Review They Are Billions, Game Strategi Zombi Paling Brutal

Kabarinaja.id

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Review They Are Billions, Game Strategi Zombi Paling Brutal (Foto: medcom)

Review They Are Billions, Game Strategi Zombi Paling Brutal (Foto: medcom)

Kabarinaja.id – Numantian Games menghadirkan angin segar sekaligus mimpi buruk bagi para pencinta genre Real-Time Strategy (RTS) melalui They Are Billions. Meski sudah meluncur sejak 2019, game ini tetap menjadi salah satu pilihan utama di platform Steam berkat kombinasi unik antara elemen pembangunan kota (city building) dan tower defense. Mengambil latar dunia pasca-apokaliptik bertema steampunk, game ini menawarkan pengalaman bertahan hidup yang sangat intens melawan serbuan ribuan zombi.

Ambisi Merebut Kembali Bumi yang Runtuh

Latar cerita membawa pemain ke masa depan yang kelam. Alur kehidupan bumi lumpuh total setelah infeksi patogen zombi menyebar luas. Sisa-sisa umat manusia kini terisolasi di dalam Imperial City, sebuah kota metropolis raksasa yang terlindungi dengan aman di dalam kawah besar yang kokoh.

Pemain mengemban tugas sebagai jenderal militer yang di utus langsung oleh Kaisar Quintus Crane. Misi utama Anda adalah memimpin kampanye ekspansi luar bertajuk The New Empire. Melalui jalur kereta kuno, Anda harus mendirikan koloni-koloni baru demi merebut kembali wilayah bumi yang kini di kuasai oleh miliaran makhluk terinfeksi.

Penyampaian narasi dalam game ini memang tergolong minimalis. Informasi cerita hanya di sajikan bertahap lewat lembaran koran usang, teks pengantar misi, serta video monolog dari Kaisar. Ketiadaan dialog interaktif antar-karakter membuat plot terasa kurang dinamis, sehingga narasi di sini lebih berfungsi sebagai pembangun atmosfer permainan.

Manajemen Koloni dan Ancaman Efek Domino

Fokus utama permainan terletak pada manajemen ruang dan efisiensi ekonomi yang sangat ketat. Pemain memulai pertempuran hanya dengan sebuah Command Center dan segelintir pasukan patroli. Anda wajib mengelola delapan jenis sumber daya utama, meliputi emas, makanan, pekerja, kayu, batu, besi, minyak, dan energi.

Baca Juga :  Tak Sabar Tunggu GTA 6, Pria Ini Bikin Game Tiruan Pakai AI

Pembangunan perumahan warga menjadi kunci penting untuk merekrut tenaga kerja baru dan memungut pajak emas. Kehadiran warga baru otomatis meningkatkan konsumsi makanan, sehingga Anda harus membuka pondok nelayan, area berburu, atau ladang pertanian. Seluruh infrastruktur ini wajib terhubung dengan jaringan listrik yang di perluas menggunakan Tesla Towers.

Tata ruang kota memegang peranan krusial. Pemukiman warga harus di bangun padat mengelilingi fasilitas pendukung seperti Market untuk menghemat konsumsi makanan, serta Bank demi mendongkrak pendapatan emas. Kesalahan dalam perencanaan tata ruang akan membuat wilayah koloni menjadi sempit dan rapuh saat invasi datang.

Salah satu fitur paling menonjol dalam game ini adalah mekanik tingkat kebisingan (noise level) dan sistem infeksi domino. Setiap aktivitas militer, khususnya letusan senjata api, menghasilkan suara bising yang dapat menyebar secara dinamis. Suara tembakan yang terus-menerus akan memancing perhatian zombi liar dari lokasi yang sangat jauh. Kondisi ini menciptakan kontras taktis antara unit Ranger yang bergerak senyap menggunakan panah, dengan unit Soldier atau artileri Thanatos yang sangat bising.

Sistem infeksi domino menjadi momok terbesar bagi para pemain. Jika satu zombi saja berhasil menembus barikade dan merusak rumah warga, seluruh pekerja di dalamnya akan langsung berubah menjadi zombi dalam hitungan detik. Wabah ini menyebar dengan cepat dari satu bangunan ke bangunan lain, memicu reaksi berantai yang mampu melenyapkan koloni raksasa dalam sekejap mata.

