Jafar Ahmad Resmi Jadi Profesor IAIN Kerinci

Rektor IAIN Kerinci Jafar Ahmad meraih jabatan Guru Besar bidang Ilmu Politik dan Sosial Budaya mulai 1 Agustus 2026.

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jafar Ahmad Resmi Jadi Profesor IAIN Kerinci (Foto: britainaja.com)

Jafar Ahmad Resmi Jadi Profesor IAIN Kerinci (Foto: britainaja.com)

Kabarinaja.id – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jafar Ahmad, resmi menyandang jabatan Profesor atau Guru Besar bidang Ilmu Politik dan Sosial Budaya.

Penetapan tersebut berlaku terhitung mulai 1 Agustus 2026. Capaian ini menandai peningkatan jabatan akademik Jafar Ahmad dari Lektor Kepala menuju Guru Besar.

Jafar Ahmad Profesor Setelah Lolos Uji Kompetensi

Jabatan profesor tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 19604/M/KPT.KP/2026.

Keputusan itu ditetapkan di Jakarta pada 10 Agustus 2026. Sebelum memperoleh penetapan tersebut, Jafar Ahmad harus melewati tahapan penilaian kompetensi jabatan akademik dosen.

Kepastian mengenai pemenuhan kompetensinya juga tercantum dalam sertifikat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 16019/B4/DT.04.01/2026.

Sertifikat yang diterbitkan pada 22 Juli 2026 tersebut menyatakan Jafar Ahmad memenuhi persyaratan kompetensi untuk menduduki jabatan akademik Profesor.

Rekam Akademik dan Kepemimpinan

Perjalanan akademik Jafar Ahmad berlangsung beriringan dengan kiprahnya di lingkungan perguruan tinggi. Ia merupakan lulusan doktoral Universitas Indonesia dan menekuni bidang Ilmu Politik serta Sosial Budaya.

Baca Juga :  Elpisina Ajak Generasi Muda Jambi Jadi Agen Perubahan Perangi Hoaks dan Perundungan Cyber

Profil resmi IAIN Kerinci sebelumnya mencatat Jafar Ahmad sebagai dosen dengan pendidikan terakhir doktor. Ia juga tercatat aktif dalam pengembangan akademik di lingkungan kampus tersebut.

Di luar aktivitas akademik, Jafar Ahmad memiliki pengalaman dalam pelayanan publik. Ia pernah memimpin Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Jambi sebelum kembali menjalankan peran di dunia pendidikan tinggi.

Saat ini, ia memimpin IAIN Kerinci untuk periode 2025–2029. Jafar Ahmad dilantik sebagai rektor oleh Menteri Agama pada 4 Februari 2025, setelah sebelumnya menjalankan tugas sebagai Wakil Rektor II.

Jabatan Profesor Tambah Peran Rektor

Gelar Guru Besar tersebut hadir ketika Jafar Ahmad masih menjalankan tanggung jawab sebagai Rektor IAIN Kerinci.

Situs resmi IAIN Kerinci juga masih mencatat Jafar Ahmad sebagai rektor dalam sejumlah kegiatan kampus sepanjang 2026. Pada Juli 2026, misalnya, ia terlibat dalam agenda kerja sama perguruan tinggi serta berbagai kegiatan kelembagaan dan kemasyarakatan.

Baca Juga :  Polres Kerinci Bagikan 700 Masker Gratis untuk Masyarakat

Dengan tambahan jabatan akademik tersebut, peran Jafar Ahmad mencakup dua tanggung jawab penting. Ia menjalankan kepemimpinan institusi sekaligus membawa kapasitas akademik sebagai Guru Besar bidang Ilmu Politik dan Sosial Budaya.

Jafar Ahmad Sampaikan Rasa Syukur

Atas pencapaian tersebut, Jafar Ahmad menyampaikan rasa syukur setelah resmi memperoleh jabatan akademik tertinggi bagi dosen tersebut.

“Alhamdulillah,” ujar Jafar Ahmad.

Bagi lingkungan IAIN Kerinci, capaian itu menjadi bagian dari perkembangan sumber daya akademik kampus. Gelar Guru Besar juga memperkuat posisi Jafar Ahmad dalam bidang keilmuan yang selama ini menjadi fokus akademiknya.

Pencapaian tersebut turut menjadi kabar positif bagi masyarakat Kerinci dan civitas akademika IAIN Kerinci. Kehadiran profesor dari lingkungan kampus daerah dapat memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan. (Wd/*)

Berita Terkait

Kemarau Panjang Picu 5 Hektare Lahan Jagung di Kota Jambi Gagal Panen
Ratusan Warga Zona Merah Blokir Akses Menuju Stasiun Pompa 3 Pertamina
Kabut Asap di Jambi Jadi Perhatian, Kasus ISPA Tembus 11.283
Harga Sayuran di Jambi Naik Akibat Kemarau Panjang
10 Hektare Lahan Karhutla di Kumpeh Ulu Berhasil Dipadamkan
362 Anak di Kota Jambi Terdeteksi Stunting, Alam Barajo Tertinggi
Kualitas Udara Muaro Jambi Memburuk, ISPU Capai 325
Hujan Mulai Turun, 59 Hotspot Masih Terdeteksi di Jambi
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Kemarau Panjang Picu 5 Hektare Lahan Jagung di Kota Jambi Gagal Panen

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Ratusan Warga Zona Merah Blokir Akses Menuju Stasiun Pompa 3 Pertamina

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kabut Asap di Jambi Jadi Perhatian, Kasus ISPA Tembus 11.283

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Harga Sayuran di Jambi Naik Akibat Kemarau Panjang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:12 WIB

10 Hektare Lahan Karhutla di Kumpeh Ulu Berhasil Dipadamkan

Berita Terbaru

Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Lima Program untuk Santri (Foto: RRI/Nadya)

Nasional

Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Lima Program untuk Santri

Kamis, 22 Okt 2026 - 17:04 WIB

Hari Santri 2026, Prabowo Soroti Peran Pesantren bagi Bangsa (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/rri)

Nasional

Hari Santri 2026, Prabowo Soroti Peran Pesantren bagi Bangsa

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:06 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000 Jadi Rp2,55 Juta (Foto: Logam Mulia/rri)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000 Jadi Rp2,55 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:56 WIB