Kabarinaja.id – Pendiri Alibaba, Jack Ma, memberikan peringatan keras bahwa ketakutan dan keputusasaan generasi muda yang berpendidikan bisa menjadi penyebab orang tidak punya masa depan. Pesan menohok ini ia sampaikan langsung di hadapan para mahasiswa dalam pidatonya di Lomonosov Moscow State University.
Jack Ma menyoroti fenomena kecemasan yang kerap melanda kaum intelektual saat memikirkan masa depan mereka. Menurutnya, jika kelompok masyarakat yang paling cerdas justru menyerah pada rasa takut, maka dunia akan kehilangan motor penggerak untuk maju.
“Jika kalian dari Universitas Moskow tidak dapat menyelesaikan masalah ini, jika kalian khawatir, seluruh dunia, 99,9% orang di dunia tidak memiliki masa depan,” ujar Jack Ma seperti di kutip dari Money Control.
Mengubah Kecemasan Menjadi Peluang Baru
Guna mengatasi ancaman tersebut, pengusaha sukses asal China ini membagikan panduan taktis bagi generasi muda. Ia mendesak mahasiswa agar berhenti membuang-buang energi untuk mengkhawatirkan hal-hal yang belum terjadi.
Jack Ma menekankan pentingnya mengambil tindakan nyata sesegera mungkin daripada sekadar berdiam diri menunggu masa depan tiba. Bagi dia, peralihan dari rasa takut menuju aksi konkret merupakan kunci utama dalam meraih kesuksesan.
“Bersikaplah positif. Bersiaplah untuk itu,” tegas Ma.
Lebih lanjut, ia merekomendasikan agar anak muda melihat langsung apa yang menjadi ketakutan masyarakat saat ini. Langkah tersebut dinilai efektif karena setiap kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat sebenarnya menyimpan potensi bisnis dan peluang besar.
Solusi Menghadapi Ancaman Otomasi
“Ketika orang khawatir, bukalah pintunya, lihat apa yang mereka khawatirkan, dan mereka akan menyelesaikan masalahnya,” tambahnya.
Ia mencontohkan kecemasan global saat ini mengenai ancaman mesin yang menggantikan pekerjaan manusia. Ketakutan terhadap perubahan teknologi tersebut seharusnya menjadi celah yang harus segera diisi oleh inovasi baru.
Tugas anak muda yang berpendidikan dan cakap bukanlah menghindari kekhawatiran tersebut. Sebaliknya, mereka wajib menghadapi, memahami, serta membangun solusi nyata atas tantangan zaman yang sedang terjadi. (Wd/*)









