LVMH Catat Pertumbuhan Fashion Mewah Setelah Dua Tahun

Penjualan Louis Vuitton dan Dior kembali menguat, didukung pemulihan permintaan di Amerika Serikat serta koleksi baru yang menarik minat konsumen global.

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LVMH Catat Pertumbuhan Fashion Mewah Setelah Dua Tahun (Foto: ChatGPT)

LVMH Catat Pertumbuhan Fashion Mewah Setelah Dua Tahun (Foto: ChatGPT)

Kabarinaja.idIndustri LVMH kembali menjadi sorotan setelah perusahaan barang mewah terbesar di dunia itu membukukan pertumbuhan pada bisnis fashion dan barang kulit di kuartal II 2026. Kinerja tersebut menjadi pencapaian penting karena mengakhiri tren penurunan yang berlangsung selama tujuh kuartal berturut-turut. Pemulihan ini memperlihatkan bahwa permintaan terhadap produk premium mulai bergerak naik di sejumlah pasar utama.

Data perusahaan menunjukkan divisi fashion dan barang kulit menghasilkan pendapatan sebesar €8,9 miliar atau sekitar US$10,12 miliar pada periode April–Juni 2026. Nilai tersebut meningkat 1 persen di bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaikan performa ini di dukung meningkatnya penjualan di Amerika Serikat serta mulai pulihnya minat konsumen terhadap produk Dior setelah hadirnya direktur kreatif baru, Jonathan Anderson.

Penjualan Louis Vuitton dan Dior Kembali Menguat

Dua merek andalan LVMH, Louis Vuitton dan Dior, sama-sama mencatat pertumbuhan penjualan selama kuartal kedua tahun ini.

Louis Vuitton mempertahankan laju pertumbuhan yang sejalan dengan performa keseluruhan grup. Sementara itu, Dior membukukan peningkatan yang sedikit lebih tinggi di bandingkan merek lainnya.

Koleksi terbaru yang di perkenalkan Jonathan Anderson di nilai mampu menarik perhatian konsumen, terutama pada kategori tas tangan dan pakaian siap pakai. Respons positif tersebut menjadi modal penting bagi Dior yang saat ini menghadapi persaingan ketat di segmen barang mewah global.

Strategi Kreatif Dinilai Mulai Memberikan Dampak

Perubahan arah desain di Dior menjadi salah satu faktor yang di sebut berkontribusi terhadap peningkatan penjualan.

Baca Juga :  7 Mie Ayam Dekat UGM Paling Enak dan Murah Favorit Mahasiswa

Konsumen mulai memberikan respons positif terhadap koleksi baru, sehingga memperkuat posisi Dior di tengah kompetisi dengan berbagai rumah mode internasional.

Momentum tersebut memperlihatkan bahwa inovasi produk masih menjadi salah satu penentu utama dalam menjaga daya tarik merek premium.

Amerika Serikat dan Jepang Jadi Motor Pertumbuhan

Kepala Keuangan LVMH, Cecile Cabanis, menjelaskan bahwa peningkatan penjualan Dior di Amerika Serikat dan Jepang mencapai dua digit.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pasar barang mewah masih memiliki ruang pertumbuhan tanpa harus bergantung pada perpindahan pelanggan dari satu merek ke merek lainnya.

Ia menilai peningkatan kekayaan masyarakat di berbagai negara ikut mendorong permintaan terhadap produk premium.

“Ketika kekayaan meningkat, minat terhadap barang mewah juga ikut tumbuh,” ujar Cabanis.

Pergerakan positif pasar saham di Amerika Serikat dan Korea Selatan yang di pengaruhi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) juga di sebut menciptakan optimisme baru bagi konsumsi barang mewah.

Pendapatan Grup Tetap Bertumbuh Meski Ada Tekanan

Secara keseluruhan, LVMH membukukan pendapatan sebesar €19,5 miliar pada kuartal II 2026 atau naik 3 persen secara organik.

Pada semester pertama tahun ini, laba operasional tercatat €8,7 miliar, turun sekitar 4 persen akibat pengaruh fluktuasi nilai tukar. Walau demikian, margin operasional perusahaan tetap terjaga di level 22,5 persen, menunjukkan efisiensi bisnis masih berjalan stabil.

Bagi pelaku industri, kestabilan margin tersebut menjadi indikator bahwa perusahaan masih mampu menjaga profitabilitas di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga :  Rahasia Mengatasi Kulit Kendur dan Keriput Secara Permanen

Bisnis Perhiasan dan Minuman Ikut Mengalami Pemulihan

Performa positif juga terlihat pada lini usaha lain milik LVMH.

