Kabarinaja.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang wilayah utara Venezuela dan menewaskan sedikitnya 920 orang serta melukai 3.360 warga lainnya. Pemerintah setempat melaporkan puluhan bangunan hancur total, termasuk fasilitas publik di ibu kota Caracas. Saat ini, tim penyelamat internasional tengah berpacu dengan waktu guna untuk mencari ratusan korban yang di duga masih tertimbun reruntuhan bangunan.
Dua gempa dahsyat tersebut mengguncang Venezuela dalam hitungan detik pada Rabu lalu. Guncangan kedua tercatat memiliki magnitudo 7,5, menjadikannya salah satu gempa terkuat yang melanda negara tersebut dalam satu abad terakhir. Kerusakan masif ini memicu kedatangan bantuan kemanusiaan global demi mempercepat proses evakuasi.
Seorang pejabat senior pemerintah mengonfirmasi bahwa ratusan petugas penyelamat internasional telah tiba di lokasi bencana. Pemerintah juga memperkirakan gelombang bantuan personel medis dan logistik dari berbagai negara akan terus berdatangan dalam beberapa hari ke depan. Fokus utama tim gabungan saat ini terpusat pada wilayah pesisir yang mengalami dampak paling parah.
Wilayah Terparah dan Infrastruktur Vital yang Lumpuh
Otoritas setempat menyatakan Wilayah La Guaira, yang terletak di utara Caracas, menjadi daerah dengan tingkat kerusakan paling parah. Kawasan ini memegang peran krusial bagi perekonomian negara karena menjadi lokasi dari salah satu pelabuhan utama. Wilayah ini juga menampung aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Simón Bolívar di Maiquetía, bandara utama Venezuela.
Pihak berwenang mengkhawatirkan jumlah korban tewas akan terus meningkat secara signifikan seiring proses evakuasi yang masih berjalan. Banyaknya laporan mengenai warga yang hilang memperkuat dugaan bahwa masih banyak korban tertimbun di bawah beton bangunan yang ambruk.
Kesedihan mendalam menyelimuti para keluarga korban, salah satunya Natacha Diaz, seorang ibu di La Guaira yang kehilangan kontak dengan kedua anaknya. Dua putrinya yang berusia 22 dan 23 tahun terjebak di bawah reruntuhan pusat perbelanjaan tempat mereka bekerja sebagai ahli manikur. Diaz berharap tim penyelamat dapat segera menemukan buah hatinya dalam kondisi selamat.
Ratusan Korban Masih Terjebak
Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez menyampaikan pemutakhiran data terkini melalui siaran televisi pemerintah pada Jumat waktu setempat. Rodriguez menyebutkan angka kematian resmi telah menyentuh 920 jiwa, sementara sedikitnya 172 orang diyakini masih terperangkap di berbagai titik reruntuhan.
Meskipun situasi di lapangan sangat berat, tim penyelamat berhasil mengevakuasi setidaknya 243 orang dalam kondisi hidup di wilayah La Guaira saja. Pemerintah kini memprioritaskan pendirian fasilitas medis darurat untuk merawat ribuan korban luka yang terus memadati pusat-pusat kesehatan. (Wd/*)









