Rupiah Melemah, Sejumlah Harga Pangan dan Kebutuhan Harian Terancam Naik

Kabarinaja.id

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarinaja.idNilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Kurs dolar AS kini berada di kisaran Rp17.600 dan menjadi salah satu level tertinggi dalam sejarah perdagangan rupiah. Situasi tersebut di perkirakan akan berdampak langsung pada kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok dalam waktu dekat.

Tekanan terhadap rupiah di nilai belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kondisi ini membuat biaya impor semakin mahal, sementara Indonesia masih bergantung pada pasokan luar negeri untuk sejumlah bahan baku industri hingga kebutuhan konsumsi harian.

Ekonom Center of Economics and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, mengatakan pelemahan mata uang domestik berpotensi memicu imported inflation atau inflasi yang berasal dari kenaikan harga barang impor. Menurutnya, dampak tersebut perlahan akan di rasakan masyarakat melalui lonjakan harga barang di pasar.

Ia menjelaskan, mahalnya dolar membuat biaya distribusi dan ongkos produksi ikut meningkat. Beban itu kemudian diteruskan ke harga jual barang yang di konsumsi masyarakat sehari-hari.

“Karena banyak bahan baku dan barang konsumsi masih mengandalkan impor, tekanan harga kemungkinan akan mulai terlihat dalam beberapa bulan ke depan,” ujarnya, belum lama ini.

Baca Juga :  2 Pilihan Passive Income Digital Selain Deposito dan Properti

Harga Plastik hingga Produk Kemasan Diprediksi Ikut Naik

Salah satu sektor yang mulai merasakan dampak pelemahan rupiah adalah industri plastik. Harga bahan baku di sebut mengalami kenaikan karena pasokan impor semakin mahal dan distribusi menjadi lebih berat.

Kondisi tersebut tidak bisa di anggap sepele. Plastik menjadi komponen penting dalam banyak produk rumah tangga, mulai dari kemasan makanan, minyak goreng, minuman, hingga kebutuhan industri lainnya. Ketika harga bahan baku naik, produsen berpotensi menyesuaikan harga jual ke konsumen.

Nailul Huda menilai efek pelemahan rupiah akan menjalar ke banyak sektor secara bertahap. Bukan hanya pengusaha besar, pedagang kecil seperti penjual gorengan hingga pelaku UMKM juga di perkirakan terkena dampaknya akibat naiknya biaya operasional.

Di sisi lain, masyarakat berpenghasilan rendah menjadi kelompok yang paling rentan. Kenaikan harga kebutuhan harian biasanya lebih cepat terasa pada pengeluaran rumah tangga, terutama untuk makanan dan barang konsumsi rutin.

Baca Juga :  Saham AS Jadi Primadona Baru Investor Muda di Asia Tenggara

Indonesia Masih Bergantung pada Barang Impor

Pandangan serupa disampaikan Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet. Ia mengingatkan bahwa Indonesia masih mengimpor berbagai komoditas penting seperti gandum, kedelai, bawang putih, susu, bahan baku obat, hingga kebutuhan industri manufaktur.

Ketika kurs dolar menguat, biaya masuk barang-barang tersebut otomatis meningkat. Dampaknya memang tidak selalu terasa seketika, namun perlahan akan tercermin pada harga barang di tingkat konsumen.

“Pengaruhnya akan merembet ke harga makanan, obat-obatan, dan berbagai kebutuhan rumah tangga lain,” kata Yusuf.

Tekanan kurs juga berisiko memengaruhi daya beli masyarakat apabila kenaikan harga tidak di imbangi pertumbuhan pendapatan. Situasi ini membuat pelaku usaha harus lebih berhati-hati mengatur biaya produksi, sementara pemerintah di harapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan dan pasokan barang impor strategis.

Sejumlah ekonom menilai penguatan sektor produksi dalam negeri menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan impor. Dengan begitu, gejolak nilai tukar tidak terlalu mudah mengguncang harga kebutuhan masyarakat saat dolar AS mengalami penguatan tajam.(Tim)

Berita Terkait

Harga BBM Juli 2026 Turun, Cek Daftar Lengkap Se-Indonesia
DJP Tunjuk 7 Pemungut PPN PMSE Baru Termasuk Strava
Kinerja Pertamina 2025, Pendapatan Tembus Rp1.167 Triliun
2 Pilihan Passive Income Digital Selain Deposito dan Properti
Strategi Investasi Saham Online yang Aman untuk Pemula
4 Tips Finansial Generasi Sandwich Bebas Beban Ganda
Google Kucurkan Rp 1,3 Triliun ke A24 Guna Riset AI Film
Rupiah Melemah Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:07 WIB

Harga BBM Juli 2026 Turun, Cek Daftar Lengkap Se-Indonesia

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:06 WIB

DJP Tunjuk 7 Pemungut PPN PMSE Baru Termasuk Strava

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:29 WIB

Kinerja Pertamina 2025, Pendapatan Tembus Rp1.167 Triliun

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:08 WIB

2 Pilihan Passive Income Digital Selain Deposito dan Properti

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:06 WIB

Strategi Investasi Saham Online yang Aman untuk Pemula

Berita Terbaru

Sinopsis Drakor The Husband, Thriller Baru di Disney+ (Foto: (Foto: IMDb/rri)

Showbiz

Sinopsis Drakor The Husband, Thriller Baru di Disney+

Selasa, 7 Jul 2026 - 16:08 WIB

Kang Min-ah (Foto: IMDb/rri)

Showbiz

Sinopsis Love in Sync, Drakor Baru Kim Myung Soo di Disney+

Selasa, 7 Jul 2026 - 14:09 WIB