Divisi perhiasan dan jam tangan mencatat pertumbuhan penjualan 11 persen, di dorong oleh permintaan terhadap produk Tiffany dan Bvlgari.

Sementara itu, sektor minuman beralkohol yang sebelumnya mengalami perlambatan mulai menunjukkan perbaikan. Penjualannya meningkat 5 persen berkat tingginya permintaan terhadap sampanye dan rosé di berbagai pasar internasional.

Diversifikasi bisnis tersebut membantu menjaga keseimbangan pendapatan perusahaan ketika salah satu segmen menghadapi tekanan.

Konflik Geopolitik Masih Menjadi Tantangan

Meski tren pemulihan mulai terlihat, LVMH masih menghadapi sejumlah tantangan eksternal.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah disebut mengurangi pertumbuhan penjualan sekitar satu poin persentase. Kondisi tersebut berkaitan dengan belum pulihnya arus wisatawan menuju pusat-pusat perbelanjaan di kawasan Teluk.

Faktor geopolitik masih menjadi variabel yang dapat memengaruhi konsumsi barang mewah, terutama di wilayah yang bergantung pada sektor pariwisata internasional.

Prospek Industri Fashion Mewah Mulai Menguat

Performa terbaru LVMH menjadi salah satu indikator bahwa industri fashion mewah mulai memasuki fase pemulihan setelah mengalami perlambatan dalam dua tahun terakhir.

Pertumbuhan permintaan di Amerika Serikat, Jepang, dan sejumlah pasar utama memberikan sinyal positif bagi pelaku industri global. Apabila kondisi ekonomi dunia tetap mendukung daya beli konsumen kelas atas, peluang ekspansi bisnis barang premium diperkirakan masih terbuka pada periode berikutnya. (Wd/*)

Berita Terkait

Afirmasi Positif Pagi untuk Awali Hari Lebih Semangat
4 Tips Finansial Generasi Sandwich Bebas Beban Ganda
7 Mie Ayam Dekat UGM Paling Enak dan Murah Favorit Mahasiswa
7 Terminal Bandara Terindah di Dunia 2026
Gaya Modis Zendaya & Tom Holland di Press Tour Spider-Man 4
Adidas Samba Diskon Gede-Gedean di Web Resmi, Kini Cuma Rp1 Jutaan
Kim Nam Gil dan Lee Yoo Mi Dipastikan Bintangi Drama Thriller Baru SBS ‘Nightmare’
Kim Nam Gil dan Lee Yoo Mi Dipasangkan di Drakor Thriller Baru ‘Nightmare’
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:03 WIB

LVMH Catat Pertumbuhan Fashion Mewah Setelah Dua Tahun

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:01 WIB

Afirmasi Positif Pagi untuk Awali Hari Lebih Semangat

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:04 WIB

4 Tips Finansial Generasi Sandwich Bebas Beban Ganda

Senin, 22 Juni 2026 - 18:07 WIB

7 Mie Ayam Dekat UGM Paling Enak dan Murah Favorit Mahasiswa

Senin, 22 Juni 2026 - 15:07 WIB

7 Terminal Bandara Terindah di Dunia 2026

Berita Terbaru

Touring Motor Sumba 600 Km, Ini Syarat Ikutnya (Foto: mie/medcom/chatgpt)

Otomotif

Touring Motor Sumba 600 Km, Ini Syarat Ikutnya

Rabu, 29 Jul 2026 - 16:04 WIB

Tiket Konser Kanye West Jakarta 2026 Resmi Dijual (Foto: ChatGPT)

Showbiz

Tiket Konser Kanye West Jakarta 2026 Resmi Dijual

Rabu, 29 Jul 2026 - 15:02 WIB

LVMH Catat Pertumbuhan Fashion Mewah Setelah Dua Tahun (Foto: ChatGPT)

Lifestyle

LVMH Catat Pertumbuhan Fashion Mewah Setelah Dua Tahun

Rabu, 29 Jul 2026 - 14:03 WIB

Film Berbagi Suami 2.0 Selesai Syuting, Siap Tayang 2027 (Foto: Ist/medcom)

Showbiz

Film Berbagi Suami 2.0 Selesai Syuting, Siap Tayang 2027

Rabu, 29 Jul 2026 - 13:06 WIB

Privasi AI Terancam, Chat Claude Sempat Muncul di Google (Foto: Ist/medcom/chatgpt)

Teknologi

Privasi AI Terancam, Chat Claude Sempat Muncul di Google

Rabu, 29 Jul 2026 - 12:07 WIB