Toy Story 5 Angkat Isu Gadget, Cocok Jadi Diskusi Anak

Kabarinaja.id

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Toy Story 5 Angkat Isu Gadget, Cocok Jadi Diskusi Anak (Foto: Vincentius Mario/kumparan)

Toy Story 5 Angkat Isu Gadget, Cocok Jadi Diskusi Anak (Foto: Vincentius Mario/kumparan)

Kabarinaja.id – Bioskop kembali diramaikan oleh petualangan Woody, Buzz, Jessie, dan kawanan mainan milik Bonnie dalam film Toy Story 5. Sinema animasi legendaris ini tidak sekadar menyuguhkan unsur nostalgia bagi penonton dewasa. Film ini juga mengangkat realita sosial yang sangat dekat dengan kehidupan anak-anak zaman sekarang. Isu utamanya adalah ketergantungan pada gadget dan dinamika pertemanan.

Skenario cerita kali ini menyoroti kehidupan Bonnie yang telah menginjak usia 8 tahun. Ia mulai menghadapi kesulitan bersosialisasi di sekolah. Penyebabnya adalah teman-teman sebayanya sudah sibuk bermain LilyPad, sebuah perangkat tablet yang sedang tren.

Demi membantu sang anak agar tidak merasa terkucilkan, orang tua Bonnie memutuskan membelikan tablet serupa. Sayangnya, keputusan tersebut justru memicu tantangan baru. Konflik mulai mewarnai dinamika keluarga mereka.

Ancaman Gadget Terhadap Mainan Klasik

Kehadiran gawai canggih ini perlahan menggeser posisi Woody dan kawan-kawan. Para mainan klasik ini mulai merasa kehilangan peran. Atensi Bonnie kini sepenuhnya terisap oleh layar digital.

Melalui konflik tersebut, film ini dengan apik menggambarkan kecemasan anak. Kisahnya merangkum tekanan kelompok sebaya (peer pressure) dalam menghadapi perubahan zaman. Ada pula ketakutan emosional akan tertinggal dari tren lingkungan.

Setiap karakter fiksi dalam cerita ini membawa pesan parenting yang mendalam. Karakter Jessie memperlihatkan ekspresi penuh semangat namun mudah panik. Ia cemas akan di lupakan oleh Bonnie.

Figur ini mengajarkan anak bahwa emosi marah sering berakar dari rasa sayang. Ada ketakutan mendalam akan kehilangan di dalamnya. Sementara itu, Buzz di gambarkan sebagai sosok sahabat setia. Ia selalu siap mengulurkan tangan pada masa sulit.

Baca Juga :  Penelusuran Deep Search Engine, Panduan Riset AI dan Akses Aman Deep Web

Karakter utama, Woody, menampilkan figur yang tenang dan rasional. Ia memilih untuk mempelajari situasi terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan.

Melalui kehadiran tablet LilyPad, film ini tidak berniat memusuhi teknologi. Cerita ini justru memberikan pesan kuat mengenai pentingnya pendampingan aktif dari orang tua. Kerja sama ayah dan ibu sangat krusial saat anak berinteraksi dengan dunia digital.

Pentingnya Menjaga Interaksi Dunia Nyata

Kemajuan teknologi digital memang tidak bisa di bendung. Meski demikian, interaksi di dunia nyata harus tetap menjadi prioritas utama.

Melalui kemunculan karakter bernama Blaze, penonton di ingatkan bahwa permainan konvensional tetap relevan. Mainan klasik tidak membuat anak menjadi kuno.

Blaze tetap memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk berimajinasi. Ia tidak minder walau lingkungan sekitarnya di dominasi oleh gawai. Transformasi ini akhirnya menyadarkan Bonnie. Menikmati masa kecil dengan bermain sesuai usia adalah hal yang membanggakan.

Hubungan pertemanan antara Bonnie dan Blaze bermula dari permainan daring. Interaksi tersebut kemudian bertransformasi menjadi hubungan nyata di kehidupan sehari-hari.

Fakta cerita ini membuktikan bahwa teknologi dapat berfungsi sebagai jembatan sosial. Syaratnya, aktivitas digital harus tetap di imbangi dengan komunikasi langsung secara tatap muka.

Pada bagian akhir film, figur ayah dan ibu Bonnie menunjukkan sikap ksatria. Mereka bersikap tegas sekaligus berani meminta maaf atas kesalahan yang sempat menimpa anak mereka.

