362 Anak di Kota Jambi Terdeteksi Stunting, Alam Barajo Tertinggi

Data Agustus 2026 mencatat 362 anak di Kota Jambi terdeteksi stunting dari sekitar 18 ribu sasaran yang diperiksa.

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi, Misman.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi, Misman.

Kabarinaja.id – Persoalan stunting masih menjadi perhatian Pemerintah Kota Jambi. Berdasarkan data Agustus 2026, sebanyak 362 anak di Kota Jambi terdeteksi mengalami stunting.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi, Misman mengatakan data tersebut bersumber dari Dinas Kesehatan Kota Jambi.

Dari sekitar 18 ribu sasaran yang telah menjalani pemeriksaan, ditemukan 362 anak yang masuk kategori stunting. Jumlah tersebut setara dengan 1,91 persen berdasarkan data Agustus 2026.

“Itu ada 1,91 persen dari data Agustus 2026,” kata Misman belum lama ini.

Menurut Misman, masih ditemukannya kasus stunting menunjukkan penanganan terhadap persoalan tersebut perlu terus dilakukan. DPPKB bersama instansi terkait akan berupaya menangani anak-anak yang telah teridentifikasi mengalami stunting.

Baca Juga :  Sosialisasi 4 Pilar MPR RI: Elpisina Tekankan Pentingnya Persatuan Ditengah Keragaman

“Karena masih ada stunting, kami punya tugas untuk menyelesaikannya bersama pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Selain 362 anak yang telah teridentifikasi mengalami stunting, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kelompok yang masuk dalam kategori berisiko.

Lebih dari 92 ribu sasaran yang masuk dalam pendataan risiko stunting, terdapat 10 ribu lebih yang terindikasi berisiko mengalami stunting.

Ia menjelaskan, masuk dalam kategori berisiko tidak berarti seseorang sudah mengalami stunting. Penentuan risiko dilakukan berdasarkan sejumlah variabel yang menjadi indikator dalam pendataan.

Baca Juga :  Harapan Baru Nelayan, Monadi dan PT KMH Lepas Ribuan Benih Ikan di Danau Kerinci

“Ada beberapa variabel untuk mengetahui apakah masuk stunting atau tidak. Itu dilihat dari usia kehamilan, usia saat hamil dan lainnya,”katanya.

Data kelompok berisiko tersebut tersebar di 11 kecamatan di Kota Jambi. Kecamatan Alam Barajo menjadi wilayah dengan jumlah risiko stunting tertinggi.

Misman mengatakan tingginya jumlah tersebut salah satunya berkaitan dengan jumlah penduduk Kecamatan Alam Barajo yang relatif lebih besar dibandingkan sejumlah kecamatan lainnya.

“Nomor satu di wilayah Kecamatan Alam Barajo, karena mereka banyak jumlah penduduk sehingga nomor satu di sana,”ujarnya.

Berita Terkait

Ratusan Warga Zona Merah Blokir Akses Menuju Stasiun Pompa 3 Pertamina
Kabut Asap di Jambi Jadi Perhatian, Kasus ISPA Tembus 11.283
Harga Sayuran di Jambi Naik Akibat Kemarau Panjang
10 Hektare Lahan Karhutla di Kumpeh Ulu Berhasil Dipadamkan
Kualitas Udara Muaro Jambi Memburuk, ISPU Capai 325
Hujan Mulai Turun, 59 Hotspot Masih Terdeteksi di Jambi
Kabut Asap Perairan Jambi, Nelayan Diminta Waspada
Kekeringan Melanda, Pemkot Jambi Salurkan 1,345 Juta Liter Air Bersih
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Ratusan Warga Zona Merah Blokir Akses Menuju Stasiun Pompa 3 Pertamina

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kabut Asap di Jambi Jadi Perhatian, Kasus ISPA Tembus 11.283

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Harga Sayuran di Jambi Naik Akibat Kemarau Panjang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:12 WIB

10 Hektare Lahan Karhutla di Kumpeh Ulu Berhasil Dipadamkan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:55 WIB

362 Anak di Kota Jambi Terdeteksi Stunting, Alam Barajo Tertinggi

Berita Terbaru

Rachel Vennya Buka Suara soal Karhutla Kalimantan (Foto:  Instagram/rachelvennya/medcom)

Showbiz

Rachel Vennya Buka Suara soal Karhutla Kalimantan

Rabu, 14 Okt 2026 - 12:07 WIB

Kombinasi Dinding Polos dan Roster untuk Teras Rumah

Tips & Trik

Kombinasi Dinding Polos dan Roster untuk Teras Rumah

Selasa, 13 Okt 2026 - 09:24 WIB