Demi SalMar, Miliarder Norwegia Tolak Pindah ke Swiss dan Bayar Pajak Rp 1,76 Miliar per Hari

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Demi SalMar, Miliarder Norwegia Tolak Pindah ke Swiss dan Bayar Pajak Rp 1,76 Miliar per Hari (Foto: finansialku)

Demi SalMar, Miliarder Norwegia Tolak Pindah ke Swiss dan Bayar Pajak Rp 1,76 Miliar per Hari (Foto: finansialku)

Kabarinaja.idGustav Magnar Witzoe memilih jalan hidup yang kontras dengan mayoritas kaum super kaya. Ketika konglomerat lain berbondong-bondong eksodus ke Swiss untuk menghindari lonjakan pajak kekayaan, CEO Kvarv AS perusahaan induk yang mengendalikan produsen salmon terbesar kedua di dunia, SalMar ini justru membatalkan tiket pesawatnya. Padahal, keputusan bertahan di Pulau Frøya membuat Witzoe harus menyetor pajak dan pungutan sebesar 1 juta kroner atau setara USD 100 ribu (sekitar Rp 1,76 miliar) setiap hari ke kas negara Norwegia.

Langkah ini bukan tanpa pergolakan. Pada Oktober 2022, sebuah rumah di Lugano, Swiss telah ia sewa. Pesawat pribadi pun sudah bersiap di landasan pacu. Namun, diskusi mendalam bersama para sahabat di sebuah bar lokal mengubah segalanya. Frøya, sebuah pulau terpencil berpenduduk 5.700 jiwa yang minim kemewahan visual, memiliki ikatan emosional yang terlalu kuat untuk di tinggalkan.

Bagi pelaku industri akuakultur global, keteguhan Witzoe memberikan sinyal kuat mengenai pentingnya menjaga hubungan antara korporasi, komunitas lokal, dan pelestarian ekosistem laut. Keputusan ini menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis jangka panjang sering kali berakar pada komitmen wilayah, bukan sekadar efisiensi fiskal.

Transformasi Kampung Nelayan Menjadi Hub Akuakultur Global

Frøya kerap di juluki sebagai ‘pulau para miliarder’. Selain SalMar, wilayah ini menjadi markas bagi emiten peternakan ikan Masoval AS dan produsen kemasan Bewi ASA, serta raksasa agribisnis global seperti Cargill Inc. dan Skretting AS.

Wali Kota Frøya, Kristin Stromskag, mengungkapkan bahwa kunci transformasi wilayahnya dari desa nelayan miskin menjadi pusat industri salmon global bernilai tinggi terletak pada mentalitas pantang menyerah (can-do attitude) warganya. Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pengusaha lokal yang mayoritas tetap memilih tinggal di pulau tersebut menjadi motor penggerak ekonomi utama.

Witzoe sendiri bukan sosok yang asing dengan kerja keras di lapangan. Pada usia 20-an, ia menjalani sistem kerja shift harian dari pukul 07.00 hingga 17.00 di keramba pesisir. Ia memberi makan ikan, memantau kesehatan komoditas, hingga menangani pelet pakan di tengah badai musim dingin yang gelap. Pengalaman empiris tersebut kini ia bawa ke meja jajaran direksi untuk memimpin perusahaan dengan valuasi kekayaan personal mencapai USD 5 miliar (sekitar Rp 88 triliun berdasarkan kurs Rp 17.596 per dolar AS).

Baca Juga :  Build Minsitthar Tersakit, Rahasia Dominasi EXP Lane dan Counter Hero Dash

Melawan Kutu Laut Lewat Kecerdasan Buatan dan Laser

Industri salmon Norwegia merupakan sektor ekspor terbesar kedua negara tersebut setelah minyak dan gas bumi. Guna mempertahankan posisi SalMar di pasar global dan menekan dampak lingkungan yang sering di kritik aktivis, Witzoe mengadopsi intervensi teknologi mutakhir melalui investasi di Ichthus Venture Capital.

SalMar menjalin kemitraan dengan TidalX, sebuah perusahaan kecerdasan buatan (AI) hasil spin-off dari Google (Alphabet Inc.). Teknologi ini memanfaatkan kamera bawah air dan pemantauan digital untuk melacak pertumbuhan serta kesehatan ikan secara individual. Langkah inovatif lainnya adalah penerapan sistem laser bawah air otomatis buatan Stingray Marine Solutions AS sejak 2024.

Tantangan Terbesar Industri: Kutu laut merupakan parasit utama yang menempel pada kulit salmon, mengonsumsi lendir serta darah, dan memicu tingkat kematian massal yang tinggi di dalam keramba terbuka.

Sistem laser bekerja secara otomatis di dalam ruang kontrol fasilitas Ocean Farm 1. ‘Pistol’ laser akan menembak dan membasmi parasit tanpa menyakiti salmon yang sedang berenang. Metode modern ini menggantikan penggunaan bahan kimia keras atau sikat mekanis konvensional yang berpotensi memicu stres pada ikan.

