Kabarinaja.id – Waktu berkumpul bersama teman seharusnya menjadi kesempatan untuk berbagi cerita dan mempererat hubungan. Namun, interaksi tersebut bisa kehilangan kehangatannya ketika seseorang lebih sibuk menatap ponsel daripada mendengarkan percakapan.
Perilaku ini dikenal sebagai friend phubbing atau fphubbing, yaitu tindakan mengabaikan teman yang hadir secara langsung karena perhatian lebih tertuju pada telepon genggam. Jika terus berulang, kebiasaan tersebut berpotensi mengurangi kenyamanan berkomunikasi dan membuat orang lain merasa kurang dihargai.
Mengapa seseorang melakukan fphubbing?
Fphubbing tidak selalu muncul karena seseorang sengaja bersikap tidak peduli. Kebiasaan digital, karakter pribadi, dan kondisi ketika berinteraksi dapat memengaruhi cara seseorang menggunakan ponsel di tengah pertemuan sosial.
Mengutip pembahasan Psychology Today mengenai penelitian dari University of Georgia, terdapat sejumlah faktor yang berkaitan dengan perilaku tersebut. Faktor-faktor ini membantu menjelaskan mengapa perhatian seseorang terkadang lebih mudah beralih ke layar daripada tetap mengikuti percakapan.
1. Depresi dan kecemasan sosial dapat berkaitan dengan perilaku ini
Sebagian orang yang mengalami gejala depresi atau kecemasan sosial mungkin merasa lebih nyaman berinteraksi melalui perangkat digital. Komunikasi lewat layar terkadang dipandang lebih mudah daripada menghadapi situasi sosial secara langsung.
Meski demikian, kebiasaan mengecek ponsel tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan kondisi psikologis seseorang. Fphubbing dapat dipengaruhi beragam keadaan sehingga penilaiannya perlu mempertimbangkan konteks yang lebih luas.
2. Kepribadian turut memengaruhi perhatian saat berkomunikasi
Cara seseorang memperlakukan lawan bicara juga berkaitan dengan karakter dan kebiasaan sosialnya. Individu yang ramah, kooperatif, serta peka terhadap perasaan orang lain cenderung lebih mempertimbangkan kenyamanan selama percakapan.
Mendengarkan ketika teman berbicara merupakan bagian penting dari interaksi yang saling menghargai. Sebaliknya, berulang kali memeriksa layar saat seseorang bercerita dapat menimbulkan kesan bahwa percakapan tersebut tidak menarik.
Berkumpul dalam kelompok juga bisa memicu fphubbing
Kebiasaan mengalihkan perhatian ke ponsel tidak terbatas pada pertemuan dua orang. Dalam kelompok yang terdiri atas tiga orang atau lebih, perilaku ini juga dapat muncul dan perlahan dianggap sebagai sesuatu yang biasa.
Ketika beberapa orang masih melanjutkan obrolan, seseorang mungkin merasa tidak masalah jika sesekali membuka ponsel. Anggapan tersebut dapat membuat batas antara penggunaan perangkat yang wajar dan perilaku mengabaikan teman menjadi semakin kabur.
Pola serupa bisa terjadi di lingkungan profesional. Saat rapat berlangsung, misalnya, peserta yang sibuk membaca pesan atau memeriksa notifikasi berisiko kehilangan informasi penting dan mengganggu kelancaran komunikasi.
Dampak fphubbing terhadap kualitas pertemanan
Perhatian yang terbagi dapat memengaruhi cara seseorang menilai kualitas hubungan sosialnya.
Teman yang berulang kali menghadapi situasi tersebut mungkin merasa ceritanya tidak didengarkan. Jika berlangsung terus-menerus, pengalaman itu dapat mengurangi rasa nyaman dan kepuasan dalam hubungan pertemanan.
Dampaknya tidak selalu terlihat dalam bentuk pertengkaran. Sebagian orang mungkin memilih diam, mengurangi cerita pribadi, atau kehilangan antusiasme untuk menghabiskan waktu bersama.
Namun, hubungan antara fphubbing dan kepuasan pertemanan tidak selalu berjalan satu arah. Penggunaan ponsel yang berlebihan dapat mengganggu interaksi, sementara rasa tidak nyaman ketika berkumpul juga bisa mendorong seseorang mencari pengalihan melalui layar.
Karena itu, memahami situasi yang melatarbelakangi perilaku tersebut sama pentingnya dengan membatasi penggunaan perangkat. Pendekatan ini membantu menjaga komunikasi tanpa terburu-buru menyalahkan salah satu pihak.
Cara sederhana mengurangi kebiasaan fphubbing
Mengurangi fphubbing bisa dimulai dengan perubahan kecil ketika bertemu teman. Tujuannya bukan melarang penggunaan ponsel sepenuhnya, melainkan memastikan perangkat tersebut tidak terus-menerus mengambil alih perhatian.
- Letakkan ponsel dengan layar menghadap ke bawah
Cara ini membantu mengurangi gangguan visual dari notifikasi. Jika tidak sedang menunggu pesan penting, simpan perangkat di dalam tas selama percakapan berlangsung.
- Batasi notifikasi yang tidak mendesak
Aktifkan mode senyap atau fitur jangan ganggu ketika sedang berkumpul. Langkah ini membuat perhatian lebih mudah terarah pada orang-orang yang hadir.
- Sepakati waktu berkumpul tanpa ponsel
Teman-teman dapat membuat kesepakatan sederhana untuk membatasi penggunaan perangkat selama makan atau mengobrol. Kesepakatan bersama biasanya terasa lebih nyaman daripada menegur seseorang secara sepihak.
- Berikan perhatian penuh kepada lawan bicara
Tatap teman saat ia berbicara, dengarkan ceritanya, dan berikan respons yang sesuai. Jika harus membalas pesan mendesak, jelaskan situasinya agar orang lain memahami alasan perhatianmu teralihkan.
Menjaga pertemanan dimulai dari perhatian kecil
Ponsel telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, tetapi penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan situasi. Saat berkumpul, memberi ruang bagi percakapan langsung dapat membantu setiap orang merasa didengar dan dihargai.
Fphubbing mungkin terlihat seperti kebiasaan sederhana, tetapi dampaknya terhadap interaksi sosial layak diperhatikan. Menyimpan ponsel untuk sementara bukan berarti mengabaikan dunia digital, melainkan memberi kesempatan kepada orang-orang di sekitar untuk mendapatkan perhatian yang utuh.
Pada akhirnya, kualitas pertemanan tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering orang bertemu. Kesediaan untuk mendengarkan, merespons, dan hadir sepenuhnya juga menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan tetap dekat. (Wd/*)










