Kabarinaja.id – Pilihan warna seprai ternyata berkaitan dengan perilaku kutu kasur saat mencari tempat berlindung. Sejumlah penelitian menunjukkan serangga kecil ini cenderung memilih area berwarna merah dan hitam dibandingkan putih.
Temuan tersebut berasal dari penelitian mengenai respons kutu kasur terhadap berbagai warna tempat berlindung. Studi yang dimuat dalam Journal of Medical Entomology pada 2016 menemukan warna merah dan hitam menjadi pilihan yang menonjol bagi kutu kasur.
Penelitian lain pada kutu kasur tropis (Cimex hemipterus) juga menemukan kecenderungan serupa. Hasilnya menunjukkan kutu kasur yang sudah makan maupun lapar lebih memilih tempat berlindung merah dan hitam daripada putih.
Merah dan Hitam Lebih Sering Dipilih
Penelitian terhadap Cimex lectularius menggunakan sejumlah pengujian untuk melihat respons kutu kasur terhadap warna. Hasilnya, tempat berlindung merah dipilih sekitar 28,5 persen, sedangkan hitam mencapai 23,4 persen.
Namun, respons tersebut tidak selalu sama pada setiap kondisi. Peneliti menemukan preferensi warna dapat berubah berdasarkan jenis kelamin, status nutrisi, tahap perkembangan, hingga kondisi kutu saat berada dalam kelompok.
Pada penelitian terhadap kutu kasur tropis yang diterbitkan Tropical Life Sciences Research pada 2024, warna merah dan hitam juga lebih banyak dipilih dibandingkan putih. Pengujian melibatkan kutu kasur jantan, betina, serta nimfa dalam kondisi kenyang maupun lapar.
Mengapa Warna Bisa Berpengaruh?
Kutu kasur menggunakan sejumlah petunjuk ketika mencari tempat berlindung. Rangsangan visual menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pilihan serangga tersebut.
Para peneliti menduga warna gelap seperti merah dan hitam dapat memberikan petunjuk visual yang sesuai dengan kecenderungan kutu kasur mencari tempat persembunyian. Meski begitu, warna bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberadaan kutu kasur.
Seprai Putih Lebih Mudah Membantu Pemeriksaan
Berbeda dengan merah dan hitam, putih termasuk warna yang lebih jarang dipilih dalam pengujian tertentu. Penelitian pada kutu kasur tropis menunjukkan warna putih menjadi pilihan paling rendah ketika serangga diberi pilihan merah, hitam, dan putih.
Kondisi tersebut membuat seprai berwarna terang dapat memiliki keuntungan praktis. Kutu, noda darah kecil, telur, atau bintik gelap akibat aktivitas kutu kasur cenderung lebih mudah terlihat pada permukaan berwarna putih.
Meski demikian, penggunaan seprai putih bukan berarti dapat mencegah infestasi. Kutu kasur tetap mencari manusia sebagai sumber darah dan membutuhkan celah atau tempat aman untuk bersembunyi.
Ganti Seprai Saja Tidak Cukup
Warna seprai yang disukai kutu kasur dapat menjadi informasi tambahan dalam memahami perilaku serangga tersebut. Namun, mengganti seprai merah atau hitam menjadi putih tidak bisa dianggap sebagai metode pemberantasan kutu kasur.
Penelitian justru menunjukkan warna berpotensi dimanfaatkan untuk mengembangkan perangkat pemantauan atau perangkap kutu kasur. Temuan tersebut dapat membantu pengembangan strategi pengendalian infestasi yang lebih efektif.
Jika menemukan tanda keberadaan kutu kasur, pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada bagian jahitan kasur, celah tempat tidur, dan area tersembunyi di sekitarnya. Noda darah kecil, bintik gelap, telur, atau serangga hidup dapat menjadi petunjuk adanya infestasi.
Dengan demikian, warna seprai lebih tepat dipandang sebagai salah satu faktor yang berkaitan dengan perilaku kutu kasur, bukan solusi tunggal untuk mengatasinya. (Wd/*)










