Gempa Jepang M 7,1 Guncang Kumamoto, Ini Faktanya

Gempa dangkal berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Pulau Kyushu. Otoritas bergerak cepat, sementara WNI dipastikan dalam kondisi aman.

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa Jepang M 7,1 Guncang Kumamoto, Ini Faktanya (Foto:  bbc/medcom)

Gempa Jepang M 7,1 Guncang Kumamoto, Ini Faktanya (Foto: bbc/medcom)

Kabarinaja.id – Gempa Jepang berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu pada Selasa (28/7/2026) pukul 16.27 waktu setempat. Gempa dangkal dengan kedalaman sekitar 10 kilometer itu memicu guncangan sangat kuat di sejumlah wilayah, membuat pemerintah setempat mengaktifkan layanan tanggap darurat untuk mempercepat penanganan situasi.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena intensitas guncangan mencapai level tertinggi dalam skala seismik Jepang di beberapa daerah. Kendati demikian, otoritas memastikan situasi terus dipantau dan masyarakat diminta mengikuti informasi resmi.

Guncangan Terkuat Terjadi di Kumamoto

Pusat gempa berada di Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Berdasarkan laporan otoritas Jepang, Kota Uki dan Kota Hikawa mengalami intensitas guncangan skala 7, yaitu tingkat maksimum dalam sistem pengukuran seismik Jepang.

Sementara itu, sejumlah wilayah lain di sekitar pusat gempa mencatat guncangan pada level upper 6 atau skala 6 atas, yang tergolong sangat kuat dan mampu menyebabkan kerusakan pada bangunan yang rentan.

Sejumlah Prefektur Ikut Merasakan Getaran

Efek Gempa Jepang juga di rasakan di berbagai wilayah Pulau Kyushu.

Di Prefektur Kagoshima, intensitas getaran mencapai upper 5. Adapun Prefektur Fukuoka dan Prefektur Saga mencatat guncangan pada level lower 5.

Sebaran getaran yang cukup luas membuat masyarakat di sejumlah daerah sempat melakukan evakuasi mandiri sambil menunggu informasi lanjutan dari pemerintah setempat.

Baca Juga :  Sambut Piala Dunia 2026, Mural Ikonik Hiasi Jalanan Meksiko

Peringatan Tsunami Dicabut, Indonesia Dipastikan Aman

Sesaat setelah gempa terjadi, otoritas Jepang sempat mengeluarkan peringatan tsunami untuk beberapa kawasan pesisir.

Namun, setelah di lakukan evaluasi lebih lanjut, peringatan tersebut resmi dicabut karena tidak di temukan potensi gelombang besar yang membahayakan.

Di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan hasil pemodelan menunjukkan gempa di Prefektur Kumamoto tidak berpotensi memicu tsunami yang mengancam wilayah Indonesia.

Informasi tersebut memberikan kepastian bahwa tidak terdapat risiko kenaikan muka air laut yang berdampak pada kawasan pesisir Nusantara akibat peristiwa tersebut.

Pemerintah Jepang Aktifkan Pusat Krisis

Pascagempa, Pemerintah Jepang langsung mengaktifkan pusat koordinasi dan operasional pelayanan darurat (crisis center) di Kantor Perdana Menteri.

Langkah ini di lakukan untuk mempercepat koordinasi antarinstansi, mengumpulkan data dampak di lapangan, sekaligus memastikan layanan darurat berjalan optimal.

Hingga laporan terbaru, otoritas Prefektur Kumamoto menyebutkan lebih dari 50 orang mengalami luka-luka akibat rangkaian gempa yang terjadi di wilayah tersebut.

Petugas penyelamat bersama pemerintah daerah masih melakukan pendataan untuk memastikan kondisi masyarakat dan infrastruktur terdampak.

KBRI Tokyo Pastikan WNI Dalam Kondisi Aman

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo terus memantau perkembangan pascagempa di wilayah Kyushu.

Baca Juga :  7 Kota Paling Misterius di Dunia, Apa yang Terjadi?

Koordinasi di lakukan dengan berbagai simpul komunitas Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kumamoto maupun wilayah Kyushu lainnya.

Hingga saat ini, belum terdapat laporan mengenai WNI yang menjadi korban maupun terdampak langsung akibat Gempa Jepang tersebut.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, menyampaikan KBRI Tokyo juga mengimbau seluruh WNI di wilayah akreditasi agar tetap tenang serta mengikuti perkembangan informasi resmi yang di terbitkan oleh Japan Meteorological Agency (JMA).

Mengapa Gempa Ini Menjadi Sorotan?

Pulau Kyushu merupakan salah satu kawasan yang memiliki aktivitas seismik tinggi karena berada di jalur pertemuan lempeng tektonik.

Gempa dengan kedalaman dangkal seperti yang terjadi di Kumamoto cenderung menghasilkan guncangan lebih kuat di permukaan sehingga dampaknya lebih terasa meskipun tidak selalu memicu tsunami.

Perkembangan situasi di wilayah terdampak masih terus di pantau oleh otoritas Jepang, sementara proses pendataan kerusakan dan penanganan korban berlangsung secara bertahap. Informasi terbaru akan di sampaikan sesuai hasil laporan resmi dari instansi terkait. (Wd/*)

Berita Terkait

Koleksi Properti Kelly Clarkson, dari Mansion hingga Peternakan
Hari Musik Internasional, Ini Penyanyi R&B Lintas Generasi
Kekayaan Keluarga Rothschild dan Daftar Anggota Terkayanya
Sapi Angus Termahal Australia Laku Rp 7,4 Miliar
Peta Agama Dunia: Kristen Terbesar di 123 Negara
Larangan AI Siswa New York Berlaku Mulai Tahun Ajaran Baru
Moskow Makin Dekat, Kunjungan Wisatawan Indonesia Terus Naik
Rusia Siapkan Rassvet, Jaringan Satelit Pesaing Starlink
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Koleksi Properti Kelly Clarkson, dari Mansion hingga Peternakan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Hari Musik Internasional, Ini Penyanyi R&B Lintas Generasi

Sabtu, 26 September 2026 - 19:05 WIB

Kekayaan Keluarga Rothschild dan Daftar Anggota Terkayanya

Minggu, 6 September 2026 - 16:09 WIB

Sapi Angus Termahal Australia Laku Rp 7,4 Miliar

Minggu, 6 September 2026 - 11:03 WIB

Peta Agama Dunia: Kristen Terbesar di 123 Negara

Berita Terbaru

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya (Foto:  Pemkab Lumajang/rri)

Nasional

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:13 WIB

 Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif (Foto: Medcom/Rafi)

Ekonomi

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:19 WIB

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Kesehatan

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:04 WIB