Kabarinaja.id – Peringatan Hari Kopi Internasional pada 1 Oktober menjadi momentum melihat kembali konsumsi kopi. Salah satu pembahasannya berkaitan dengan dampak kopi bagi jantung dan sistem kardiovaskular.
Direktur Eksekutif International Coffee Organization (ICO), Vanúsia Nogueira, juga menyoroti pentingnya data dalam industri kopi. Menurutnya, informasi yang kredibel dapat membantu berbagai pihak mengambil keputusan berdasarkan bukti.
“Data yang baik tidak bisa menghilangkan volatilitas, tapi bisa mengurangi ketidakpastian. Ketika para pemangku kepentingan bekerja dari dasar bukti yang sama, mereka bisa membuat keputusan yang lebih baik,” kata Vanúsia Nogueira.
Hubungan Kopi dengan Kesehatan Jantung
Kementerian Kesehatan menyebut pengaruh kopi terhadap kesehatan kardiovaskular dapat berbeda. Jumlah konsumsi, jenis kopi, serta metode penyajian menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.
Salah satu aspek yang diteliti adalah kaitan kopi dengan tekanan darah. Penelitian kohort di Brasil menemukan konsumsi satu hingga tiga cangkir per hari berkaitan dengan penurunan risiko hipertensi pada nonperokok.
Namun, hubungan tersebut tidak ditemukan pada kelompok perokok dalam penelitian yang sama. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan konsumsi kopi tidak dapat dilepaskan dari faktor lain yang memengaruhi kesehatan.
Cara Menyeduh Kopi Juga Berpengaruh
Pengaruh kopi terhadap kadar kolesterol juga berkaitan dengan metode penyeduhan. Kopi tanpa penyaringan mengandung diterpen yang dapat meningkatkan kadar kolesterol total.
Kandungan tersebut dapat ditekan melalui penggunaan penyaring kertas. Kopi tanpa filter tercatat mengandung sekitar 7,2 miligram diterpen per cangkir, sedangkan kopi filter sekitar 0,02 miligram.
Perbedaan tersebut membuat cara penyajian menjadi salah satu hal yang relevan dalam pembahasan konsumsi kopi. Karena itu, jenis dan metode penyeduhan perlu diperhatikan ketika menilai dampaknya.
Temuan Penelitian Menunjukkan Hasil Beragam
Kaitan antara konsumsi kopi dan penyakit jantung koroner belum menghasilkan temuan yang seragam. Salah satu penelitian Rodriguez pada 2018 menemukan konsumsi tiga hingga lima cangkir berkaitan dengan penurunan risiko kardiovaskular sebesar 15 persen.
Akan tetapi, konsumsi kopi tetap perlu mendapat perhatian pada kondisi kesehatan tertentu. Penelitian American Heart Association pada 2022 menemukan konsumsi dua cangkir atau lebih setiap hari berkaitan dengan risiko kematian pada kondisi hipertensi berat.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa jumlah konsumsi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhitungkan. Kondisi kesehatan seseorang juga dapat memengaruhi bagaimana konsumsi kopi berkaitan dengan risiko kardiovaskular.
Hari Kopi Internasional dan Perkembangan Industri
Peringatan Hari Kopi Internasional berlangsung setiap 1 Oktober. Momentum tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan minum kopi, tetapi juga perkembangan industri kopi secara global.
Sehari sebelum peringatan tersebut, ICO meluncurkan Coffee Market Intelligence Platform di Geneva, Switzerland. Peluncuran berlangsung pada Rabu, 30 September 2026.
Vanúsia Nogueira menyatakan bahwa keberadaan data yang kredibel dapat mendukung berbagai keputusan di sektor kopi. Cakupannya meliputi produksi, investasi, perdagangan, manajemen risiko, hingga keberlanjutan.
“Data yang kredibel dapat membantu pengambilan keputusan terkait produksi, investasi, perdagangan, manajemen risiko, dan keberlanjutan,” katanya.
Pembahasan mengenai kopi akhirnya mencakup dua sisi yang saling berkaitan. Dari sisi konsumen, jumlah dan cara penyajian perlu diperhatikan, sementara industri membutuhkan data untuk menghadapi ketidakpastian pasar. (Wd/*)










