Kabarinaja.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan pembangunan Jembatan Sasak Geulis di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, mulai berjalan pada tahun ini. Kepastian tersebut membawa angin segar bagi warga setempat yang telah menantikan perbaikan infrastruktur vital ini selama bertahun-tahun.
Masyarakat mengandalkan jembatan tersebut sebagai jalur mobilitas harian utama. Kondisi struktur bangunan yang mengalami kerusakan dan keretakan selama empat tahun terakhir memicu kekhawatiran besar terkait keselamatan para pengguna jalan.
Memasuki Tahap Lelang Proyek
Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah mempercepat pemenuhan aspek administratif agar pengerjaan fisik dapat segera terlaksana. Dedi mengungkapkan bahwa seluruh proses pembebasan lahan untuk area jembatan sudah mendekati penyelesaian akhir.
“Tahun ini sudah selesai pembebasan tanah, mungkin sekarang lagi lelang. Selesai tahun ini,” ujar Dedi saat memberikan keterangan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (2/6/2026).
Anggota DPRD Jawa Barat Ahmad Hidayat memperkuat pernyataan tersebut berdasarkan koordinasi dengan dinas terkait. Merujuk laporan Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jabar Agung Wahyudi, proyek flyover atau Jembatan Sasak Geulis Dayeuhkolot kini resmi masuk dalam tahap lelang.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan dana yang cukup besar demi menjamin kelancaran megaproyek ini. Ahmad menyebutkan, pihak eksekutif telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 50 miliar bersumber dari APBD Jabar guna merealisasikan pembangunan konstruksi baru tersebut.
Keterbatasan Anggaran Kabupaten Bandung
Langkah intervensi dari pemerintah provinsi menjadi solusi krusial bagi wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Bandung sebelumnya secara terbuka menyatakan ketidakmampuan finansial untuk mendanai pemugaran total jembatan jika hanya bertumpu pada kas daerah.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menjelaskan bahwa kondisi fiskal Kabupaten Bandung saat ini belum cukup kuat untuk memikul beban biaya proyek sebesar itu secara mandiri. Kendati sadar akan status jembatan sebagai akses darurat yang penting, keterbatasan anggaran memaksa pemkab meminta bantuan provinsi.
“Untuk saat ini, kalau menggunakan APBD Kabupaten Bandung, jujur saja saya belum siap,” tutur Dadang saat ditemui di Lapangan Padjadjaran, Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Selasa (10/2/2026). (Wd/*)









