OJK Bangun National Fraud Portal, Uang Korban Penipuan Rp614 Miliar Diselamatkan

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 14:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi OJK. (Foto: Shutterstock/medcom)

Ilustrasi OJK. (Foto: Shutterstock/medcom)

 Kabarinaja.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merancang National Fraud Portal melalui Indonesia Anti-Scam Center (IASC). Langkah strategis ini di ambil untuk mempercepat respons penanganan, mengintegrasikan pelaporan, dan melacak transaksi keuangan mencurigakan secara nasional. Keberadaan platform ini menjadi ruang koordinasi terpadu dalam mendeteksi aliran dana ilegal di ruang digital.

Sistem baru tersebut di targetkan mampu memangkas waktu identifikasi modus kejahatan siber. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menegaskan bahwa integrasi data antarlembaga menjadi fokus utama. OJK sedang mematangkan tata kelola operasional bersama para pemangku kepentingan agar fungsi proteksi konsumen berjalan optimal. Sektor telekomunikasi dan industri perbankan ikut di libatkan demi mempercepat pemutusan akses komunikasi para pelaku penipuan.

Baca Juga :  Arti Kode iPhone Resmi Indonesia PA/A, ID/A, SA/A, FE/A

Krisis Pinjol Ilegal Mendominasi

Modus penipuan berbasis digital di Indonesia terus melonjak. Masyarakat di imbau untuk selalu memeriksa legalitas aplikasi keuangan sebelum bertransaksi. Jangan pernah memberikan data perbankan atau mengeklik tautan asing yang di kirim oleh nomor tidak di kenal.

Data Laporan Entitas Ilegal (Januari – 29 April 2026):

  • Pinjaman Online Ilegal: 11.753 laporan

  • Investasi Bodong: 2.379 laporan

  • Gadai Ilegal: 100 laporan

  • Total Pengaduan: 14.232 laporan

Satgas PASTI bergerak cepat dengan memblokir 951 aplikasi pinjol ilegal serta tiga penawaran investasi tanpa izin di berbagai platform digital.

Ratusan Ribu Rekening Di blokir

IASC mencatat aktivitas penipuan masif sejak beroperasi pada 22 November 2024 hingga 29 April 2026. Institusi ini menampung 548.093 aduan. Sebanyak 268.989 laporan di salurkan lewat penyedia sistem pembayaran dan pihak perbankan. Sementara itu, 279.104 laporan di kirimkan secara mandiri oleh para korban.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2026 Stagnan Rp2,668 Juta
Indikator Penindakan Fraud Jumlah / Nominal
Rekening Terindikasi Penipuan 932.138 rekening
Rekening yang Berhasil Diblokir 485.758 rekening
Total Dana Korban yang Diamankan Rp614,3 miliar
Nomor Telepon Penipu yang Terdeteksi 106.477 nomor
Dana yang Sudah Dikembalikan ke Korban Rp169,3 miliar

Proses pengembalian dana senilai Rp169,3 miliar tersebut di lakukan melalui pelacakan rekening pada 19 bank yang di salahgunakan oleh sindikat kriminal. Kehadiran National Fraud Portal nantinya akan memotong birokrasi pelaporan sehingga pembekuan dana curian bisa di lakukan seketika setelah korban melapor. (Wd/*)

Berita Terkait

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku
Cara Mendapatkan Uang dari HP Tanpa Modal, Ini 15 Peluangnya
Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya
Cara Pinjam Uang di GoPay, Cek Syarat dan Langkahnya
Cara Menghasilkan Uang dari ZEPETO World
Ekspor Indonesia Ditargetkan Tembus USD 315 Miliar pada 2026
Paylater Makin Diminati, Penolong atau Beban Finansial?
Reels Instagram Kini Bisa Jadi Sumber Komisi Shopee
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:06 WIB

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 September 2026 - 15:02 WIB

Cara Mendapatkan Uang dari HP Tanpa Modal, Ini 15 Peluangnya

Kamis, 3 September 2026 - 19:03 WIB

Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Cara Pinjam Uang di GoPay, Cek Syarat dan Langkahnya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Cara Menghasilkan Uang dari ZEPETO World

Berita Terbaru

Kolase makanan kekinian yang dapat menjadi inspirasi bagi pemula untuk memulai usaha kuliner dari rumah.

Kuliner

10 Ide Jualan Kekinian yang Bisa Dimulai dari Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:04 WIB

Ilustrasi yang menggambarkan Al-Khawarizmi mempelajari matematika di masa lalu, sementara konsep algoritma berkembang menjadi bagian penting teknologi digital masa kini.

Tokoh

Al-Khawarizmi dan Algoritma yang Mengubah Dunia

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Seorang penjual mempromosikan kaus melalui siaran langsung dengan bantuan kamera dan ring light. (Foto: pegadaian/Ai)

Ekonomi

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 Sep 2026 - 17:06 WIB