SAP Autonomous Enterprise AI Terinspirasi Evolusi GTA

SAP memanfaatkan evolusi seri Grand Theft Auto sebagai ilustrasi transformasi perangkat lunak perusahaan menuju era Autonomous Enterprise berbasis kecerdasan buatan.

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAP Autonomous Enterprise AI Terinspirasi Evolusi GTA (Foto: Medcom/Mamduh)

SAP Autonomous Enterprise AI Terinspirasi Evolusi GTA (Foto: Medcom/Mamduh)

Kabarinaja.id – Gelaran SAP Now AI Tour Southeast Asia 2026 menghadirkan pendekatan yang berbeda dalam menjelaskan arah perkembangan teknologi perusahaan. Alih-alih membuka presentasi dengan grafik bisnis, SAP memilih menggunakan evolusi seri Grand Theft Auto (GTA) sebagai ilustrasi perjalanan transformasi perangkat lunak perusahaan menuju era Autonomous Enterprise berbasis kecerdasan buatan (AI).

Pendekatan tersebut di sampaikan oleh Varun Thamba, Global Vice President & Head AI Go-To-Market SAP, di hadapan ratusan pelaku industri dari berbagai negara Asia Tenggara.

Evolusi GTA Dijadikan Gambaran Transformasi Teknologi

Thamba memulai presentasinya dengan sebuah pertanyaan sederhana mengenai pengalaman peserta bermain GTA. Respons yang muncul cukup besar karena hampir setengah peserta mengaku pernah memainkan seri gim populer besutan Rockstar Games tersebut.

Menurutnya, perkembangan setiap generasi GTA mencerminkan perubahan yang juga terjadi pada perangkat lunak perusahaan.

Ia mengenang pengalaman memainkan GTA 2 yang masih menggunakan tampilan visual dua dimensi berbasis piksel. Meski sederhana, permainan tersebut dinilai tetap mampu memberikan pengalaman bermain yang solid melalui alur cerita yang kuat.

Kondisi itu, menurut Thamba, serupa dengan era SAP R/3, sistem yang di kenal stabil dalam menjalankan transaksi bisnis penting meskipun antarmukanya masih di anggap kurang modern.

SAP Fiori Mengubah Pengalaman Pengguna

Perubahan besar mulai terlihat ketika seri GTA Vice City hadir dengan dunia permainan tiga dimensi yang lebih bebas di eksplorasi.

Perkembangan tersebut di bandingkan dengan hadirnya SAP Fiori, yang membawa pembaruan signifikan terhadap pengalaman pengguna tanpa mengubah fondasi proses bisnis yang telah berjalan.

Baca Juga :  AI Kian Tak Terbendung, ChatGPT hingga Gemini Berhasil Taklukkan Ujian Masuk Kampus Elite Jepang

Antarmuka Lebih Modern dan Fleksibel

Melalui SAP Fiori, pengguna memperoleh tampilan yang lebih intuitif sehingga aktivitas operasional menjadi lebih mudah di lakukan.

Bagi SAP, transformasi tidak hanya berfokus pada fungsi sistem, tetapi juga pada kenyamanan pengguna ketika berinteraksi dengan aplikasi perusahaan.

GTA 6 Jadi Ilustrasi Era Autonomous Enterprise

Thamba kemudian mengaitkan kehadiran GTA 6, yang menawarkan dunia permainan dinamis dan mampu beradaptasi terhadap aktivitas pemain, dengan visi terbaru SAP mengenai perusahaan otonom.

Ia menjelaskan bahwa Autonomous Enterprise memungkinkan berbagai proses bisnis berjalan secara lebih cerdas melalui dukungan AI, sementara manusia tetap berperan sebagai pengambil keputusan utama.

“Dengan perusahaan otonom, kita masuk ke dalam era teknologi yang mampu menjalankan berbagai domain dan proses bisnis secara lebih cerdas, meminimalkan hambatan, dan beroperasi secara penuh secara otonom dengan manusia tetap berada di dalam kendali (human in the loop),” ujar Thamba.

Dunia Bisnis Tidak Bisa Menunggu 13 Tahun

Dalam pemaparannya, Thamba juga menyinggung lamanya proses pengembangan GTA 6 yang di perkirakan mencapai sekitar 13 tahun.

