Meta Kehilangan 20 Juta Akun Aktif, Pengguna Facebook dan WhatsApp Turun

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarinaja.idPada awal 2026 Meta mengalami penurunan jumlah pengguna aktif harian. Perusahaan teknologi yang menaungi Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu melaporkan kehilangan sekitar 20 juta pengguna aktif harian sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Data tersebut tercantum dalam laporan keuangan Meta untuk periode Januari hingga Maret 2026. Penurunan terjadi pada indikator Daily Active User (DAU), meski perusahaan tidak mengungkap secara rinci platform mana yang mengalami penyusutan terbesar.

Jumlah Daily Active People (DAP) atau total pengguna yang mengakses salah satu layanan Meta setiap hari juga ikut terkoreksi. Saat ini, total pengguna aktif harian Meta berada di angka 3,5 miliar, turun di banding kuartal sebelumnya yang mencapai 3,58 miliar pengguna.

Gangguan Internet di Iran Jadi Faktor Utama

Kepala Keuangan Meta, Susan Li, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama penurunan berasal dari pembatasan internet di Iran. Pemerintah negara tersebut di ketahui memperketat akses jaringan setelah konflik geopolitik memanas menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026.

Akses internet di Iran sempat lumpuh di sejumlah wilayah. Tak hanya karena kebijakan pemerintah, beberapa infrastruktur telekomunikasi di laporkan mengalami kerusakan akibat konflik yang memicu terganggunya jaringan serat optik.

Baca Juga :  Notifikasi Ponsel Sulit Diabaikan, Ini Penyebabnya

Situasi ini membuat masyarakat kesulitan mengakses layanan digital global, termasuk platform media sosial dan aplikasi pesan instan milik Meta. Dampaknya langsung terasa pada angka pengguna aktif perusahaan tersebut.

Iran sendiri sebelumnya pernah menerapkan pemutusan internet nasional pada Januari 2026 saat gelombang demonstrasi anti-pemerintah meningkat. Pembatasan berlangsung hampir tiga minggu sebelum akses kembali di buka secara bertahap.

WhatsApp Dibatasi Rusia, Pengguna Beralih ke Aplikasi Lokal

Tekanan terhadap Meta juga datang dari Rusia. Pemerintah Rusia mulai membatasi penggunaan WhatsApp pada Februari 2026 dan mendorong masyarakat memakai aplikasi pesan lokal bernama Max.

Langkah itu menjadi bagian dari kebijakan digital Rusia yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap platform asing. Pembatasan tersebut disebut ikut menyumbang penurunan jumlah pengguna harian Meta secara global.

Fenomena ini menunjukkan bahwa perusahaan teknologi besar kini semakin rentan terhadap kebijakan geopolitik di berbagai negara. Ketika akses internet di batasi atau layanan digital asing ditekan, pertumbuhan pengguna bisa langsung terdampak dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Registrasi SIM Pakai Face Recognition Mulai Juli 2026, Ini Risikonya

Di sisi lain, persaingan platform media sosial juga makin ketat. Sejumlah negara mulai mengembangkan aplikasi lokal sebagai alternatif layanan global dengan alasan keamanan data dan kedaulatan digital.

Saham Meta Turun Meski Pendapatan Tetap Naik

Laporan penurunan pengguna langsung memicu reaksi pasar. Saham Meta tercatat melemah sekitar 9 persen pada penutupan perdagangan di Amerika Serikat pada 1 Mei 2026.

Meski begitu, kondisi bisnis perusahaan secara finansial masih tergolong kuat. Meta membukukan pendapatan sebesar 56,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp977 triliun pada kuartal pertama 2026. Nilai itu naik 33 persen di banding periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih perusahaan juga melonjak hingga 22,8 miliar dollar AS atau setara Rp395 triliun. Kenaikan pendapatan di dorong oleh bisnis iklan digital dan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang terus di perluas perusahaan.

Namun, penurunan pengguna menjadi sinyal bahwa tantangan Meta tidak lagi hanya datang dari persaingan bisnis teknologi. Faktor geopolitik, regulasi internet, hingga kebijakan digital tiap negara kini ikut menentukan arah pertumbuhan platform media sosial global.(Tim)

Berita Terkait

3 Cara ChatGPT Work Bantu UMKM Kerja Lebih Efisien
Mengapa Indonesia Jadi Pasar Awal Roblox Kids dan Select?
Cara Menghapus Data Flashdisk Sebelum Dibuang
Wajah Seseorang Tak Boleh Dipakai Sembarangan untuk Konten
AI Factory Indonesia Disiapkan Jadi Pusat AI Asia Tenggara
Spotify Running Mode Bikin Musik Lari Lebih Personal
Teknologi CGI Mengubah Film Modern, Begini Cara Efek Visual Dibuat
Tren Global 2026 Berubah Drastis, AI Otonom hingga Gaya Hidup Autentik Makin Dominan
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:06 WIB

3 Cara ChatGPT Work Bantu UMKM Kerja Lebih Efisien

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Mengapa Indonesia Jadi Pasar Awal Roblox Kids dan Select?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Cara Menghapus Data Flashdisk Sebelum Dibuang

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:08 WIB

Wajah Seseorang Tak Boleh Dipakai Sembarangan untuk Konten

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:47 WIB

AI Factory Indonesia Disiapkan Jadi Pusat AI Asia Tenggara

Berita Terbaru

Paskibraka Kerinci 2026, Ini 30 Anggotanya (Foto: britainaja.com)

Daerah

Paskibraka Kerinci 2026, Ini 30 Anggotanya

Sabtu, 15 Agu 2026 - 13:59 WIB

Gempa Magnitudo 7,7 Mengguncang Nusa Tenggara Timur (Foto: BMKG/RRI)

Nasional

Gempa Magnitudo 7,7 Mengguncang Nusa Tenggara Timur

Sabtu, 15 Agu 2026 - 06:55 WIB