Kabarinaja.id – Gerhana Matahari Total di perkirakan menjadi salah satu peristiwa astronomi paling spektakuler pada abad ke-21. Fenomena yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Agustus 2027 itu akan melintasi sejumlah wilayah, termasuk Arab Saudi, sehingga Kota Makkah diperkirakan mengalami kondisi gelap pada siang hari selama beberapa menit akibat matahari tertutup sepenuhnya oleh bulan.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian astronom dunia karena memiliki durasi totalitas yang sangat panjang. Jika cuaca mendukung, jutaan orang di jalur lintasan berpeluang menyaksikan perubahan langit siang menjadi gelap layaknya senja dalam waktu singkat.
Gerhana Matahari Total 2027 Disebut sebagai Gerhana Abad Ini
Fenomena ini sering dijuluki “Gerhana Abad Ini” karena memiliki durasi totalitas sekitar 6 menit 23 detik, menjadikannya yang terlama sepanjang abad ke-21.
Catatan astronomi menunjukkan, durasi tersebut merupakan yang paling panjang sejak gerhana pada tahun 1991 dan baru akan terlampaui pada tahun 2114.
Lintasan gerhana akan melewati berbagai wilayah penting, mulai dari Spanyol bagian selatan, Afrika Utara, hingga Semenanjung Arab.
Badan Antariksa Eropa (ESA) memperkirakan sejumlah negara seperti Libya, Mesir, dan Arab Saudi akan berada di jalur utama gerhana total.
Makkah Menjadi Salah Satu Wilayah dengan Totalitas Penuh
Berdasarkan perhitungan astronomi, bagian barat Arab Saudi akan mengalami fase totalitas yang sangat jelas.
Makkah diperkirakan menjadi salah satu kota yang merasakan matahari tertutup sepenuhnya sehingga langit berubah gelap selama sekitar lima menit pada siang hari.
Fenomena serupa juga diperkirakan dapat diamati dari sejumlah kota lain di Arab Saudi, antara lain:
- Jeddah
- Taif
- Abha
- Jazan
- Al-Baha
Sementara itu, wilayah lain di negara tersebut diprediksi hanya mengalami gerhana sebagian.
Jadwal Gerhana Matahari Total di Makkah
Berikut perkiraan waktu terjadinya gerhana di Makkah pada 2 Agustus 2027:
- Awal gerhana sebagian: 12.01.58
- Awal gerhana total: 13.24.06
- Puncak gerhana total: 13.26.41
- Akhir gerhana total: 13.29.16
- Gerhana berakhir sepenuhnya: 14.53.25
Waktu tersebut merupakan hasil perhitungan astronomi dan dapat mengalami sedikit penyesuaian berdasarkan observasi resmi mendekati hari pelaksanaan.
Mengapa Gerhana Ini Menjadi Sorotan Astronom?
Durasi totalitas yang sangat panjang membuat Gerhana Matahari Total tahun 2027 memiliki nilai ilmiah tinggi.
Kondisi tersebut memberi kesempatan lebih lama bagi ilmuwan untuk mengamati lapisan luar matahari atau korona yang biasanya sulit terlihat karena cahaya matahari sangat terang.
Fenomena ini juga menjadi momen penting bagi pengamat langit, fotografer astronomi, hingga masyarakat umum yang ingin menyaksikan salah satu peristiwa alam paling langka.
Sekitar 10 hari setelah gerhana berlangsung, langit juga di perkirakan akan dihiasi hujan meteor Perseid, sehingga awal Agustus 2027 menjadi periode menarik bagi dunia astronomi.
Pandangan Islam Mengenai Gerhana Matahari
Dalam ajaran Islam, gerhana matahari dipahami sebagai salah satu tanda kebesaran Allah SWT.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa gerhana tidak berkaitan dengan kelahiran maupun wafatnya seseorang. Penjelasan ini sekaligus meluruskan keyakinan yang berkembang pada masa jahiliah.
Diriwayatkan dari Al-Mughirah bin Syu’bah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa matahari dan bulan merupakan dua tanda kekuasaan Allah. Ketika gerhana terjadi, umat Islam di anjurkan memperbanyak doa dan melaksanakan salat hingga fenomena tersebut berakhir.
Hadis tersebut di riwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.
Tata Cara Salat Gerhana
Saat terjadi gerhana, umat Islam di anjurkan melaksanakan salat kusuf untuk gerhana matahari maupun salat khusuf untuk gerhana bulan.
Pelaksanaannya di lakukan sebagaimana salat pada umumnya, dengan tata cara khusus yang di contohkan Rasulullah SAW. Apabila dikerjakan secara berjamaah, ibadah tersebut biasanya di lanjutkan dengan khutbah sebagai bentuk pengingat agar umat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Fenomena Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027 di perkirakan menjadi salah satu peristiwa langit paling bersejarah abad ini. Selain menghadirkan nilai ilmiah yang besar, peristiwa tersebut juga menjadi pengingat akan kebesaran ciptaan Allah SWT yang telah dijelaskan dalam ajaran Islam sejak masa Rasulullah SAW. (Wd/*)









