Focus Keyphrase: Negara terbaik dalam membaca PISA 2025
Long Tail Keyword: daftar negara terbaik dalam membaca berdasarkan PISA 2025
Judul SEO: Negara Terbaik dalam Membaca PISA 2025, Asia Dominan
Judul Google Discover: Asia Mendominasi, Ini Negara dengan Skor Membaca Tertinggi PISA 2025
Subjudul: Singapura memimpin capaian membaca PISA 2025, sementara Indonesia mencatat kenaikan enam poin dibanding penilaian sebelumnya.
Slug: negara-terbaik-membaca-pisa-2025
Meta Description: Negara terbaik dalam membaca PISA 2025 didominasi Asia. Singapura berada di posisi pertama, sementara skor Indonesia naik enam poin.
Alt Text: Daftar negara dengan skor membaca tertinggi dalam PISA 2025
Tags: PISA 2025, kemampuan membaca, literasi siswa, pendidikan dunia, Indonesia
Kabarinaja.id – Singapura menempati posisi teratas dalam daftar negara terbaik dalam membaca berdasarkan hasil PISA 2025. Negara Asia lainnya seperti China, Taiwan, Jepang, Makau, dan Korea Selatan juga berada di jajaran teratas.
Hasil penilaian tersebut mencakup 40 negara dan wilayah dengan skor rata-rata kemampuan membaca siswa. PISA merupakan program OECD yang mengukur kemampuan pelajar berusia 15 tahun dalam menggunakan pengetahuan untuk menghadapi persoalan kehidupan nyata.
PISA 2025 melibatkan lebih dari 760 ribu siswa. Jumlah peserta tersebut merepresentasikan sekitar 33 juta anak berusia 15 tahun di berbagai negara dan wilayah.
Singapura Memimpin Capaian Membaca
Singapura memperoleh skor rata-rata 535 dan berada di posisi pertama. China menyusul dengan skor 527, kemudian Taiwan dengan 508 poin.
Jepang menempati posisi berikutnya dengan 503 poin. Makau dan Korea Selatan sama-sama memperoleh 501 poin sehingga berada pada posisi yang sama.
Berikut daftar negara dan wilayah dengan skor membaca tertinggi dalam data yang dirangkum:
| Peringkat | Negara/Wilayah | Skor |
|---|---|---|
| 1 | Singapura | 535 |
| 2 | China | 527 |
| 3 | Taiwan | 508 |
| 4 | Jepang | 503 |
| 5 | Makau | 501 |
| 5 | Korea Selatan | 501 |
| 7 | Irlandia | 500 |
| 8 | Estonia | 499 |
| 9 | Selandia Baru | 497 |
| 10 | Inggris | 494 |
| 11 | Australia | 491 |
| 12 | Kanada | 490 |
| 12 | Amerika Serikat | 490 |
| 14 | Polandia | 482 |
| 15 | Hong Kong | 480 |
| 16 | Finlandia | 474 |
| 16 | Italia | 474 |
Dominasi Asia terlihat jelas pada enam posisi teratas. Singapura, China, Taiwan, Jepang, Makau, dan Korea Selatan seluruhnya berada di kelompok tersebut.
Faktor yang Mendukung Singapura
Sistem pendidikan Singapura menerapkan pendekatan literasi yang terstruktur. Pembelajaran mencakup kegiatan membaca dengan bimbingan, diskusi, serta dukungan tambahan bagi siswa yang mengalami kesulitan.
Pembelajaran bahasa Inggris juga diarahkan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. Siswa dilatih menarik kesimpulan, mengevaluasi argumen, menemukan bukti, dan memahami beragam bentuk teks secara kritis.
Irlandia Pimpin Negara Eropa
Di kawasan Eropa, Irlandia mencatat skor tertinggi dengan 500 poin. Estonia mengikuti dengan 499 poin, sedangkan Inggris berada berikutnya dengan capaian 494.
Sejumlah negara Eropa lainnya mencatat hasil yang lebih dekat dengan rata-rata OECD sebesar 461. Jerman memperoleh 465 poin, sementara Prancis dan Spanyol masing-masing mencatat 456 dan 451.
Perbedaan tersebut menunjukkan adanya variasi kemampuan membaca yang cukup besar antarnegara. Namun, hasil PISA perlu dibaca berdasarkan konteks sistem pendidikan dan karakteristik peserta di masing-masing negara.
Amerika Serikat dan Kanada Berbagi Posisi
Amerika Serikat dan Kanada sama-sama mengumpulkan 490 poin. Keduanya berada 29 poin di atas rata-rata OECD yang tercatat sebesar 461.
Meski memiliki skor sama, capaian tersebut masih berada di bawah beberapa negara berbahasa Inggris lainnya. Inggris mencatat 494 poin, Australia 491, sedangkan Irlandia mencapai 500.
Data mengenai kebiasaan membaca juga menunjukkan perubahan di Amerika Serikat. Pada 2025, proporsi penduduk berusia 15 tahun ke atas yang membaca untuk hiburan pada hari biasa tercatat 16,1 persen.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 27 persen yang tercatat pada 2005. Data itu menggambarkan perubahan kebiasaan membaca, meski tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya penjelasan terhadap capaian PISA.
Skor Membaca Indonesia Naik
Indonesia belum masuk kelompok negara dengan skor membaca tertinggi. Namun, hasil PISA 2025 mencatat skor kemampuan membaca siswa Indonesia meningkat enam poin menjadi 365.
Kenaikan tersebut terjadi ketika rata-rata skor di banyak negara OECD mengalami penurunan. Karena itu, perkembangan Indonesia menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam hasil penilaian terbaru.
Data Puslapdik Kemendikdasmen juga mencatat perubahan besar pada cakupan pendidikan Indonesia. Coverage Index meningkat dari 0,46 pada 2003 menjadi 0,90 pada PISA 2025.
Perluasan cakupan tersebut menunjukkan semakin banyak anak Indonesia yang masuk dalam sistem pendidikan formal. Peningkatan akses pendidikan menjadi bagian penting ketika hasil kemampuan akademik dibandingkan antarperiode.
Kemampuan Belajar dan Literasi Digital
Hasil penilaian juga menunjukkan sejumlah karakteristik positif pada pelajar Indonesia. Mereka tercatat memiliki rasa ingin tahu dan kemampuan belajar mandiri yang relatif kuat.
Pelajar Indonesia juga disebut lebih sering terlibat dalam pembelajaran untuk menilai kredibilitas informasi yang dihasilkan kecerdasan buatan atau AI. Kemampuan tersebut semakin relevan ketika siswa menghadapi arus informasi digital yang terus berkembang.
Hasil PISA pada akhirnya tidak hanya menggambarkan posisi suatu negara dalam tabel peringkat. Data tersebut juga memberikan gambaran mengenai kemampuan siswa menggunakan keterampilan membaca untuk memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi.
Bagi Indonesia, kenaikan skor membaca menjadi salah satu indikator perkembangan yang dapat dipantau bersama perluasan akses pendidikan. Perubahan capaian tersebut juga perlu dilihat secara berkelanjutan melalui penilaian dan kebijakan pendidikan pada periode berikutnya. (Wd/*)










