Kabarinaja.id – Fitur X PUBG Mobile menjadi perbincangan setelah final PMGO SEA 2026 S2 berakhir. Sorotan muncul karena fungsi Give Up digunakan dalam pertandingan yang menentukan persaingan gelar juara.
Sharper Esports asal Thailand akhirnya memenangkan turnamen tersebut. Mereka mengungguli Bigetron by Vitality dari Indonesia dengan keunggulan hanya satu poin.
Apa Itu Fitur X PUBG Mobile?
Fitur X PUBG Mobile merupakan fungsi yang tersedia ketika pemain berada dalam kondisi knock. Opsi tersebut memungkinkan pemain mengakhiri permainan tanpa menunggu rekannya melakukan revive.
Fungsi ini dapat muncul saat bermain dalam kelompok, baik Duo maupun Squad. Ketika pemain memilih Give Up, status eliminasi kemudian tercatat dalam sistem pertandingan.
Secara fungsi, Give Up bukan mekanisme yang dirancang untuk melakukan kecurangan. Pemain hanya menggunakan opsi yang memang tersedia di dalam permainan.
Fungsi Give Up dalam Permainan
Pada mode permainan biasa, fitur tersebut dapat membantu pemain menghentikan permainan lebih cepat. Pemain tidak perlu menunggu proses revive ketika sudah tidak ingin melanjutkan pertandingan.
Namun, penggunaannya dalam kompetisi profesional memiliki konteks berbeda. Setiap fungsi dalam game harus mengikuti ketentuan turnamen yang berlaku.
Pertanyaan tersebut kemudian muncul dalam PMGO SEA 2026 S2. Komunitas mempertanyakan penggunaan Give Up dalam salah satu pertandingan final.
Kontroversi Muncul pada Match 16 Erangel
Sorotan terjadi pada match ke-16 yang berlangsung di Erangel. Bigetron by Vitality berhasil mendapatkan WWCD dalam pertandingan tersebut.
Pada momen itu, salah satu pemain Sharper Esports, Nc2, diketahui berada dalam kondisi knock. Ia kemudian tereliminasi setelah menerima damage zona biru di luar safe zone.
Situasi tersebut memunculkan dugaan bahwa penggunaan Give Up dapat memengaruhi perolehan poin eliminasi. Apalagi, hasil akhir turnamen hanya dipisahkan satu poin antara Sharper Esports dan Bigetron.
Perdebatan kemudian berkembang di komunitas PUBG Mobile. Fokusnya bukan sekadar pada fungsi Give Up, tetapi juga mengenai penerapannya dalam pertandingan kompetitif.
PUBG Mobile Esports Pastikan Tidak Ada Pelanggaran
Pihak PUBG Mobile Esports kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kejadian tersebut. Proses tersebut mencakup rekaman pertandingan, data backend, serta catatan wasit.
Hasil pemeriksaan menyatakan Nc2 mengalami knock setelah terkena damage zona biru di luar safe zone. Setelah itu, pemain tersebut tereliminasi menggunakan fungsi standar yang tersedia dalam game.
Komite Turnamen juga menyatakan fungsi Give Up belum masuk daftar fitur yang dilarang. Aturan kompetisi saat itu juga tidak menetapkan batasan waktu penggunaan fungsi tersebut.
“Berdasarkan aturan turnamen yang berlaku saat ini, fungsi ‘Give Up’ tidak termasuk dalam daftar fungsi dalam game yang dilarang.”
Karena itu, tindakan pemain Sharper Esports dinilai sebagai keputusan taktis. Komite Turnamen tidak mengategorikannya sebagai kecurangan ataupun permainan non-kompetitif.
Tidak Ada Sanksi untuk Sharper Esports
Keputusan tersebut membuat hasil pertandingan tetap berlaku. Tidak ada sanksi yang diberikan kepada Sharper Esports terkait penggunaan fitur tersebut.
Pihak penyelenggara juga mengakui adanya kekhawatiran komunitas mengenai dampaknya terhadap integritas kompetisi. Namun, keputusan turnamen harus mengacu pada regulasi yang sudah dipublikasikan sebelum pertandingan.
Sharper Esports Juara dengan Selisih Satu Poin
Hasil akhir PMGO SEA 2026 S2 membuat isu Give Up semakin mendapat perhatian. Sharper Esports keluar sebagai juara setelah mengumpulkan keunggulan tipis atas Bigetron by Vitality.
Selisih satu poin membuat setiap keputusan dalam pertandingan menjadi sangat berarti. Situasi tersebut turut menjelaskan mengapa penggunaan fitur standar dalam game mendapat sorotan luas.
Keputusan PUBG Mobile Esports sekaligus memberikan kepastian mengenai status penggunaan Give Up pada kompetisi tersebut. Berdasarkan aturan yang berlaku ketika turnamen berlangsung, fitur itu tidak dianggap sebagai pelanggaran.
Bagi pemain kompetitif, kasus ini menunjukkan pentingnya memahami seluruh aturan sebelum pertandingan dimulai. Sebuah fitur dalam game dapat digunakan selama penggunaannya tidak bertentangan dengan regulasi turnamen yang berlaku. (Wd/*)










