Program B50 Berlaku 1 Juli, Impor Solar C48 Berpotensi Setop

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Program B50 Berlaku 1 Juli, Impor Solar C48 Berpotensi Setop (Foto: Kementerian ESDM/medcom)

Program B50 Berlaku 1 Juli, Impor Solar C48 Berpotensi Setop (Foto: Kementerian ESDM/medcom)

Kabarinaja.id – Pemerintah memastikan program B50 berlaku 1 Juli 2026 mendatang di seluruh Indonesia. Kebijakan mandatori biodiesel ini di proyeksikan mampu menekan angka ketergantungan energi, bahkan menghentikan total impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar C48.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan optimisme tinggi terkait kesiapan peluncuran bahan bakar berbasis minyak kelapa sawit tersebut. Menurutnya, kesiapan teknis yang matang menjadi modal utama pemerintah untuk mengeksekusi kebijakan ini tepat waktu.

“Insya Allah, kami sangat optimis untuk implementasi perilisan B50 itu akan di lakukan nanti di 1 Juli. Dengan demikian, itu akan mengurangi atau bahkan kita tidak lagi melakukan impor solar, khususnya C48,” ujar Bahlil.

Hasil Uji Teknis Diklaim Lebih Baik dari B40

Kementerian ESDM mencatat seluruh tahapan pengujian teknis prarilis menunjukkan indikator yang memuaskan. Salah satu keunggulan yang di temukan menunjukkan bahwa kadar air dalam formula B50 justru lebih rendah jika di bandingkan dengan pendahulunya, B40.

Baca Juga :  Game Company of Heroes Definitive Edition Rilis 2026, Bawa Fitur Baru

Pemerintah juga telah menguji coba performa B50 pada berbagai moda transportasi dan mesin industri berat. Pengujian tersebut melibatkan kendaraan operasional pertambangan, kereta api, kapal laut, ekskavator, hingga alat mesin pertanian (alsintan).

Dampak Ekonomi dan Penghematan Devisa

Penerapan kebijakan ini membawa dampak ekonomi yang masif bagi ketahanan finansial negara. Pemerintah memproyeksikan program B50 mampu mengamankan devisa negara hingga Rp157,28 triliun pada tahun ini melalui pemangkasan impor solar.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, memaparkan nilai penghematan tersebut melonjak signifikan jika menyandingkannya dengan capaian tahun lalu. Angka penghematan devisa kali ini meningkat sekitar 17,9 persen dari perolehan tahun sebelumnya yang tertahan di angka Rp133,3 triliun.

Manfaat Multisektor Program B50:

  • Penghematan Devisa: Rp157,28 triliun dari pengurangan impor.

  • Nilai Tambah CPO: Meningkat sebesar Rp24,68 triliun.

  • Lapangan Kerja: Menyerap sekitar 2,21 juta tenaga kerja.

  • Lingkungan: Menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 46,72 juta ton.

Peluncuran Serentak di Semua Sektor

Rangkaian uji teknis untuk sektor otomotif sendiri sudah berjalan sejak 2 Desember 2025 dan terjadwal rampung pada Juni 2026. Langkah ini menjadi fase krusial sebelum komoditas bahan bakar baru tersebut didistribusikan secara luas ke masyarakat.

Baca Juga :  Skin Biron Inuyasha Hadir di Honor of Kings Crossover Terbaru

Meskipun demikian, pengujian pada sektor alsintan dan alat berat pertambangan masih terus berjalan dengan target penyelesaian pada Semester II 2026. Kondisi serupa juga terjadi pada sektor perkeretaapian dan pembangkit listrik yang pengujiannya masih bergulir hingga saat ini.

Kendati beberapa sektor masih berada dalam tahap finalisasi uji teknis, Kementerian ESDM menegaskan bahwa jadwal peluncuran tidak akan bergeser. Pemerintah berkomitmen penuh menjaga momentum ini agar implementasi B50 tetap berjalan serentak di seluruh lini industri. (Wd/*)

Berita Terkait

Huawei Cloud Siapkan Infrastruktur AI untuk Agentic Era
Laptop Gaming AI Terbaru 2026 dengan Performa Tinggi
Cara Membuat Foto Bollywood Retro 1980-an di ChatGPT
Kacamata AI Makin Populer, Kekhawatiran Privasi Ikut Meningkat
14 Aplikasi Video Call Gratis untuk Temani Komunikasi
BlockAway Proxy: Cara Pakai dan Risiko Keamanannya
Tren Foto 80-an Makin Viral, Ini Prompt AI yang Bisa Dicoba
BlockAway DuckDuckGo Itu Apa? Ini Fungsi Sebenarnya
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 13:15 WIB

Huawei Cloud Siapkan Infrastruktur AI untuk Agentic Era

Selasa, 22 September 2026 - 10:14 WIB

Laptop Gaming AI Terbaru 2026 dengan Performa Tinggi

Senin, 14 September 2026 - 16:14 WIB

Cara Membuat Foto Bollywood Retro 1980-an di ChatGPT

Senin, 14 September 2026 - 10:05 WIB

Kacamata AI Makin Populer, Kekhawatiran Privasi Ikut Meningkat

Sabtu, 12 September 2026 - 19:02 WIB

14 Aplikasi Video Call Gratis untuk Temani Komunikasi

Berita Terbaru

Build Aulus Terbaik 2026, Andalan EXP Lane MPL ID (Foto: duniagames)

Game

Build Aulus Terbaik 2026, Andalan EXP Lane MPL ID

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:09 WIB

Kumpulan kode warna MLBB terbaru untuk nickname dan chat berwarna di Mobile Legends (Foto: duniagames)

Game

Kode Warna MLBB Terbaru: 100+ Pilihan dan Cara Pakai

Selasa, 22 Sep 2026 - 15:04 WIB

Huawei Cloud Siapkan Infrastruktur AI untuk Agentic Era

Teknologi

Huawei Cloud Siapkan Infrastruktur AI untuk Agentic Era

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:15 WIB

Laptop Gaming AI Terbaru 2026 dengan Performa Tinggi

Teknologi

Laptop Gaming AI Terbaru 2026 dengan Performa Tinggi

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:14 WIB