Baca Juga :  Sisi Gelap Subathon, Fenomena Streaming Tanpa Jeda yang Menguras Fisik dan Dompet

Tips Psikolog Edukasi Batasan Tubuh Anak

Alur cerita yang tersaji memuat sejumlah adegan yang memerlukan perhatian khusus. Salah satunya adalah momen pernikahan serta adegan ciuman antara Buzz dan Jessie. Bagian di akhir film ini berpotensi memicu pertanyaan kritis dari anak-anak.

Psikolog Klinis, Gita Aulia Nurani, M.Psi, Psikolog, memberikan pandangannya terkait hal ini. Beliau mengingatkan agar orang tua tidak perlu panik. Orang tua jangan buru-buru mengalihkan perhatian anak saat adegan romantis tersebut muncul.

Orang tua dapat memberikan jawaban yang sederhana dan jujur. Sampaikan penjelasan yang mudah di pahami sesuai dengan tingkat usia anak. Penjelasan dapat di arahkan bahwa tindakan tersebut merupakan cara orang dewasa menunjukkan rasa kasih sayang.

Momen tersebut dapat menjadi waktu yang tepat untuk mengedukasi anak. Orang tua bisa mengenalkan konsep batasan tubuh atau body boundaries.

Anak-anak harus paham bahwa tidak semua orang boleh menyentuh tubuh mereka. Anak juga wajib di latih untuk berani berkata tidak secara tegas. Mereka harus berani menolak jika merasa tidak nyaman dengan perlakuan orang lain.

Visualisasi baju adat dan prosesi pernikahan juga dapat di terangkan secara mudah. Sampaikan bahwa hal itu adalah bentuk komitmen legal dua orang dewasa. Mereka saling bertanggung jawab satu sama lain. Narasi ini sekaligus bisa menjadi sarana edukasi yang baik. Orang tua dapat memperkenalkan keberagaman budaya dari negara lain kepada anak sejak dini. (Wd/*)

 

Berita Terkait

4 Drakor Rating Tertinggi 2026 di Netflix yang Wajib Ditonton
Park Eun Bin dan Yang Se Jong Pamer Chemistry di Spooky in Love
5 Rekomendasi Drama China Juli 2026 yang Wajib Ditonton
9 Drama Korea Terbaru Siap Tayang Juli 2026, Ada Sageuk hingga Romantis
Sinopsis Spooky in Love, Drakor Baru Park Eun Bin dan Yang Se Jong
Sinopsis Drakor Dream To You, Hwang In Yeop Jadi Sutradara
3 Drama Korea Terbaru Cetak Rating Dua Digit Mei-Juni 2026
5 Rekomendasi Drama Korea Sooyoung SNSD Terbaik yang Wajib Ditonton
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 19:49 WIB

4 Drakor Rating Tertinggi 2026 di Netflix yang Wajib Ditonton

Senin, 6 Juli 2026 - 11:34 WIB

Toy Story 5 Angkat Isu Gadget, Cocok Jadi Diskusi Anak

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:07 WIB

Park Eun Bin dan Yang Se Jong Pamer Chemistry di Spooky in Love

Jumat, 3 Juli 2026 - 07:05 WIB

5 Rekomendasi Drama China Juli 2026 yang Wajib Ditonton

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:03 WIB

9 Drama Korea Terbaru Siap Tayang Juli 2026, Ada Sageuk hingga Romantis

Berita Terbaru

Iringan Pusaka Luhah Rio Jayo Sungai Penuh Usai Penobatan Pemangku Adat dalam Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh

Daerah

Kenduri Sko Berakhir, Ini Pesan Ninik Mamak Rio Jayo

Senin, 6 Jul 2026 - 15:56 WIB

Waspada Risiko DBD Saat El Nino Godzilla Melanda Indonesia (Foto: Ai)

Nasional

Waspada Risiko DBD Saat El Nino Godzilla Melanda Indonesia

Senin, 6 Jul 2026 - 13:07 WIB

Toy Story 5 Angkat Isu Gadget, Cocok Jadi Diskusi Anak (Foto: Vincentius Mario/kumparan)

Showbiz

Toy Story 5 Angkat Isu Gadget, Cocok Jadi Diskusi Anak

Senin, 6 Jul 2026 - 11:34 WIB