Hutan TNKS Hilang Sekitar 49 Hektar Akibat Perambahan Ilegal !!

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 15:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Miris banget!

Dalam 3 tahun terakhir, sekitar 49 hektare hutan di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) hilang akibat perambahan ilegal. Parahnya lagi, kaki Gunung Kerinci juga ikut dirambah buat dijadiin ladang.

Tim gabungan TNKS, TNI, dan Polri nggak tinggal diam. Mereka udah turun ke lapangan buat ngebongkar pondok-pondok liar dan memasang police line. Perlu diingat, TNKS itu rumah bagi Harimau Sumatera, Beruang Madu, dan satwa langka lainnya. Kalau hutannya rusak, mereka mau tinggal di mana?

 Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) mencatat adanya perambahan hutan seluas 49 hektare di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Perambahan tersebut terjadi dalam rentang waktu 2022 hingga 2025, termasuk 2,3 hektare di kawasan kaki Gunung Kerinci, tepatnya di Desa Kebun Baru.

Baca Juga :  Harapan Baru Nelayan, Monadi dan PT KMH Lepas Ribuan Benih Ikan di Danau Kerinci

Kepala BBTNKS, Haidir, ngejelasin bahwa temuan tersebut diperoleh melalui analisis data spasial tutupan hutan periode 2022–2025. Analisis dilakuin secara on desk berdasarkan klasifikasi tutupan hutan, lalu dilanjutin dengan pengecekan lapangan (ground check) buat mastiin kondisi aktual di lokasi.

“Hasilnya menunjukkan adanya penambahan areal perambahan hutan yang telah dikonversi menjadi lahan perladangan masyarakat dengan total luas mencapai 49 hektare,” ujar Haidir saat dikonfirmasi, Minggu (7/12/2025).

Rumah Terakhir Satwa Sumatera yang Terancam Sebagai benteng konservasi terbesar di Sumatera, TNKS membentang seluas 1,3 juta hektare lebih, yang menjadi rumah bagi satwa iconic seperti harimau sumatera dan beruang madu. Tapi, kelestarian ini terancam oleh temuan perambahan baru di Kayu Aro Barat, tepatnya di ekosistem rawa Desa Kebun Baru. Menanggapi hal ini, BBTNKS berkomitmen melakukan pemulihan hutan melalui rehabilitasi intensif buat mastiin habitat kucing emas hingga burung rangkong tetap terjaga dari kerusakan.

Baca Juga :  Setelah Mudik, Kini Giliran Kerinci Bagian Hilir Diterjang Banjir  

Kolaborasi Lintas Sektor Amankan Kawasan TNKS

Upaya penyelamatan Taman Nasional Kerinci Seblat terus digencarkan melalui patroli terpadu. Selama tiga hari (12–14 November), personel BBTNKS bersama aparat keamanan menyisir wilayah terdampak di Desa Kebun Baru. Bukan sekadar memantau, tim di lapangan juga menertibkan belasan gubuk aktif dan fasilitas perladangan yang masuk ke dalam kawasan hutan. Penindakan ini bakal terus dirutinin buat mastiin ngga ada lagi ruang bagi aktivitas ilegal di paru-paru Sumatera ini.

Yuk, dukung terus upaya rehabilitasi hutan dan lapor jika melihat aktivitas mencurigakan di kawasan konservasi! Let’s save TNKS! 🐯🌿

Penulis : Ell

Berita Terkait

Kisah Pilu Mantan PMI, 48 Pohon Karet yang Ditanam Bertahun-tahun Ditebang
Polres Kerinci Bagikan 700 Masker Gratis untuk Masyarakat
Jafar Ahmad Resmi Jadi Profesor IAIN Kerinci
Paskibraka Kerinci 2026, Ini 30 Anggotanya
Wahana Kora-Kora di Pasar Malam Kerinci Patah, Tiga Pengunjung Luka-luka
Setelah Mudik, Kini Giliran Kerinci Bagian Hilir Diterjang Banjir  
Banjir Bandang Terjang Jalan Tangkil Kerinci, Arus Lalu Lintas Sempat Terganggu
Sebanyak 270 Desa di Kerinci Telah Mencairkan Dana Desa 2026
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:55 WIB

Kisah Pilu Mantan PMI, 48 Pohon Karet yang Ditanam Bertahun-tahun Ditebang

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Polres Kerinci Bagikan 700 Masker Gratis untuk Masyarakat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Jafar Ahmad Resmi Jadi Profesor IAIN Kerinci

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Paskibraka Kerinci 2026, Ini 30 Anggotanya

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:16 WIB

Wahana Kora-Kora di Pasar Malam Kerinci Patah, Tiga Pengunjung Luka-luka

Berita Terbaru

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya (Foto:  Pemkab Lumajang/rri)

Nasional

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:13 WIB

 Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif (Foto: Medcom/Rafi)

Ekonomi

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:19 WIB