Kabarinaja.id – Nama Evil Tung Tung Tung Sahur mendadak ramai dalam komunitas Valorant setelah sebuah video memperlihatkan aksi pemain menggunakan program ilegal. Karakter meme tersebut tampak menggantikan tampilan senjata, sementara sistem cheat membantu pengguna menemukan dan mengeliminasi lawan dengan sangat cepat.
Video itu kemudian menyebar di media sosial dan memunculkan kembali pembahasan mengenai kemampuan sistem anti-cheat Valorant dalam menjaga integritas pertandingan.
Riot Games Sudah Memblokir Akunnya
Phillip Koskinas, Anti-Cheat Lead Riot Games, memberikan penjelasan setelah rekaman tersebut menjadi perbincangan. Melalui unggahan di platform X pada 9 September, ia memastikan akun yang tampil dalam video sudah menerima hukuman sebelumnya.
Koskinas mengidentifikasi akun tersebut sebagai FaeL o Anacondo#br1. Riot Games menjatuhkan pemblokiran pada akun itu pada 3 September, setelah pemain tersebut menjalani tiga pertandingan.
Menurut Koskinas, program yang digunakan dalam aksi tersebut berbasis “Sysinfo”. Ia juga menggambarkan cheat itu sebagai perangkat dengan kualitas rendah.
Dengan demikian, video yang viral bukan menunjukkan bahwa akun tersebut masih aktif ketika rekamannya ramai dibagikan.
Aksi Cheat Terlihat Sejak Awal Ronde
Cuplikan yang dibagikan akun Valorant Tactic memperlihatkan permainan dari perspektif pengguna cheat. Pada layar, tampilan senjata first-person berubah menjadi sosok gelap yang menyerupai karakter Tung Tung Tung Sahur.
Ketika ronde dimulai, posisi pemain lawan dapat terlihat melalui dinding. Garis target dengan berbagai warna juga muncul di sepanjang area permainan, memberikan informasi tambahan mengenai keberadaan musuh.
Pengguna cheat kemudian menghabisi seluruh anggota tim lawan dan mendapatkan ace dalam waktu singkat. Pola serupa kembali terlihat ketika permainan berpindah ke peta lain.
Dalam rekaman berikutnya, pemain tersebut bergerak sangat cepat menuju kelompok lawan. Kill feed kemudian dipenuhi eliminasi dalam waktu yang berdekatan.
Sindiran terhadap Sistem Anti-Cheat
Rekaman itu semakin mendapatkan perhatian setelah analis Valorant, Vladk0r, membagikannya kembali. Ia menyertakan komentar bernada sindiran mengenai sistem anti-cheat Valorant.
Komentar tersebut berbunyi “kernel level anticheat vs tung tung tung cheat-hur”. Unggahan itu muncul ketika pembahasan mengenai integritas kompetisi Valorant kembali mendapat perhatian.
Salah satu konteksnya berkaitan dengan pernyataan Presiden Esports Valorant, Leo Faria. Ia sebelumnya menyoroti persoalan integritas kompetitif seiring rencana semakin banyak pertandingan Valorant Champions Tour (VCT) digelar secara daring pada 2027.
Kehadiran cheat dalam pertandingan publik kembali menunjukkan bahwa keamanan kompetitif menjadi persoalan yang terus diperhatikan pengembang.
Dari Meme Internet hingga Masuk Valorant
Nama Tung Tung Tung Sahur sendiri berasal dari karakter kayu berbasis kecerdasan buatan yang menjadi bagian dari tren meme internet pada 2025.
Karakter tersebut kemudian muncul dalam sejumlah game, termasuk Fortnite dan Roblox. Sebelumnya, karakter itu juga sempat dihapus dari game Steal a Brainrot karena persoalan hak cipta.
Kemunculannya dalam video Valorant memiliki konteks berbeda. Kali ini, sosok tersebut digunakan sebagai bagian dari tampilan program cheat yang dipakai seorang pemain.
Kasus tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana budaya meme internet dapat bersinggungan dengan komunitas game melalui berbagai bentuk modifikasi maupun program tidak resmi.
Bagi Riot Games, persoalan utamanya bukan karakter yang digunakan dalam tampilan tersebut, melainkan penggunaan perangkat ilegal untuk memperoleh keuntungan dalam pertandingan.
Pemblokiran akun sebelum video menjadi viral menunjukkan bahwa sistem penegakan anti-cheat Riot Games telah mendeteksi dan memberikan sanksi terhadap akun terkait.
Kasus Evil Tung Tung Tung Sahur pun akhirnya lebih menjadi perbincangan komunitas daripada ancaman terhadap pertandingan yang masih berlangsung, karena akun yang bersangkutan sudah terlebih dahulu diblokir. (Wd/*)










