Kabarinaja.id – Operasi SAR pencarian dua warga negara Singapura di Gunung Dukono kini memasuki fase krusial. Memasuki hari ketiga pencarian, Minggu (10/5/2026), tim SAR gabungan akhirnya telah berhasil memetakan koordinat pasti keberadaan korban.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengonfirmasi bahwa posisi kedua pendaki terdeteksi di radius sekitar 50 meter dari kawah aktif. Informasi ini di peroleh dari keterangan saksi kunci serta koordinasi teknis tim di lapangan. Titik tersebut berjarak sekitar 150 meter dari lokasi penemuan jenazah Angel Krishela Pradita, pendaki asal Indonesia yang di evakuasi sehari sebelumnya.
Sebanyak 150 personel dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, hingga relawan lokal di terjunkan dalam operasi ini. Strategi pencarian di bagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU).
-
SRU 2 dan 3: Bertugas sebagai eksekutor evakuasi di zona inti.
-
SRU 1 dan 4: Menjaga jalur serta memberikan dukungan logistik.
-
Pos 1 hingga 5: Disiagakan personel tambahan guna mengevakuasi korban secara estafet menuju kaki gunung.
Keterlibatan TNI di perkuat dengan penambahan satu satuan setingkat kompi (SSK). Pangdam XV Pattimura, Mayjen Dody Triwinarto, turun langsung memantau pergerakan di lapangan. Penambahan personel ini bertujuan mempercepat proses pemindahan korban sebelum kondisi cuaca atau aktivitas vulkanik memburuk. Targetnya, evakuasi rampung sebelum matahari terbenam hari ini.
Kejadian bermula saat rombongan berjumlah 20 orang melakukan pendakian tepat saat erupsi terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026. Kelompok ini terdiri dari 11 warga Indonesia dan 9 warga Singapura. Meski 17 pendaki di nyatakan selamat, tiga orang tertinggal di area puncak.
Identitas dua warga Singapura yang masih dalam proses evakuasi adalah:
-
Hen Wen Qiang Timothy
-
Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi para pendaki mengenai bahaya aktivitas di gunung api aktif. Masyarakat maupun wisatawan mancanegara wajib mematuhi rekomendasi jarak aman dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Sebelum melakukan pendakian, pastikan Anda memeriksa status aktivitas gunung melalui aplikasi resmi dan melapor pada pos penjagaan setempat guna mempermudah mitigasi jika terjadi keadaan darurat. (Nd/*)