Untuk menahan gelombang monster tersebut, tersedia sistem pertahanan berlapis mulai dari dinding ganda kayu hingga batu, pintu gerbang, dan menara otomatis. Menara Great Ballista sangat di andalkan pada awal permainan. Sementara itu, Shocking Towers dengan daya listrik masif menjadi tumpuan utama untuk menyapu kerumunan zombi di fase pertengahan. Memasuki fase akhir, lini pertahanan umumnya mengandalkan menara Executor yang sangat mematikan meski memakan biaya pemeliharaan yang tinggi.

Baca Juga :  Bahaya Tersembunyi di Balik Hype FF Beta, Panduan Akses Resmi dan Proteksi Akun

Unit militer juga di rancang dengan spesialisasi yang sangat spesifik:

  • Sniper: Bergerak lambat namun sangat efektif melumpuhkan zombi berbahaya dari jarak jauh.
  • Lucifer: Pasukan penyembur api yang tebal dan kokoh untuk menjaga koridor sempit.
  • Thanatos: Di lengkapi artileri roket penghancur kerumunan masif.
  • Titan: Robot steampunk raksasa dengan mobilitas tinggi untuk membersihkan peta di fase akhir.

Mode Survival menyediakan berbagai pilihan peta dengan bioma unik, seperti Deep Forest yang di kelilingi tebing alami, Peaceful Lowlands yang subur, hingga Caustic Lands yang sangat mematikan. Sementara itu, Mode Kampanye The New Empire menghadirkan variasi misi lain seperti Swarm Missions dan Scouting Missions untuk menjelajahi situs kuno. Pada misi penjelajahan, pemain dapat mengendalikan unit Hero antara Calliope yang gesit atau Caelus yang bersenjata berat. Tersedia pula fitur Six Wonders yang memberikan bonus raksasa pada fase akhir permainan.

Konsekuensi Fatal Tanpa Fitur Save Manual

Game ini terkenal dengan tingkat kesulitannya yang brutal. Tantangan ini terasa kian berat karena adanya sistem permadeath tanpa opsi untuk melakukan manual save dan load. Skenario terburuk yang sering terjadi adalah ketika pemain kehilangan seluruh koloni megah yang di bangun selama empat jam, hanya karena satu zombi penyusup lolos melalui celah sempit di sudut peta yang luput dari pengawasan. (Wd/*)

Berita Terkait

Review LG UltraGear G4: Monitor Gaming IPS 144Hz Murah Terbaik
Review Titan Quest II: Kebangkitan RPG Mitologi Yunani Kuno
Meta Rilis Pocket Aplikasi AI Pembuat Mini Game Tanpa Coding
Garena Gelar Pesta 9 Free Fire di UGM Yogyakarta
Kode Redeem FF 3 Juli 2026, Segera Klaim Hadiah Gratis Garena
Kolaborasi PUBG Mobile x Naruto Rilis 9 Juli 2026
Cara Download Minecraft Java Edition 1.21.11 Resmi
Garena Delta Force Rilis Update Season Meltdown dan Kolab Siege
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 22:03 WIB

Review They Are Billions, Game Strategi Zombi Paling Brutal

Minggu, 5 Juli 2026 - 08:03 WIB

Review LG UltraGear G4: Monitor Gaming IPS 144Hz Murah Terbaik

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:54 WIB

Review Titan Quest II: Kebangkitan RPG Mitologi Yunani Kuno

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:05 WIB

Meta Rilis Pocket Aplikasi AI Pembuat Mini Game Tanpa Coding

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:07 WIB

Garena Gelar Pesta 9 Free Fire di UGM Yogyakarta

Berita Terbaru

Daftar Pemutihan Pajak Kendaraan Juli 2026 di 6 Daerah (Foto: medcom)

Nasional

Daftar Pemutihan Pajak Kendaraan Juli 2026 di 6 Daerah

Senin, 6 Jul 2026 - 21:01 WIB

Iringan Pusaka Luhah Rio Jayo Sungai Penuh Usai Penobatan Pemangku Adat dalam Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh

Daerah

Kenduri Sko Berakhir, Ini Pesan Ninik Mamak Rio Jayo

Senin, 6 Jul 2026 - 15:56 WIB

Waspada Risiko DBD Saat El Nino Godzilla Melanda Indonesia (Foto: Ai)

Nasional

Waspada Risiko DBD Saat El Nino Godzilla Melanda Indonesia

Senin, 6 Jul 2026 - 13:07 WIB