OpenAI Rilis Verify untuk Cek Keaslian Gambar AI

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CEO OpenAI, Sam Altman (Foto: idnfinancials)

CEO OpenAI, Sam Altman (Foto: idnfinancials)

Kabarinaja.id – OpenAI memperkenalkan alat verifikasi publik bernama Verify untuk membantu pengguna mengidentifikasi apakah sebuah gambar di buat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kehadiran alat ini menjadi respons atas semakin banyaknya gambar hasil AI yang beredar di media sosial dan platform digital. Informasi ini merujuk pada materi yang diberikan pengguna.

Melalui layanan yang tersedia di situs OpenAI, pengguna dapat mengunggah gambar dan memeriksa apakah file tersebut berasal dari produk OpenAI, termasuk ChatGPT, Codex, maupun API yang mereka sediakan.

Gabungkan Dua Teknologi Verifikasi

OpenAI tidak hanya mengandalkan satu metode untuk mendeteksi asal-usul gambar. Perusahaan tersebut mengombinasikan dua standar industri yang memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi.

Teknologi pertama adalah C2PA (Coalition for Content Provenance and Authenticity). Standar ini menggunakan metadata yang di sematkan pada file untuk menunjukkan proses pembuatan gambar serta perubahan yang pernah di lakukan. Informasi tersebut dapat diverifikasi melalui mekanisme kriptografis sehingga lebih mudah ditelusuri.

Secara sederhana, C2PA berfungsi layaknya identitas digital sebuah gambar. Standar ini juga telah digunakan pada sejumlah produk Google, meski implementasinya di berbagai platform belum sepenuhnya merata.

Baca Juga :  Harga Moge Listrik Honda WN7 di Eropa Resmi Rilis

Teknologi kedua adalah SynthID, sistem watermark tak kasat mata yang dikembangkan Google. Berbeda dengan metadata biasa, SynthID menanamkan sinyal langsung ke dalam piksel gambar sehingga lebih sulit dihilangkan.

Watermark tersebut dirancang tetap dapat terdeteksi meskipun gambar telah mengalami berbagai modifikasi, seperti dipotong, diberi filter, dikompresi, hingga diambil ulang melalui tangkapan layar.

Dua Sistem dengan Fungsi yang Saling Melengkapi

OpenAI mengakui bahwa setiap teknologi memiliki keterbatasan. Metadata C2PA dapat dihapus atau dimodifikasi oleh pihak tertentu, sehingga efektivitasnya bergantung pada keberadaan data tersebut di dalam file.

Sebaliknya, SynthID menawarkan ketahanan yang lebih tinggi karena sinyalnya tertanam langsung pada gambar. Walaupun demikian, informasi yang diberikan watermark ini tidak sedetail metadata C2PA.

Karena itu, penggunaan kedua sistem secara bersamaan dinilai mampu meningkatkan akurasi pelacakan asal-usul gambar. Metadata menyediakan konteks yang lebih lengkap, sedangkan watermark berperan sebagai lapisan cadangan ketika metadata tidak lagi tersedia.

Muncul di Tengah Meningkatnya Konten AI

Peluncuran Verify terjadi ketika penggunaan gambar AI semakin meluas dan kerap memunculkan kontroversi. Salah satu kasus terbaru adalah diskualifikasi pemenang kompetisi fotografi setelah penyelenggara menemukan watermark SynthID tersembunyi pada gambar yang dikirimkan.

Baca Juga :  Red Hat dan Google Cloud Rilis OpenShift Berdaulat Digital

Skala penggunaan teknologi ini juga terus bertambah. Google DeepMind melaporkan bahwa lebih dari 100 miliar gambar, video, dan file audio telah di beri watermark SynthID hingga saat ini.

OpenAI kini bergabung dengan sejumlah perusahaan teknologi lain seperti Kakao, ElevenLabs, dan Nvidia sebagai pengguna teknologi tersebut.

Cara Menggunakan Verify

Untuk memanfaatkan layanan ini, pengguna cukup mengunggah satu gambar ke platform Verify. Setelah proses analisis selesai, sistem akan menampilkan apakah gambar mengandung metadata C2PA, watermark SynthID, atau tidak ditemukan tanda apa pun.

OpenAI menyarankan pengguna memotong tangkapan layar sedekat mungkin dengan objek gambar yang ingin diperiksa. Pengguna juga di anjurkan tidak mengunggah file yang berisi lebih dari satu gambar agar hasil analisis lebih akurat.

Saat ini, Verify baru mampu mendeteksi gambar yang dibuat melalui ChatGPT, OpenAI API, dan Codex. Artinya, gambar AI yang berasal dari platform lain belum dapat diidentifikasi oleh sistem tersebut untuk sementara waktu. (Wd/*)

Berita Terkait

Wajah Seseorang Tak Boleh Dipakai Sembarangan untuk Konten
AI Factory Indonesia Disiapkan Jadi Pusat AI Asia Tenggara
Spotify Running Mode Bikin Musik Lari Lebih Personal
Teknologi CGI Mengubah Film Modern, Begini Cara Efek Visual Dibuat
Tren Global 2026 Berubah Drastis, AI Otonom hingga Gaya Hidup Autentik Makin Dominan
SAP Autonomous Enterprise AI Terinspirasi Evolusi GTA
AI Dimanfaatkan Peretas, Strategi Serangan Siber Berubah Drastis
Internet Tercepat dan Terlambat di Dunia, Ini Daftar Negaranya
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:08 WIB

Wajah Seseorang Tak Boleh Dipakai Sembarangan untuk Konten

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:47 WIB

AI Factory Indonesia Disiapkan Jadi Pusat AI Asia Tenggara

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Spotify Running Mode Bikin Musik Lari Lebih Personal

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:19 WIB

Teknologi CGI Mengubah Film Modern, Begini Cara Efek Visual Dibuat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:01 WIB

Tren Global 2026 Berubah Drastis, AI Otonom hingga Gaya Hidup Autentik Makin Dominan

Berita Terbaru

76 Pelajar Terpilih Jadi Paskibraka Nasional 2026 (Foto: setneg.go.id)

Nasional

76 Pelajar Terpilih Jadi Paskibraka Nasional 2026

Selasa, 11 Agu 2026 - 19:01 WIB

Curug Minger di Lereng Gunung Slamet Tawarkan Suasana Sejuk (Foto:  wisatalombok.co.id/britainaja.com)

Wisata

Curug Minger di Lereng Gunung Slamet Tawarkan Suasana Sejuk

Selasa, 11 Agu 2026 - 17:43 WIB

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti (Foto: RRI/Hana Syarif)

Ekonomi

Ekspor Indonesia Ditargetkan Tembus USD 315 Miliar pada 2026

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:07 WIB

Ilustrasi. Kebiasaan di Kamar Mandi yang Picu Stroke (Foto: Ai)

Kesehatan

Kebiasaan di Kamar Mandi yang Picu Stroke

Selasa, 11 Agu 2026 - 15:08 WIB

Artis Drakor Ha Young (Foto: Netflix/metcom)

Internasional

Ha Young Terseret Sejarah Keluarga, Agensi Akhirnya Minta Maaf

Selasa, 11 Agu 2026 - 14:01 WIB