Nilai Tukar Rupiah Melemah Saat Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarinaja.idNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan luar negeri setelah harga minyak mentah dunia bertahan di level tinggi akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Kondisi ini membuat dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat dan memicu tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pada perdagangan Jumat pagi, 15 Mei 2026, kontrak rupiah offshore sempat menguat tipis hingga menyentuh Rp17.537 per dolar AS. Namun penguatan tersebut tidak bertahan lama. Beberapa saat kemudian, rupiah berbalik melemah ke posisi sekitar Rp17.607 per dolar AS pada pukul 07.55 WIB.

Di saat bersamaan, indeks dolar AS tercatat naik sekitar 0,13% ke level 98,95. Penguatan dolar di picu lonjakan harga energi global yang membuat pelaku pasar kembali memburu aset safe haven berbasis dolar.

Harga Minyak Bertahan di Atas US$100 per Barel

Harga minyak mentah Brent masih di perdagangkan di kisaran US$105,72 per barel. Sementara minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$102 per barel. Angka tersebut menunjukkan pasar energi global masih di bayangi kekhawatiran pasokan.

Baca Juga :  Rupiah Melemah, Sejumlah Harga Pangan dan Kebutuhan Harian Terancam Naik

Kenaikan harga minyak di picu ketegangan geopolitik yang belum mereda di kawasan Teluk Persia. Blokade angkatan laut AS terhadap sejumlah pelabuhan Iran membuat jalur distribusi energi internasional terganggu. Kondisi keamanan di kawasan perairan itu juga dinilai belum sepenuhnya aman bagi kapal-kapal pengangkut minyak.

Sejak konflik Timur Tengah memanas pada awal Maret lalu, arus keluar kapal tanker dari Teluk Persia dilaporkan jauh berkurang. Situasi ini memicu kecemasan pasar karena distribusi minyak global menjadi tersendat di tengah tingginya kebutuhan energi dunia.

Pertemuan Trump dan Xi Soroti Selat Hormuz

Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada Kamis, 14 Mei 2026. Pertemuan itu membahas upaya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka demi kelancaran perdagangan energi internasional.

Pemerintah AS juga di sebut mendorong peningkatan ekspor minyak Amerika ke China sebagai langkah mengantisipasi terganggunya distribusi energi dari kawasan Timur Tengah. Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling vital di dunia karena menjadi penghubung utama distribusi energi dari negara-negara Teluk.

Baca Juga :  Masih Layak Dibeli? Ini 5 Kelebihan dan Kekurangan iPhone 14 di Tahun 2026

Ketika jalur tersebut terganggu, dampaknya bisa langsung terasa pada harga minyak global, biaya logistik, hingga nilai tukar mata uang berbagai negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.

Rupiah Masih Rentan Tekanan Global

Analis menilai tekanan terhadap rupiah berpotensi berlanjut apabila ketegangan geopolitik belum mereda dan harga minyak terus bertahan tinggi. Indonesia sebagai negara yang masih bergantung pada impor energi akan menghadapi tekanan tambahan terhadap neraca perdagangan dan inflasi domestik ketika harga minyak naik tajam.

Kondisi tersebut juga membuat pelaku pasar cenderung memindahkan dana ke aset yang di anggap lebih aman seperti dolar AS dan obligasi pemerintah Amerika. Akibatnya, mata uang emerging market mengalami pelemahan secara bersamaan.

Di sisi lain, Bank Indonesia di perkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi di pasar valuta asing guna menjaga pergerakan rupiah tetap terkendali. Stabilitas kurs di nilai penting untuk menjaga kepercayaan investor dan mengurangi tekanan terhadap sektor impor nasional.(Tim)

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Soroti Penebangan 10 Pohon di Bandung, Minta ASN Disanksi
Kebakaran Gunung Bromo Meluas, 120 Hektare Terbakar
LPSK Hitung Restitusi Korban Penyekapan di Bandung
Keracunan Makan Bergizi Gratis Kembali Terjadi, Amnesty Desak Evaluasi Menyeluruh
War Ticket HUT ke-81 RI Resmi Dibuka, Ini Cara Daftar dan Syarat Pesertanya
Siti Dewi Sutan Assin, Pembawa Baki Pertama dalam Sejarah RI
Jelang HUT RI ke-81, DPR Minta Masyarakat Tetap Tenang dan Percaya Informasi Resmi
MK Tetapkan Dana MBG Tak Lagi Masuk Anggaran Pendidikan, Berlaku Paling Lambat 2028
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:07 WIB

Dedi Mulyadi Soroti Penebangan 10 Pohon di Bandung, Minta ASN Disanksi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Kebakaran Gunung Bromo Meluas, 120 Hektare Terbakar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:03 WIB

LPSK Hitung Restitusi Korban Penyekapan di Bandung

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Keracunan Makan Bergizi Gratis Kembali Terjadi, Amnesty Desak Evaluasi Menyeluruh

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:06 WIB

War Ticket HUT ke-81 RI Resmi Dibuka, Ini Cara Daftar dan Syarat Pesertanya

Berita Terbaru

Untuk Para Pemuda, Single Baru Orkez Bang Madun

Showbiz

Untuk Para Pemuda, Single Baru Orkez Bang Madun

Jumat, 7 Agu 2026 - 21:21 WIB

Kebakaran Gunung Bromo Meluas, 120 Hektare Terbakar (Foto: Dok. BPBD Jatim/kompas)

Nasional

Kebakaran Gunung Bromo Meluas, 120 Hektare Terbakar

Jumat, 7 Agu 2026 - 12:05 WIB