh pihak Jepang. Akibatnya, Yusuf Ronodipuro bersama sejumlah pegawai Radio Hoso Kyoku mendapat hukuman disiplin berupa penyiksaan fisik.

Meski menghadapi tekanan, semangat perjuangan tidak surut. Ia terus berupaya menjaga agar informasi mengenai kemerdekaan Indonesia tetap tersampaikan kepada masyarakat.

Mendirikan Radio Suara Indonesia Merdeka

Setelah Proklamasi, Yusuf mendirikan Radio Suara Indonesia Merdeka dengan memanfaatkan peralatan elektronik yang tersedia.

Melalui radio tersebut, Presiden Soekarno menyampaikan pidato pertamanya sebagai Presiden Republik Indonesia pada 25 Agustus 1945. Beberapa hari kemudian, Mohammad Hatta juga menyampaikan pidato melalui saluran yang sama.

Baca Juga :  Profil Wellah Hatta, WNI di Balik Seremoni Piala Dunia 2026

Radio menjadi media yang sangat penting dalam menyatukan informasi perjuangan di berbagai daerah Indonesia.

Menjadi Pendiri Radio Republik Indonesia

Gagasan Yusuf untuk menyatukan stasiun-stasiun radio di berbagai wilayah Indonesia akhirnya melahirkan Radio Republik Indonesia (RRI).

Pada 11 September 1945, RRI resmi berdiri sebagai lembaga penyiaran nasional. Yusuf Ronodipuro menjadi salah satu tokoh utama yang berperan dalam proses pendiriannya dan di percaya memimpin lembaga tersebut.

Sejak saat itu, tanggal 11 September di peringati sebagai Hari Radio Republik Indonesia.

Pernah Ditangkap hingga Menjadi Duta Besar

Perjuangan Yusuf tidak berhenti setelah Indonesia merdeka. Saat Belanda melancarkan Agresi Militer, ia sempat di tangkap dan di penjara.

Setelah pengakuan kedaulatan Indonesia pada 1949, Yusuf kembali memimpin RRI sebelum di percaya mengemban tugas diplomatik sebagai Duta Besar Indonesia.

Ia pernah mewakili Indonesia di Uruguay, Argentina, dan Chili sebagai duta besar luar biasa.

Warisan Sejarah yang Tetap Dikenang

Mohammad Yusuf Ronodipuro meninggal dunia pada 27 Januari 2008 di Jakarta dan di makamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Namanya dikenang sebagai tokoh yang memiliki peran besar dalam sejarah penyiaran Indonesia. Keberaniannya menyiarkan Proklamasi Kemerdekaan kepada dunia menjadi bukti bahwa perjuangan bangsa tidak hanya dilakukan di medan perang, tetapi juga melalui gelombang radio yang membawa kabar lahirnya sebuah negara merdeka.  (Wd/*)

Berita Terkait

Siti Dewi Sutan Assin, Pembawa Baki Pertama dalam Sejarah RI
Mengenal Putri Leonor, Calon Ratu Spanyol
Profil Wellah Hatta, WNI di Balik Seremoni Piala Dunia 2026
Wellah Hatta, Perempuan Indonesia di Balik Megahnya Final Piala Dunia 2026
Jack Ma Ungkap Penyebab Orang Gagal Punya Masa Depan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:08 WIB

Mohammad Yusuf Ronodipuro, Sosok yang Membuat Dunia Mendengar Proklamasi Indonesia

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Siti Dewi Sutan Assin, Pembawa Baki Pertama dalam Sejarah RI

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:04 WIB

Mengenal Putri Leonor, Calon Ratu Spanyol

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:14 WIB

Profil Wellah Hatta, WNI di Balik Seremoni Piala Dunia 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:06 WIB

Wellah Hatta, Perempuan Indonesia di Balik Megahnya Final Piala Dunia 2026

Berita Terbaru