Kabarinaja.id – Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa, 2 Juni 2026. Langkah tegas ini diambil setelah pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi mendalam terhadap kinerja lembaga tersebut selama satu setengah tahun terakhir.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa BGN memegang peran yang sangat krusial dalam menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo. Oleh karena itu, presiden rutin melakukan evaluasi kinerja, termasuk terhadap pucuk pimpinan BGN. Tidak hanya Dadan, Presiden Prabowo juga memberhentikan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
Seiring dengan kabar pemberhentiannya, publik kini menyoroti total kekayaan serta isi garasi Dadan Hindayana. Berdasarkan dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (e-LHKPN), akademisi dari IPB University ini mengantongi total kekayaan mencapai Rp9.022.400.000.
Aset terbesar Dadan bersumber dari tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp5,9 miliar. Mantan Kepala BGN ini juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp322,4 juta, serta kas dan setara kas senilai Rp1,4 miliar.
Hal yang paling menyita perhatian dari dokumen LHKPN tersebut adalah isi garasi Dadan Hindayana yang menyentuh angka Rp1,4 miliar. Pria yang di kenal sebagai ahli serangga (entomologi) ini rupanya gemar mengoleksi mobil berjenis Sport Utility Vehicle (SUV). Terdapat tiga unit mobil SUV mewah yang terparkir di dalam garasinya.
Berikut adalah rincian isi garasi Dadan Hindayana berdasarkan data e-LHKPN:
-
Mazda CX-5 (Tahun 2023): Di peroleh dari hasil sendiri dengan nilai taksiran Rp675.000.000.
-
Mazda CX-3 (Tahun 2023): Di peroleh dari hasil sendiri dengan nilai taksiran Rp395.000.000.
-
Honda HR-V (Tahun 2024): Di peroleh dari hasil sendiri dengan nilai taksiran Rp330.000.000.
Catatan perjalanan Dadan selama memimpin Badan Gizi Nasional sebenarnya tidak luput dari sorotan publik. Ia sempat menuai kontroversi terkait kebijakan pengadaan aset lembaga, khususnya pengadaan sepeda motor listrik massal sepanjang tahun 2025.
Gebrakan pengadaan tersebut terbagi dalam beberapa tahap anggaran yang fantastis. Pada Mei 2025, BGN mengucurkan dana sebesar Rp406,5 milar untuk membeli 8.133 unit motor listrik di wilayah II. Selanjutnya pada Oktober 2025, instansi ini kembali mengalokasikan anggaran jumbo sebesar Rp1,22 triliun untuk mendatangkan 24.400 unit motor listrik di wilayah I.
BGN kemudian melanjutkan proyek pengadaan kendaraan roda dua tersebut pada Juli 2025 untuk wilayah I, II, dan III. Anggaran yang di gelontorkan mencapai Rp1,2 triliun guna memborong 24.400 unit motor listrik tambahan.
Dadan Hindayana sendiri mengawali kiprahnya di lembaga ini sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ia di lantik pertama kali sebagai Kepala BGN pada 19 Agustus 2024, sebelum akhirnya melanjutkan estafet kepemimpinan lembaga di bawah komando Presiden Prabowo Subianto hingga di berhentikan awal Juni ini. (Wd/*)









