Inovasi Teknologi AI di Piala Dunia 2026 Makin Akurat

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Inovasi Teknologi AI di Piala Dunia 2026 Makin Akurat (Foto: Ai)

Inovasi Teknologi AI di Piala Dunia 2026 Makin Akurat (Foto: Ai)

Kabarinaja.id – Penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan melibatkan peran kecerdasan buatan (AI) secara lebih masif daripada edisi terdahulu. Kehadiran teknologi ini bertujuan untuk membantu wasit mengambil keputusan krusial di lapangan hijau secara lebih presisi. Tidak sebatas mengawal jalannya laga, inovasi canggih tersebut juga berfungsi mendukung analisis pertandingan, memanjakan penonton, serta memperketat sistem pengawasan di area stadion.

Panitia menyiapkan serangkaian perangkat berbasis AI demi mewujudkan turnamen yang adil, efisien, dan aman. Kehadiran teknologi mulai dari sistem pelacak offside otomatis hingga robot patroli berkaki empat siap mewarnai pesta sepak bola terbesar di dunia ini.

Presisi Tinggi Lewat Semi-Automated Offside Technology (SAOT)

Semi-Automated Offside Technology (SAOT) menjadi salah satu inovasi utama yang mendapat perhatian besar. Sistem bertenaga AI ini membantu kinerja wasit dan Video Assistant Referee (VAR) agar dapat menentukan posisi offside secara cepat.

SAOT mengandalkan 12 kamera khusus yang terpasang di sekeliling atap stadion untuk merekam pergerakan pemain serta bola sepanjang laga. Kamera pintar ini melacak 29 titik data pada tubuh setiap pemain, termasuk posisi kepala, tangan, dan kaki.

Sistem mengirimkan data posisi pemain tersebut sebanyak 50 kali per detik ke ruang kontrol. Saat mendeteksi posisi offside, AI langsung mengirimkan alarm otomatis kepada petugas VAR. Kendati demikian, personel VAR tetap memegang keputusan akhir sebelum memberikan rekomendasi kepada wasit utama di lapangan. Berkat bantuan AI, penentuan posisi offside kini hanya memerlukan waktu hitungan detik.

Baca Juga :  3 Cara ChatGPT Work Bantu UMKM Kerja Lebih Efisien

Sensor Pintar di Dalam Bola Adidas Trionda

Pertandingan Piala Dunia 2026 juga akan memakai bola resmi terbaru bernama Trionda buatan Adidas. Bola pintar ini menanamkan sensor Inertial Measurement Unit (IMU) tepat pada bagian tengahnya untuk mengirimkan data pergerakan secara langsung.

Sensor Trionda merekam momen tendangan, sentuhan, atau perubahan arah bola dengan frekuensi 500 kali per detik dalam ruang tiga dimensi. Data tersebut sangat membantu wasit menentukan titik umpan akurat saat terjadi momen offside yang sangat tipis. Selain mengawal offside, bola pintar ini juga berguna untuk meninjau pelanggaran handball serta menentukan sentuhan terakhir sebelum bola keluar lapangan.

Visualisasi Nyata Melalui Avatar Pemain 3D

Teknologi AI-Enabled 3D Player Avatars menghadirkan model digital tiga dimensi dari setiap pemain yang telah menjalani pemindaian tubuh sebelum turnamen dimulai. Model digital ini berfungsi meningkatkan akurasi pelacakan posisi di lapangan.

Baca Juga :  Dobrak Pasar Global, TCOMAS Pamer Pendingin AIO Tiga Layar dan Casing Modifikasi Super Mario

Proses pemindaian tubuh hanya memakan waktu satu detik, namun mampu merekam bentuk fisik pemain secara detail. AI kemudian mengolah data tersebut agar sistem tetap bisa memantau pergerakan pemain, meskipun sang pemain sedang melaju cepat atau terhalang oleh pemain lain.

Teknologi ini sekaligus meningkatkan kepuasan penonton di rumah dan di stadion. Ketika VAR meninjau keputusan offside, sistem akan mengubah data tersebut menjadi animasi tiga dimensi yang jernih, sehingga publik bisa memahami keputusan wasit dengan mudah melalui layar kaca.

Robot Anjing AI Siap Amankan Stadion

Pemanfaatan AI pada Piala Dunia 2026 juga menyentuh sektor keamanan luar lapangan. Petugas keamanan akan mendapat bantuan dari robot berbentuk anjing berkaki empat untuk berpatroli di area sekitar stadion.

Robot penjelajah ini membawa sensor canggih, kamera, dan program AI khusus untuk menyisir area berisiko tinggi tanpa membahayakan nyawa petugas. Robot akan mengirimkan tayangan video secara langsung ke pusat komando sebagai bahan pertimbangan sebelum tim keamanan mengambil tindakan. Perangkat ini juga terampil memeriksa benda-benda mencurigakan di lokasi yang sulit dijangkau oleh manusia. (Wd/*)

Berita Terkait

Cara Beli Tiket MotoGP Mandalika 2026 dan Daftar Harga Tiket Resmi
Internet Hilang Saat Perjalanan? Google Maps Tetap Bisa Digunakan
Coding dan AI Baru Menjangkau 25 Persen Sekolah, Ini Kendalanya
Kingston Pertahankan 62% Pasar DRAM, AI Jadi Pendorong
Kualifikasi Piala Dunia 2030 Dimulai 2027
Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Berapa Hadiah untuk Indonesia?
Penyalahgunaan AI Meningkat, Pengawasan Perlu Diperketat
Hari Musik Internasional, Ini Penyanyi R&B Lintas Generasi
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:03 WIB

Cara Beli Tiket MotoGP Mandalika 2026 dan Daftar Harga Tiket Resmi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Internet Hilang Saat Perjalanan? Google Maps Tetap Bisa Digunakan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Coding dan AI Baru Menjangkau 25 Persen Sekolah, Ini Kendalanya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Kingston Pertahankan 62% Pasar DRAM, AI Jadi Pendorong

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Kualifikasi Piala Dunia 2030 Dimulai 2027

Berita Terbaru

Ilustrasi. 5 Kebiasaan Sepele yang Bisa Merusak Layar HP Lipat (Foto: medcom)

Gadget

5 Kebiasaan Sepele yang Bisa Merusak Layar HP Lipat

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:09 WIB