Begawi Festival Budaya Lampung Satukan Saibatin Pepadun

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Begawi Festival Budaya Lampung Satukan Saibatin Pepadun (Foto:  Imam Setiawan/medcom)

Begawi Festival Budaya Lampung Satukan Saibatin Pepadun (Foto: Imam Setiawan/medcom)

Kabarinaja.id – Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) sukses menggelar Begawi Festival di Radin Inten Beach, Kabupaten Lampung Selatan, pada Sabtu (11/7/2026). Acara kebudayaan bersejarah ini berhasil mempertemukan dua rumpun adat besar, yakni Saibatin dan Pepadun, guna merawat tradisi luhur Lampung. Gelaran tersebut menjadi momentum nyata dalam mengimplementasikan semboyan Sai Bumi Ruwa Jurai yang bermakna satu bumi dua jiwa.

Kawasan pesisir yang dahulu bernama Pantai Pasir Putih ini bertransformasi menjadi panggung budaya yang sakral. Deburan ombak berpadu harmonis dengan tabuhan alat musik tradisional saat para penyimbang adat memasuki arena prosesi. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan leluhur kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Kolaborasi Dua Rumpun Adat Besar

Ratusan muli dan mekhanai (pemuda-pemudi) dari berbagai marga di Provinsi Lampung memadati kawasan pesisir dengan busana adat lengkap. Mereka mengenakan kain tapis, siger, hingga sesapur yang menciptakan panorama memukau di tepi Selat Sunda. Kehadiran mereka merepresentasikan persatuan yang kokoh antara masyarakat adat Saibatin dan Pepadun.

Masyarakat adat Saibatin bertindak sebagai tuan rumah karena acara berlangsung di wilayah domisili mereka di Lampung Selatan. Sementara itu, masyarakat adat Pepadun menghadirkan perwakilan dari Abung Siwo Mego, Pubian Telu Suku, Mego Pak Tulang Bawang, serta Buay Lima Way Kanan. Pertemuan dua rumpun ini menghapus sekat perbedaan tata adat demi memperkuat identitas daerah.

Baca Juga :  Curug Minger di Lereng Gunung Slamet Tawarkan Suasana Sejuk

Prosesi Manjau hingga Penganugerahan Gelar

Panitia mengawali rangkaian acara dengan prosesi Manjau yang melambangkan silaturahmi, penghormatan, dan kehangatan hubungan kekeluargaan. Setelah itu, para peserta mengikuti ritual turun mandi sebagai simbol penyucian diri dan harapan keselamatan. Seluruh rangkaian prosesi adat berjalan khidmat dengan dukungan penuh dari para tokoh adat dan masyarakat.

Puncak festival ini ditandai dengan penganugerahan gelar adat dari masyarakat Pepadun kepada Pangdam XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi. Penghormatan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi Pangdam dalam menjaga keamanan serta membangun kedekatan dengan masyarakat adat Lampung dan Bengkulu. Penganugerahan berlangsung sakral di hadapan ribuan warga serta pejabat negara yang hadir.

Sejumlah tokoh penting turut menghadiri pergelaran budaya ini. Tampak hadir Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan jajaran pimpinan daerah lainnya. Kehadiran para pejabat ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap pelestarian nilai-nilai lokal.

Komitmen Menjaga Identitas Daerah

Presiden BEM Universitas Lampung, Aditya Putra Bayu, menjelaskan bahwa Begawi Festival lahir dari kepedulian moral mahasiswa. Dia menegaskan bahwa generasi muda memegang peranan kunci dalam melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi.

“Mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab di bidang akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral menjaga identitas daerahnya. Begawi Festival kami gagas agar masyarakat semakin mengenal adat Saibatin dan Pepadun sebagai warisan budaya yang harus terus hidup dan di wariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Aditya.

