Kabarinaja.id – Roblox memperkenalkan Family Zone, fitur baru yang di rancang untuk membantu orang tua mengawasi sekaligus mendampingi aktivitas bermain anak di dalam platform. Melalui fitur ini, keluarga dapat menyesuaikan pengalaman bermain sesuai usia dan tingkat kedewasaan masing-masing anak.
Selain menghadirkan ruang bermain bersama, Roblox juga memberikan akses pengaturan yang lebih fleksibel sehingga orang tua dapat menentukan jenis konten maupun fitur yang boleh di gunakan.
Family Zone Berikan Kendali Lebih Besar bagi Orang Tua
Family Zone bekerja dengan cara menghubungkan akun orang tua dan akun anak. Setelah proses tersebut selesai, orang tua dapat membuka dasbor pengaturan melalui perangkat seluler untuk mengelola berbagai pengaturan keamanan.
Vice President Civility & Partnerships Roblox, Tami Bhaumik, menjelaskan bahwa setiap keluarga memiliki kebutuhan berbeda sehingga pengaturan dapat di sesuaikan dengan kondisi masing-masing.
“Orang tua perlu menautkan akun mereka dengan akun anak, kemudian mereka akan memperoleh akses ke dasbor melalui ponsel,” ujar Tami, di kutip dari Antara, Kamis (6/8/2026).
Ia menambahkan bahwa seluruh pengaturan dapat di ubah dengan mudah sesuai preferensi keluarga.
Bermain Bersama Jadi Bagian Penting Pengawasan
Konsep Co-Play Dorong Interaksi Orang Tua dan Anak
Family Zone tidak hanya berfungsi sebagai alat pengawasan, tetapi juga mendorong konsep co-play atau bermain bersama.
Melalui pendekatan tersebut, orang tua dapat melihat secara langsung pengalaman yang di jalani anak saat menggunakan Roblox. Keterlibatan ini di harapkan membantu membangun komunikasi mengenai konten, interaksi, maupun aktivitas yang di temui selama bermain.
Menurut Tami, pendekatan tersebut lebih efektif di banding hanya mengandalkan pembatasan otomatis.
Pengaturan Disesuaikan dengan Tingkat Kedewasaan
Roblox menilai usia tidak selalu mencerminkan kesiapan seorang anak dalam menggunakan layanan digital.
Karena itu, sistem memberi keleluasaan kepada orang tua untuk menentukan batasan sesuai tingkat kedewasaan anak.
“Tidak semua anak berusia 9 tahun atau 12 tahun memiliki tingkat kedewasaan yang sama,” kata Tami.
Ia menjelaskan bahwa sebagian orang tua mungkin memilih memberikan akses lebih luas, sementara lainnya menerapkan pembatasan yang lebih ketat.
Verifikasi Usia Perkuat Perlindungan Pengguna
Sebagai bagian dari sistem keamanan, Roblox juga menerapkan verifikasi usia menggunakan teknologi pengenalan wajah.
Teknologi tersebut di gunakan untuk memperkirakan usia pengguna agar sistem dapat menyesuaikan akses terhadap konten dan fitur komunikasi.
Langkah itu bertujuan mengurangi kemungkinan anak berinteraksi dengan orang dewasa yang tidak di kenal di dalam platform.
Tami menegaskan bahwa hasil pemindaian wajah hanya di pakai untuk proses verifikasi usia. Setelah proses selesai, data tersebut langsung di hapus dan tidak di manfaatkan untuk kebutuhan periklanan maupun pelacakan pengguna.
Fitur Komunikasi Dibatasi Berdasarkan Kelompok Usia
Roblox menerapkan aturan komunikasi yang berbeda untuk setiap kelompok usia pengguna.
Anak berusia 5 hingga 12 tahun tidak memperoleh akses ke fitur komunikasi di dalam platform. Sementara itu, pengguna berusia 13 sampai 15 tahun hanya dapat berkomunikasi dengan akun yang telah mendapatkan persetujuan orang tua.
Selain itu, Roblox menjalankan sistem pemantauan berlapis untuk mendeteksi aktivitas yang di nilai tidak sesuai dengan kategori usia pengguna.
Apabila di temukan perilaku yang di anggap tidak wajar, sistem dapat meminta pengguna menjalani proses verifikasi ulang. Pada tahap tertentu, verifikasi lanjutan dapat melibatkan penggunaan kartu identitas resmi.
Menurut Tami, langkah tersebut dilakukan agar orang tua memiliki kontrol lebih besar saat mendampingi anak menggunakan platform digital, sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap pengguna usia muda. (Wd/*)










