Pertumbuhan Kredit Berpotensi Tembus 10 Persen pada 2026

Likuiditas yang longgar, pertumbuhan dana masyarakat, dan prospek suku bunga yang stabil menjadi fondasi optimisme OJK terhadap ekspansi kredit nasional sepanjang 2026.

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertumbuhan Kredit Berpotensi Tembus 10 Persen pada 2026 (Foto: CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Pertumbuhan Kredit Berpotensi Tembus 10 Persen pada 2026 (Foto: CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Kabarinaja.id – Pertumbuhan kredit perbankan di perkirakan tetap melaju hingga penghujung tahun 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, kondisi industri perbankan tersebut masih berada dalam posisi yang sehat, di topang likuiditas yang kuat, tren penghimpunan dana masyarakat yang meningkat, serta prospek suku bunga yang relatif terkendali.

Proyeksi tersebut memberi sinyal positif bagi dunia usaha maupun masyarakat yang masih membutuhkan akses pembiayaan untuk mendukung aktivitas ekonomi. Dengan fondasi tersebut, OJK meyakini target pertumbuhan kredit dua digit masih sangat realistis untuk di capai.

Likuiditas Perbankan Menjadi Penopang Utama Pertumbuhan Kredit

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan prospek industri perbankan hingga akhir tahun masih berada pada jalur yang positif. OJK memperkirakan pertumbuhan kredit dapat melampaui angka 10 persen secara tahunan.

Menurutnya, kondisi likuiditas perbankan saat ini masih berada pada level yang sangat memadai. Situasi tersebut di perkuat oleh kebijakan pemerintah yang tetap menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), sehingga menambah pasokan dana di sistem perbankan.

Ketersediaan likuiditas yang kuat di nilai menjadi modal penting bagi bank untuk terus menyalurkan pembiayaan kepada sektor produktif tanpa menghadapi tekanan pendanaan yang berarti.

Indikator Likuiditas Masih Jauh di Atas Batas Minimum

OJK juga mencatat sejumlah rasio likuiditas industri perbankan masih berada jauh di atas ketentuan minimum regulator. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa risiko likuiditas masih berada pada tingkat yang terkendali.

Baca Juga :  7 Game Viral di TikTok yang Sering Masuk FYP dan Ramai Penonton

Dengan posisi tersebut, industri perbankan memiliki ruang yang cukup luas untuk menjaga stabilitas operasional sekaligus memperluas penyaluran kredit kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Tren Penyaluran Kredit Terus Mengalami Penguatan

Perkembangan penyaluran kredit selama beberapa bulan terakhir menunjukkan perbaikan yang konsisten. OJK melihat tren tersebut sebagai sinyal bahwa aktivitas intermediasi perbankan kembali menguat seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan di berbagai sektor ekonomi.

Momentum ini di nilai penting untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional, terutama ketika investasi dan konsumsi domestik masih menjadi penggerak utama.

Penyesuaian Bunga Kredit Diperkirakan Berlangsung Bertahap

Dari sisi kebijakan moneter, OJK memperkirakan perubahan BI-Rate tidak langsung di ikuti kenaikan bunga kredit oleh perbankan.

Bank umumnya membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian agar perubahan suku bunga tidak memberikan tekanan mendadak kepada debitur. Pola tersebut telah beberapa kali terjadi dalam siklus penyesuaian suku bunga sebelumnya.

Pendekatan bertahap tersebut di harapkan mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas industri perbankan dan kemampuan masyarakat maupun dunia usaha dalam memenuhi kewajiban pembiayaan.

Data OJK Menunjukkan Kinerja Perbankan Masih Solid

Berdasarkan data OJK hingga Mei 2026, pertumbuhan kredit mencapai 11,51 persen secara tahunan dengan total penyaluran sebesar Rp8.918 triliun. Angka tersebut lebih tinggi di bandingkan pertumbuhan pada April yang berada di level 9,98 persen.

Baca Juga :  Honor Pad 20 2026 Resmi Meluncur, Tablet 3K dengan Snapdragon 7 Gen 3

Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 13,49 persen menjadi Rp10.294 triliun.

Pertumbuhan DPK didorong oleh peningkatan:

  • Giro sebesar 20,53 persen
  • Deposito sebesar 10,17 persen
  • Tabungan sebesar 10,21 persen

Peningkatan dana masyarakat tersebut memperkuat kapasitas perbankan dalam mendukung ekspansi pembiayaan pada berbagai sektor ekonomi.

Rasio Likuiditas Tetap Sangat Aman

OJK juga mencatat rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) berada di level 108,20 persen. Sementara rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat sebesar 24,74 persen.

Kedua rasio tersebut masih jauh melampaui batas minimum regulator yang masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

Di saat yang sama, Liquidity Coverage Ratio (LCR) industri perbankan mencapai 186,54 persen, menunjukkan kemampuan bank dalam memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek tetap berada pada kondisi yang kuat.

Target Pertumbuhan Kredit 2026 Dinilai Masih Realistis

OJK sebelumnya telah memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada pada kisaran 10–12 persen, sedangkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga diperkirakan mencapai 7–9 persen.

Melihat perkembangan hingga pertengahan tahun, indikator likuiditas yang tetap kuat serta peningkatan penyaluran kredit memberikan sinyal bahwa target tersebut masih berada dalam jalur yang sesuai proyeksi. Kondisi tersebut juga diharapkan mampu menjaga kesinambungan pembiayaan bagi sektor usaha dan masyarakat hingga akhir tahun. (Wd/*)

Berita Terkait

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000 Jadi Rp2,55 Juta
OJK Jatuhkan Denda kepada DSSA, BREN, dan CUAN, Ini Temuannya
Harga Pangan Hari Ini: Telur Ayam Rp37.500 per Kg
Danantara Siapkan Beasiswa 800 Mahasiswa dan Program Air Bersih untuk 230 Ribu Warga
Mengapa Emas Bisa Menjadi Penyeimbang Portofolio Investasi?
Shopee PayLater Bisa Dicairkan? Ini Risiko dan Pilihannya
Cara Menabung dengan Metode Kakeibo untuk Mengatur Keuangan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000 Jadi Rp2,55 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:06 WIB

OJK Jatuhkan Denda kepada DSSA, BREN, dan CUAN, Ini Temuannya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Telur Ayam Rp37.500 per Kg

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:04 WIB

Danantara Siapkan Beasiswa 800 Mahasiswa dan Program Air Bersih untuk 230 Ribu Warga

Berita Terbaru

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya (Foto:  Pemkab Lumajang/rri)

Nasional

Dana Operasional SPPG Tersendat, Ini 3 Penyebabnya

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:13 WIB

 Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif (Foto: Medcom/Rafi)

Ekonomi

Angga Sasongko Soroti Insentif Pajak Ekonomi Kreatif

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:19 WIB

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Kesehatan

5 Tanaman Hias Berwarna Cerah untuk Rumah yang Minim Nyamuk

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:04 WIB