Kabarinaja.id – Meta resmi memperkenalkan Pocket, sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pengguna membuat, memainkan, serta membagikan mini game dan pengalaman interaktif. Platform baru ini beroperasi penuh hanya dengan mengandalkan perintah berbasis teks atau prompt.
Langkah strategis tersebut di ambil Meta untuk memperluas pemanfaatan teknologi AI pada layanan konsumen. Melalui aplikasi ini, perusahaan berupaya mendorong terciptanya lebih banyak konten interaktif yang di produksi langsung oleh pengguna.
Pocket berfokus pada fitur utama yang di sebut gizmo, yaitu sebutan untuk pengalaman interaktif hasil cetakan AI yang dapat di akses langsung lewat perangkat seluler. Pengguna cukup mengetikkan ide mereka, lalu sistem AI akan menerjemahkan instruksi tersebut menjadi mini game siap pakai. Salah satu contoh penerapannya adalah mengubah objek bunga virtual menjadi kuas digital pada layar sentuh.
Aplikasi ini menerapkan konsep vibe coding, sebuah pendekatan modern yang memanfaatkan AI untuk merancang software berdasarkan bahasa alami sehari-hari. Kehadiran metode ini memangkas kebutuhan teknis, sehingga masyarakat awam yang tidak menguasai bahasa pemrograman tetap bisa menciptakan game sendiri.
Gizmo yang tercipta di dalam platform ini memiliki sifat dinamis dan responsif. Kreator dapat merancang konten yang bereaksi terhadap sentuhan, sensor gerakan, maupun kemiringan smartphone. Fitur pendukung lain juga mencakup integrasi efek suara, musik, akses kamera, galeri foto, hingga optimalisasi kemampuan AI untuk memahami konteks tertentu.
Pengembang memberikan kebebasan bagi kreator untuk mengizinkan pengguna lain melakukan remix atau memodifikasi ulang gizmo yang sudah ada. Fitur kolaboratif ini di dukung oleh halaman feed layaknya media sosial, yang menampilkan berbagai karya dari seluruh dunia agar bisa di mainkan bersama.
Sistem yang di bangun pada Pocket selaras dengan visi CEO Meta, Mark Zuckerberg. Ia berkomitmen mengintegrasikan AI sebagai fondasi utama dalam pengalaman media sosial generasi masa depan. Pengembangan Pocket sendiri memanfaatkan basis teknologi dari Atma Sciences, perusahaan pembuat aplikasi Gizmo yang timnya telah di rekrut oleh Meta.
Saat ini, Pocket sudah terdaftar di Google Play Store serta pusat bantuan resmi Meta. Namun, aplikasi mandiri ini belum di rilis secara serentak di seluruh dunia. Meta menerapkan sistem peluncuran berkala dan bertahap untuk berbagai wilayah.
Hingga kini, pihak manajemen belum merilis jadwal pasti mengenai peluncuran global maupun daftar negara yang akan mendapatkan hak akses awal. Kehadiran platform ini mempertegas fokus Meta yang kian masif pada sektor AI generatif guna menghadirkan ruang kreatif tanpa batas bagi pengguna ponsel. (Wd/*)









