Hanung Bramantyo Ungkap Alasan Batal Remake Film G30S/PKI

Rencana remake sempat memasuki tahap riset dan pendanaan sebelum dihentikan sekitar sebulan kemudian.

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hanung Bramantyo (Foto: Medcom/Rafi)

Hanung Bramantyo (Foto: Medcom/Rafi)

Kabarinaja.id – Sutradara Hanung Bramantyo pernah menyiapkan proyek remake film G30S/PKI. Namun, rencana tersebut berhenti setelah berjalan sekitar satu bulan karena situasi dinilai belum memungkinkan.

Hanung mengungkap cerita tersebut saat ditemui di kawasan Gelora, Jakarta Pusat, Jumat, 28 Agustus 2026. Ide itu bermula dari pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 2017.

Menurut Hanung, Jokowi ketika itu menginginkan film mengenai peristiwa tersebut dibuat dengan pendekatan yang lebih sesuai bagi penonton milenial.

“Saya kepengin ada orang yang membuat atau melakukan remake atas film G30S/PKI yang bisa dinikmati, yang sangat milenial,” kata Hanung.

Pernyataan tersebut kemudian mendorong Hanung untuk menindaklanjuti gagasan tersebut secara serius. Ia bersama tim mulai melakukan riset dan mencari dukungan pendanaan untuk produksi.

Proyek Sempat Memiliki Penyandang Dana

Persiapan remake ternyata sudah memasuki tahap yang cukup jauh. Hanung menyebut timnya telah melakukan penelitian sekaligus mendapatkan pihak yang bersedia mendanai proyek tersebut.

“Kita udah riset apa segala macam, udah ada penyandang dana,” ujar Hanung.

Namun, perkembangan itu tidak berlangsung lama. Sekitar satu bulan setelah proses perencanaan dimulai, proyek tersebut tiba-tiba dihentikan.

Baca Juga :  7 Drama China Pemecah Rekor Views Tertinggi yang Wajib Masuk Watchlist

Hanung mengatakan keputusan itu muncul dengan alasan situasi belum memungkinkan untuk membuat ulang film sejarah tersebut. Ia juga mengaku sempat mempertanyakan keputusan tersebut karena gagasan awal berasal dari pernyataan presiden.

“Alasannya kenapa? ‘Ya, situasinya belum memungkinkan.’ ‘Loh, kan kemarin dibilang sama Presiden sendiri?’ ‘Ya, pokoknya jangan,’ gitu,” ungkapnya.

Ide Film Kemudian Berubah Saat Pandemi

Proyek yang terhenti itu tidak serta-merta membuat Hanung meninggalkan gagasannya. Pengalaman selama pandemi COVID-19 justru mendorongnya mengolah kembali ide tersebut melalui pendekatan berbeda.

Hanung mengingat situasi pandemi sebagai periode yang penuh tekanan. Suara ambulans yang kerap terdengar dari sekitar rumahnya turut memengaruhi kondisi psikologis dan kreativitasnya saat itu.

“Jadi di situasi COVID itu, teror itu nyata. Itu yang akhirnya kemudian membuat saya akhirnya melakukan revisi,” ucap Hanung.

Dari proses tersebut, gagasan yang sebelumnya berkaitan dengan film sejarah berkembang menjadi cerita bergenre horor. Hanung kemudian menuangkannya dalam sebuah sinopsis yang pada awalnya menggunakan judul The Hole.

Baca Juga :  Sinopsis Film Harusnya Horror dan Daftar Pemain

Ia lantas mengembangkan konsep tersebut menjadi film Lobang Buaya. Perubahan arah itu menjadi cara Hanung mengolah kembali gagasan yang sebelumnya tidak dapat diwujudkan dalam bentuk remake.

“Daripada saya gila, gitu kan, lebih baik saya tumpahkan semua menjadi sebuah sinopsis,” ujar Hanung.

Lobang Buaya Hadir dengan Cerita Teror Mistis

Lobang Buaya membawa kisah berbeda dari konsep remake yang sebelumnya direncanakan. Film tersebut berpusat pada sebuah desa yang mengalami rangkaian pembunuhan dan teror misterius.

Letnan Soegeng, yang diperankan Baskara Mahendra, mendapat tugas untuk mencari pihak di balik serangkaian pembantaian tersebut. Penyelidikan kemudian berkembang ketika sang istri mengalami gangguan dari sosok arwah yang menuntut keadilan.

Cerita film menggabungkan penyelidikan dengan unsur mistis. Teror yang terjadi perlahan mengarah pada sebuah ritual gelap yang berkaitan dengan upaya mengubah jalannya sejarah.

Film ini menghadirkan sejumlah pemeran, antara lain Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Iskak Khivano, Anya Zen, dan Mathias Muchus.

Film Lobang Buaya dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 1 Oktober 2026. (Wd/*)

Berita Terkait

Rachel Vennya Buka Suara soal Karhutla Kalimantan
The Hidden Shadows: Sinopsis, Jadwal Tayang, dan Pemain
20 Film Indonesia Terbaru Oktober 2026, Ini Daftar dan Sinopsisnya
Sexy Robot 12 Meter Jadi Ikon Konser The Weeknd Jakarta
Andre Taulany dan Amanda Rigby Resmi Menikah
Jule Diamankan Polisi, Dugaan Vape Mengandung Etomidate Masih Diselidiki
Film Resident Evil Terbaru Hadirkan Horor Berbasis Video Game
Amanda Rigby Berstatus WNA, Ini Syarat Nikah dengan Andre
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Rachel Vennya Buka Suara soal Karhutla Kalimantan

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:07 WIB

The Hidden Shadows: Sinopsis, Jadwal Tayang, dan Pemain

Selasa, 29 September 2026 - 09:04 WIB

20 Film Indonesia Terbaru Oktober 2026, Ini Daftar dan Sinopsisnya

Senin, 28 September 2026 - 12:04 WIB

Sexy Robot 12 Meter Jadi Ikon Konser The Weeknd Jakarta

Minggu, 20 September 2026 - 21:18 WIB

Andre Taulany dan Amanda Rigby Resmi Menikah

Berita Terbaru

Rachel Vennya Buka Suara soal Karhutla Kalimantan (Foto:  Instagram/rachelvennya/medcom)

Showbiz

Rachel Vennya Buka Suara soal Karhutla Kalimantan

Rabu, 14 Okt 2026 - 12:07 WIB

Kombinasi Dinding Polos dan Roster untuk Teras Rumah

Tips & Trik

Kombinasi Dinding Polos dan Roster untuk Teras Rumah

Selasa, 13 Okt 2026 - 09:24 WIB