Ia menilai pendekatan seperti itu tidak dapat di terapkan di dunia bisnis karena perusahaan membutuhkan manfaat transformasi AI dalam waktu yang jauh lebih cepat.

Menurutnya, organisasi saat ini memerlukan peningkatan efisiensi yang bisa di rasakan sejak implementasi awal, bukan setelah bertahun-tahun.

SAP Siapkan Infrastruktur AI Terintegrasi

Untuk mempercepat transformasi tersebut, SAP mengembangkan platform AI yang telah terintegrasi dengan proses bisnis perusahaan.

Baca Juga :  Pre-Order GTA 6 Konsol Resmi Dibuka, Ini Harga di Indonesia

Saat ini, sistem tersebut mendukung sekitar 120 proses bisnis kritis dan di topang oleh 7,3 juta data fields yang membangun knowledge graph serta tata kelola data perusahaan.

Infrastruktur tersebut di rancang agar perusahaan dapat mengimplementasikan AI secara lebih aman sekaligus tetap menjaga kualitas pengelolaan data.

Arsitektur Tiga Lapis Percepat Otomasi Bisnis

Sebagai fondasi Autonomous Enterprise, SAP memperkenalkan arsitektur AI yang terdiri atas tiga komponen utama.

Assistants

Lapisan pertama berupa Assistants, yaitu asisten digital berbasis Joule yang menjadi titik interaksi utama pengguna dalam berbagai aktivitas bisnis.

Agents

Lapisan berikutnya adalah Agents, yang bertugas menjalankan serta mengoordinasikan proses bisnis kompleks secara otomatis, mulai dari pencarian pemasok hingga rekonsiliasi transaksi antarperusahaan.

Skills

Komponen terakhir adalah Skills, yaitu kemampuan standar yang dapat langsung di gunakan maupun disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing organisasi.

Target Hampir 200 Agen AI Siap Digunakan

SAP menargetkan menghadirkan hampir 200 agen AI siap pakai hingga akhir tahun.

Teknologi tersebut akan mendukung berbagai fungsi perusahaan, termasuk bidang keuangan, rantai pasok, sumber daya manusia, dan pengalaman pelanggan.

Salah satu implementasinya berada pada proses penutupan laporan keuangan bulanan. Berdasarkan pemaparan SAP, kolaborasi sejumlah agen AI mampu meningkatkan efisiensi proses tersebut sekitar 10 hingga 30 persen.

Melalui strategi ini, SAP ingin mempercepat adopsi AI di lingkungan perusahaan sehingga transformasi digital dapat menghasilkan manfaat nyata tanpa harus menunggu proses pengembangan yang memakan waktu bertahun-tahun. (Wd/*)

Berita Terkait

Cara Membuat Foto Bollywood Retro 1980-an di ChatGPT
Kacamata AI Makin Populer, Kekhawatiran Privasi Ikut Meningkat
14 Aplikasi Video Call Gratis untuk Temani Komunikasi
BlockAway Proxy: Cara Pakai dan Risiko Keamanannya
Tren Foto 80-an Makin Viral, Ini Prompt AI yang Bisa Dicoba
BlockAway DuckDuckGo Itu Apa? Ini Fungsi Sebenarnya
Samsung SFT 2026 Latih Anak Muda Kembangkan Solusi AI
Apple Garap Dua Game Controller, Terungkap di macOS 26.7
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:14 WIB

Cara Membuat Foto Bollywood Retro 1980-an di ChatGPT

Senin, 14 September 2026 - 10:05 WIB

Kacamata AI Makin Populer, Kekhawatiran Privasi Ikut Meningkat

Sabtu, 12 September 2026 - 19:02 WIB

14 Aplikasi Video Call Gratis untuk Temani Komunikasi

Sabtu, 12 September 2026 - 16:22 WIB

BlockAway Proxy: Cara Pakai dan Risiko Keamanannya

Jumat, 11 September 2026 - 22:11 WIB

Tren Foto 80-an Makin Viral, Ini Prompt AI yang Bisa Dicoba

Berita Terbaru

Andre Taulany dan Amanda Rigby (Foto: youtube/medcom)

Showbiz

Andre Taulany dan Amanda Rigby Resmi Menikah

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:18 WIB

Kabut Asap Perairan Jambi, Nelayan Diminta Waspada

Daerah

Kabut Asap Perairan Jambi, Nelayan Diminta Waspada

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:04 WIB