Kabarinaja.id – Jenis Pilates kini hadir dalam berbagai metode dengan karakter latihan yang berbeda. Pilihannya mencakup latihan menggunakan matras hingga peralatan khusus untuk meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, keseimbangan, dan kontrol tubuh.
Bagi orang yang baru ingin mencoba Pilates, memahami perbedaannya dapat membantu menentukan kelas yang sesuai. Tingkat pengalaman, kemampuan tubuh, tujuan latihan, serta pendampingan instruktur menjadi beberapa pertimbangan utama.
Tujuh Jenis Pilates yang Perlu Dikenal
Tidak semua latihan Pilates menggunakan pola dan peralatan yang sama. Berikut tujuh jenis yang umum ditemui, mulai dari metode sederhana hingga latihan dengan perangkat khusus.
1. Mat Pilates
Mat Pilates menjadi salah satu pilihan yang relatif sederhana untuk memulai latihan. Peserta melakukan gerakan di atas matras dengan memanfaatkan berat tubuh sebagai bagian dari latihan.
Fokus utamanya mencakup otot inti, fleksibilitas, keseimbangan, dan pengendalian gerakan. Beberapa latihan yang umum digunakan antara lain the hundred, roll up, single leg stretch, dan plank.
Karena tidak membutuhkan peralatan besar, metode ini cukup mudah diterapkan dalam berbagai tempat. Kondisi tersebut membuat Mat Pilates dapat menjadi salah satu pilihan bagi peserta yang baru mengenal Pilates.
2. Reformer Pilates
Berbeda dari Mat Pilates, Reformer Pilates menggunakan alat khusus bernama reformer. Perangkat tersebut memiliki platform bergerak, pegas, tali, serta sejumlah komponen yang menghasilkan resistensi.
Resistensi dapat disesuaikan dengan kebutuhan latihan sehingga tingkat tantangannya bisa berubah. Latihannya membantu mengembangkan kekuatan, stabilitas, fleksibilitas, dan koordinasi tubuh.
3. Cadillac Pilates
Cadillac Pilates menggunakan perangkat berukuran besar dengan rangka, pegas, tali, dan berbagai aksesori. Struktur tersebut memungkinkan peserta melakukan lebih banyak variasi gerakan.
Latihan dapat diarahkan untuk meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, serta kontrol tubuh. Karena peralatannya cukup kompleks, Cadillac Pilates umumnya dilakukan dengan bimbingan instruktur.
4. Chair Pilates
Chair Pilates menggunakan kursi khusus yang dikenal sebagai Pilates chair. Latihan ini memanfaatkan resistensi dan gerakan tubuh untuk mengembangkan kekuatan, stabilitas, serta keseimbangan.
Peserta dapat melakukan gerakan dalam posisi duduk maupun berdiri. Beberapa gerakan juga menggunakan tangan sebagai penopang, sehingga latihan dapat memberikan tantangan keseimbangan yang berbeda.
5. Barrel Pilates
Barrel Pilates memakai perangkat dengan permukaan melengkung sebagai penopang tubuh. Bentuk tersebut membantu peserta melakukan sejumlah gerakan yang berkaitan dengan fleksibilitas dan mobilitas tulang belakang.
Penggunaan barrel juga dapat membantu tubuh mempertahankan posisi tertentu selama latihan. Metode ini biasanya diterapkan dalam sesi yang lebih terarah dengan bantuan instruktur.
6. Tower Pilates
Tower Pilates menggabungkan latihan di atas matras dengan resistensi dari perangkat berbentuk rangka vertikal. Peralatan tersebut biasanya memiliki pegas, batang, dan tali yang dapat digunakan selama latihan.
Kombinasi tersebut memungkinkan peserta melatih otot inti, fleksibilitas, keseimbangan, serta kontrol gerakan. Tingkat kesulitan juga dapat disesuaikan berdasarkan kemampuan dan tujuan latihan.
7. Contemporary Pilates
Contemporary Pilates merupakan pengembangan dari prinsip Pilates klasik dengan pendekatan yang lebih modern. Metode ini dapat menggabungkan teknik tradisional dengan pengetahuan dari ilmu olahraga dan fisioterapi.
Penggunaan alat maupun variasi gerakannya dapat berbeda antara satu kelas dengan kelas lainnya. Instruktur biasanya menyesuaikan latihan berdasarkan kemampuan peserta dan tujuan yang ingin dicapai.
Mana Jenis Pilates yang Cocok untuk Pemula?
Tidak ada satu jenis Pilates yang otomatis menjadi pilihan terbaik bagi semua pemula. Pilihan latihan perlu mempertimbangkan pengalaman, kemampuan tubuh, tujuan, serta metode yang digunakan dalam kelas.
Mat Pilates dapat menjadi pilihan awal bagi orang yang ingin mengenal dasar-dasar gerakan. Sementara itu, latihan dengan alat seperti reformer atau Cadillac sebaiknya dilakukan dengan instruktur yang mampu menjelaskan penggunaan peralatan secara tepat.
Bagi peserta yang memiliki kebutuhan latihan tertentu, konsultasi dengan instruktur dapat membantu menentukan metode yang sesuai. Pendekatan tersebut juga memungkinkan latihan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta.
Pada akhirnya, jenis Pilates yang dipilih sebaiknya bukan sekadar mengikuti tren. Pemahaman terhadap karakter setiap metode membantu pemula memulai latihan secara lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan tubuh. (Wd/*)