Baca Juga :  4 Wisata Tersembunyi di Perth Australia Barat untuk Healing

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut positif inisiatif mahasiswa Unila ini. Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen memberikan dukungan berkelanjutan bagi ruang-ruang kebudayaan serupa.

“Saibatin dan Pepadun adalah kekayaan budaya yang kita miliki bersama. Kegiatan seperti ini harus terus dijaga dan dilestarikan karena menjadi ruang mempererat persaudaraan sekaligus memperkenalkan budaya Lampung kepada masyarakat luas. Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendukung kegiatan yang mengangkat budaya daerah agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan generasi mendatang,” kata Rahmat.

Apresiasi serupa datang dari Tokoh adat Marga Pungguk Kotabumi bergelar Suttan Raja Putra Negara, Ansori Sabak. Dia menilai festival ini sebagai langkah konkret agar keluhuran budaya Lampung tetap lestari.

“Ini kegiatan yang sangat baik dan harus terus lestari. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat luas dapat melihat bahwa budaya Lampung memiliki keindahan, nilai luhur, dan sakralitas yang luar biasa. Semakin banyak yang mengenal budaya Lampung, semakin besar pula peluang warisan leluhur ini tetap hidup dari generasi ke generasi,” kata Ansori Sabak.

Festival budaya ini membuktikan bahwa semboyan Sai Bumi Ruwa Jurai nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Lampung. Kegiatan ini sukses meninggalkan pesan mendalam mengenai pentingnya persaudaraan dan gotong royong dalam merawat warisan leluhur. (Wd/*)

Berita Terkait

8 Daerah Terdingin di Indonesia, Suhunya Bisa 9 Derajat
Desa Sade Lombok, Kampung Adat Suku Sasak yang Terdampak Kebakaran
Toba Caldera Culture Festival Siapkan Talenta Lokal Go Global
Festival Golo Koe 2026, Cara Baru Menikmati Labuan Bajo
Curug Minger di Lereng Gunung Slamet Tawarkan Suasana Sejuk
UNESCO Pilih Beijing sebagai Ibu Kota Arsitektur Dunia 2029, Ini Alasannya
Touring Motor Sumba 600 Km, Ini Syarat Ikutnya
Indonesia-India Restorasi Prambanan Jadi Alat Diplomasi
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:06 WIB

8 Daerah Terdingin di Indonesia, Suhunya Bisa 9 Derajat

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Desa Sade Lombok, Kampung Adat Suku Sasak yang Terdampak Kebakaran

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Toba Caldera Culture Festival Siapkan Talenta Lokal Go Global

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Festival Golo Koe 2026, Cara Baru Menikmati Labuan Bajo

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Curug Minger di Lereng Gunung Slamet Tawarkan Suasana Sejuk

Berita Terbaru

Cara Pinjam Uang di GoPay, Cek Syarat dan Langkahnya

Ekonomi

Cara Pinjam Uang di GoPay, Cek Syarat dan Langkahnya

Jumat, 28 Agu 2026 - 13:13 WIB

Ilustrasi Tentara Jerman di Indonesia Saat Revolusi Kemerdekaan (Foto: Ai)

Nasional

Tentara Jerman di Indonesia Saat Revolusi Kemerdekaan

Jumat, 28 Agu 2026 - 11:06 WIB

Cara Membuat Prompt ChatGPT Lebih Efektif, Ini Contohnya (Foto: ChatGPT)

Teknologi

Cara Membuat Prompt ChatGPT Lebih Efektif, Ini Contohnya

Jumat, 28 Agu 2026 - 10:03 WIB

Cara Membersihkan Cache Laptop agar Tidak Lemot (Foto: acerid)

Teknologi

Cara Membersihkan Cache Laptop agar Tidak Lemot

Jumat, 28 Agu 2026 - 09:05 WIB

8 Daerah Terdingin di Indonesia, Suhunya Bisa 9 Derajat

Wisata

8 Daerah Terdingin di Indonesia, Suhunya Bisa 9 Derajat

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:06 WIB