Penipuan FaceTime Marak, Pengguna iPhone Diminta Waspada

Apple dan FTC mengingatkan pengguna iPhone agar tidak mudah percaya pada panggilan FaceTime yang meminta verifikasi, berbagi layar, atau transfer dana.

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 15:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penipuan FaceTime Marak, Pengguna iPhone Diminta Waspada (Foto: Shutterstock/detiknet)

Penipuan FaceTime Marak, Pengguna iPhone Diminta Waspada (Foto: Shutterstock/detiknet)

Kabarinaja.id – Penipuan FaceTime kembali menjadi perhatian setelah Apple bersama Federal Trade Commission (FTC) mengeluarkan peringatan kepada pengguna iPhone dan iPad. Modus ini memanfaatkan panggilan video untuk meyakinkan korban agar menyerahkan data pribadi, membagikan layar, hingga melakukan transaksi keuangan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerugian jika pengguna tidak mengenali ciri-ciri serangan rekayasa sosial yang kini semakin berkembang.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber tidak lagi hanya mengandalkan pesan singkat atau email palsu. Mereka kini memanfaatkan fitur komunikasi video yang lebih personal untuk membangun kepercayaan korban dalam waktu singkat.

Apple Ungkap Cara Kerja Modus Penipuan FaceTime

Apple menjelaskan bahwa pelaku biasanya menghubungi calon korban melalui berbagai saluran komunikasi, mulai dari telepon, FaceTime, SMS, hingga email. Mereka sering mengaku sebagai petugas bank, penyedia layanan teknologi, atau institusi resmi lainnya.

Target umumnya menerima pesan yang menyebut adanya aktivitas mencurigakan pada rekening bank, kartu kredit, atau akun digital. Korban kemudian di arahkan untuk menghubungi nomor tertentu atau menerima panggilan lanjutan dari pelaku.

Melalui percakapan tersebut, pelaku berusaha menciptakan rasa panik agar korban segera mengikuti setiap instruksi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Bagaimana Penipu Memanfaatkan Fitur Share Screen?

Korban Diminta Beralih ke Video Call

Setelah komunikasi awal berhasil di lakukan, pelaku biasanya meminta korban berpindah ke panggilan video menggunakan FaceTime. Alasannya beragam, mulai dari proses verifikasi identitas hingga bantuan teknis.

Baca Juga :  Chip M5 Diduga Masuk Server AI Apple, Ini Perannya

Pada tahap inilah korban di arahkan untuk mengaktifkan fitur berbagi layar (share screen). Saat layar di bagikan, pelaku dapat melihat berbagai aktivitas yang di lakukan korban secara langsung.

Data Sensitif Bisa Terlihat Saat Diketik

Ketika korban membuka aplikasi perbankan atau layanan digital lainnya, pelaku dapat mengamati informasi penting, termasuk kode keamanan, username, password, maupun kode verifikasi yang sedang di masukkan.

Dalam sejumlah kasus, korban bahkan di arahkan untuk mentransfer dana dengan alasan melindungi rekening dari ancaman tertentu. Padahal, uang tersebut justru dikirim ke rekening yang di kendalikan pelaku.

FTC menilai modus yang mengatasnamakan lembaga keuangan masih menjadi salah satu cara paling efektif bagi pelaku untuk memperoleh akses terhadap dana milik korban.

Modus Dukungan Teknis Palsu Juga Beralih ke FaceTime

Serangan serupa juga ditemukan pada skema dukungan teknis palsu. Korban biasanya menerima SMS yang mengklaim perangkatnya mengalami gangguan atau terindikasi masalah keamanan.

Setelah korban merespons, pelaku mengajak melakukan panggilan FaceTime dengan alasan membantu memperbaiki perangkat dari jarak jauh.

Saat sesi video berlangsung, korban diminta mengubah sejumlah pengaturan perangkat atau membagikan tampilan layar. Kesempatan tersebut di manfaatkan pelaku untuk memperoleh akses terhadap informasi akun maupun kredensial penting.

Baca Juga :  ROG Edition 20 Meluncur di Computex 2026, Rayakan 20 Tahun Inovasi Gaming

Tanda-Tanda Penipuan FaceTime yang Perlu Diwaspadai

Beberapa ciri umum yang perlu di kenali antara lain:

  • Panggilan mendadak yang mengatasnamakan bank atau perusahaan teknologi.
  • Permintaan membagikan layar selama video call.
  • Desakan untuk memberikan password atau kode OTP.
  • Instruksi mentransfer uang dengan alasan keamanan rekening.
  • Permintaan mengambil keputusan secara terburu-buru.

Apabila menemui situasi tersebut, pengguna sebaiknya segera mengakhiri percakapan dan melakukan konfirmasi melalui saluran resmi perusahaan terkait.

Langkah Aman agar Tidak Menjadi Korban

Apple menegaskan bahwa pegawai resmi maupun petugas bank tidak akan meminta password, kode verifikasi, PIN, ataupun informasi sensitif melalui FaceTime maupun telepon.

Pengguna juga di sarankan untuk tidak pernah mengaktifkan fitur share screen ketika berkomunikasi dengan nomor yang tidak di kenal. Jika menerima SMS mengenai masalah rekening, hubungi layanan pelanggan bank melalui nomor resmi yang tersedia di situs atau aplikasi resmi.

Apple juga meminta pengguna melaporkan panggilan FaceTime yang diduga sebagai penipuan. Tangkapan layar informasi panggilan dapat di kirim melalui alamat email reportfacetimefraud@apple.com sebagai bagian dari upaya membantu investigasi.

Meningkatnya penggunaan layanan video call membuat pelaku kejahatan siber terus mencari cara baru untuk memanfaatkan kelengahan pengguna. Mengenali pola serangan dan menjaga kerahasiaan informasi pribadi menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko menjadi korban penipuan FaceTime. (Wd/*)

Berita Terkait

31.000 Email Phishing Terungkap, Penipu Manfaatkan Layanan Resmi Microsoft
Harga Spotify Premium Oktober 2026: Ini Perbedaan Tiga Paketnya
Internet Hilang Saat Perjalanan? Google Maps Tetap Bisa Digunakan
Coding dan AI Baru Menjangkau 25 Persen Sekolah, Ini Kendalanya
Kingston Pertahankan 62% Pasar DRAM, AI Jadi Pendorong
Penyalahgunaan AI Meningkat, Pengawasan Perlu Diperketat
WhatsApp Siapkan Tampilan Baru di Android, Navigasi Makin Modern
Cara Bayar Virtual Account Beda Bank dengan Mudah
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:09 WIB

31.000 Email Phishing Terungkap, Penipu Manfaatkan Layanan Resmi Microsoft

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Harga Spotify Premium Oktober 2026: Ini Perbedaan Tiga Paketnya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Internet Hilang Saat Perjalanan? Google Maps Tetap Bisa Digunakan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Coding dan AI Baru Menjangkau 25 Persen Sekolah, Ini Kendalanya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Kingston Pertahankan 62% Pasar DRAM, AI Jadi Pendorong

Berita Terbaru

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya (Foto:  Pemkab Lumajang/rri)

Nasional

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:13 WIB

 Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif (Foto: Medcom/Rafi)

Ekonomi

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:19 WIB

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Kesehatan

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:04 WIB