Rekor Dunia di Laut Lepas

Fasilitas Ocean Farm 1, yang di bangun oleh Wuchang Shipbuilding Industry Group di China dengan investasi USD 100 juta, beroperasi 24 kilometer dari garis pantai utara Frøya sejak 2017. Konstruksi baja raksasa ini di tambat menggunakan delapan jangkar besar dan mampu menampung sekitar 1 juta ekor salmon.

Parameter Operasional Keramba Dekat Daratan (Rata-rata Industri) Fasilitas Lepas Pantai (Ocean Farm 1)
Kondisi Lingkungan Arus lemah, risiko polusi nutrisi di fjord Arus kuat, kaya oksigen, lingkungan stabil
Tingkat Kematian Ikan Kisaran 15% Target di bawah 3%
Kapasitas Produksi Bervariasi 7.000 ton salmon per generasi (~1,5 tahun)
Baca Juga :  8 Drama Korea Terbaik Bertema Atlet Olahraga Air yang Menguras Emosi dan Inspiratif

Selain Ocean Farm 1, SalMar mengoperasikan peternakan salmon terbesar di dunia yang terdiri dari 16 keramba dengan hasil produksi mencapai 15.000 ton per generasi. Komoditas ini di panen saat mencapai bobot 5,5 kilogram per ekor untuk memenuhi preferensi pasar internasional yang spesifik:

  • Pasar Asia (China & Jepang): Menyukai ikan utuh dengan kepala yang masih menempel.

  • Pasar Eropa: Memilih potongan individual dalam kemasan siap saji.

  • Pasar Amerika Serikat: Memprioritaskan produk dalam bentuk filet.

Prospek Pasar Global dan Komitmen Regulasi

Kepala Strategi SalMar, Runar Sivertsen, memproyeksikan bahwa kawasan Asia akan menjadi motor pertumbuhan terbesar dalam lima tahun ke depan, dengan fokus utama pada penetrasi pasar China dan ekspansi ke India. Kendati menghadapi kendala tarif perdagangan, permintaan global terhadap produk protein yang di produksi secara berkelanjutan tetap menembus angka tertinggi.

SalMar terus menggelontorkan investasi bernilai miliaran kroner untuk menguji model keramba tertutup dan semi-tertutup demi mereduksi polusi nutrisi di area fjord. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap kritik pelaku pemantau lingkungan global yang mempertanyakan daya dukung ekosistem laut terhadap laju ekspansi akuakultur sejak awal tahun 2000-an.

Witzoe menegaskan bahwa regulasi ketat di Norwegia yang mencakup aspek tata ruang laut, kesehatan ikan, dan pengendalian dampak lingkungan membuat pengurusan izin operasional lepas pantai menjadi sangat menantang. Terbukti, setelah sembilan tahun, Ocean Farm 1 tetap menjadi satu-satunya fasilitas jenis tersebut yang berhasil mengantongi lima lisensi besar di Norwegia. Bagi Witzoe, investasi teknologi ini adalah harga mutlak yang harus di bayar demi masa depan industri. Korporasi harus terus berkembang dan berinovasi bersama alam, atau menghadapi kepunahan bisnis. (Wd/*)

Berita Terkait

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku
Cara Mendapatkan Uang dari HP Tanpa Modal, Ini 15 Peluangnya
Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya
Larangan AI Siswa New York Berlaku Mulai Tahun Ajaran Baru
Moskow Makin Dekat, Kunjungan Wisatawan Indonesia Terus Naik
Rusia Siapkan Rassvet, Jaringan Satelit Pesaing Starlink
Cara Pinjam Uang di GoPay, Cek Syarat dan Langkahnya
Tempat Terlarang di Dunia: 5 Lokasi dengan Akses Ketat
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:06 WIB

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 September 2026 - 15:02 WIB

Cara Mendapatkan Uang dari HP Tanpa Modal, Ini 15 Peluangnya

Kamis, 3 September 2026 - 19:03 WIB

Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya

Kamis, 3 September 2026 - 14:07 WIB

Larangan AI Siswa New York Berlaku Mulai Tahun Ajaran Baru

Rabu, 2 September 2026 - 16:05 WIB

Moskow Makin Dekat, Kunjungan Wisatawan Indonesia Terus Naik

Berita Terbaru

Kolase makanan kekinian yang dapat menjadi inspirasi bagi pemula untuk memulai usaha kuliner dari rumah.

Kuliner

10 Ide Jualan Kekinian yang Bisa Dimulai dari Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:04 WIB

Ilustrasi yang menggambarkan Al-Khawarizmi mempelajari matematika di masa lalu, sementara konsep algoritma berkembang menjadi bagian penting teknologi digital masa kini.

Tokoh

Al-Khawarizmi dan Algoritma yang Mengubah Dunia

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Seorang penjual mempromosikan kaus melalui siaran langsung dengan bantuan kamera dan ring light. (Foto: pegadaian/Ai)

Ekonomi

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 Sep 2026 - 17:06 WIB