Kabarinaja.id – Harga game modern belakangan memang makin tinggi. Untuk satu game AAA terbaru saja, gamer kadang harus menyiapkan dana hampir Rp1 juta. Namun angka tersebut ternyata belum seberapa jika di bandingkan dengan sejumlah game dan platform gaming yang masuk kategori paling mahal di dunia.
Sebagian besar game ini bukan mahal karena grafis super realistis atau mode multiplayer mewah. Ada yang menguras dompet karena DLC berjumlah ratusan, ada pula yang bernilai fantastis akibat statusnya sebagai barang kolektor langka.
Berikut deretan game dengan harga paling tidak masuk akal yang pernah ramai di bicarakan komunitas gamer dunia.
Train Simulator Classic, DLC Lebih Mahal dari Mobil Bekas
Train Simulator Classic di kenal sebagai salah satu game simulasi kereta paling detail di PC. Harga dasar game ini sebenarnya masih tergolong normal di Steam. Tantangan sesungguhnya muncul saat pemain mulai membeli konten tambahannya.
Game tersebut memiliki lebih dari 800 DLC yang berisi berbagai jenis lokomotif, jalur kereta internasional, hingga paket gerbong dengan detail realistis. Jika seluruh konten di beli, total biaya yang harus di keluarkan pemain bisa mencapai lebih dari Rp200 juta.
Banyak penggemar simulasi menganggap DLC itu sebagai bagian penting untuk mendapatkan pengalaman berkendara kereta yang autentik. Tidak sedikit pemain yang rela mengoleksi rute dari negara tertentu demi sensasi simulasi yang lebih lengkap.
Fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana model bisnis DLC kini menjadi sumber pemasukan besar bagi industri game. Developer tidak lagi hanya mengandalkan penjualan game utama, tetapi juga ekspansi jangka panjang yang terus diperbarui selama bertahun-tahun.
Fantasy Grounds Jadi Platform RPG Berbiaya Fantastis
Bagi penggemar tabletop RPG seperti Dungeons & Dragons, Fantasy Grounds sudah cukup populer sebagai platform bermain virtual.
Aplikasi ini menyediakan ribuan modul resmi, aturan permainan, map digital, token karakter, hingga ekspansi kampanye. Seorang Game Master yang ingin mengoleksi seluruh konten premium di dalamnya harus menyiapkan biaya sangat besar, bahkan bisa menembus ratusan juta rupiah.
Meski terdengar berlebihan, komunitas RPG menilai platform semacam ini membantu menciptakan pengalaman bermain yang jauh lebih praktis dan profesional, terutama untuk sesi permainan online jarak jauh.
The Sims 4 Gratis Dimainkan, Tapi DLC Bikin Dompet Menangis
The Sims 4 memang dapat dimainkan secara gratis. Namun banyak pemain menyebut biaya sesungguhnya justru muncul setelah mulai membeli berbagai ekspansi tambahan.
Electronic Arts terus merilis Expansion Pack, Stuff Pack, Game Pack, hingga Kits hampir setiap tahun. Paket tersebut menghadirkan fitur rumah baru, pekerjaan karakter, dekorasi, hingga aktivitas tambahan dalam game.
Jika seluruh DLC dikumpulkan, total pengeluaran pemain bisa menyentuh Rp10 juta hingga Rp15 juta. Nilai itu bahkan setara dengan harga motor bekas di beberapa daerah Indonesia.
Walau begitu, seri The Sims tetap memiliki komunitas loyal karena gameplay sandbox-nya memungkinkan pemain menciptakan kehidupan virtual sesuai imajinasi mereka sendiri.
Fisherpunk Most Expensive Game, Game Android dengan Harga Sultan
Di platform Android, sempat muncul game bernama Fisherpunk Most Expensive Game yang viral karena banderol harganya.
Secara visual, game ini terlihat sederhana dan tidak memiliki kualitas grafis istimewa. Namun harga jualnya bisa mencapai jutaan rupiah di toko aplikasi.
Sebagian pengguna internet menganggap game seperti ini lebih cocok di jadikan simbol status dibanding sarana hiburan. Ada pula yang menilai strategi tersebut sengaja dibuat untuk menarik perhatian publik lewat harga absurd.
Fenomena game mahal di mobile sebenarnya bukan hal baru. Beberapa developer sengaja membuat produk eksklusif dengan harga tinggi untuk menciptakan sensasi unik di marketplace aplikasi digital.
Super Mario Bros dan Zelda Jadi Koleksi Bernilai Miliaran
Kalau membahas game termahal sepanjang sejarah, gelarnya justru banyak dipegang cartridge lawas yang masih tersegel rapat.
Beberapa salinan klasik seperti Super Mario Bros. dan The Legend of Zelda pernah terjual di rumah lelang internasional dengan harga miliaran rupiah.
Nilai fantastis itu berasal dari faktor kelangkaan, kondisi fisik sempurna, serta status factory sealed yang membuat barang tetap orisinal sejak pertama di produksi.
Di kalangan kolektor, video game klasik kini di pandang layaknya barang investasi seperti kartu olahraga, komik langka, atau jam tangan mewah. Harga beberapa cartridge bahkan terus naik setiap tahun karena jumlah unit asli yang masih bertahan semakin sedikit.
Game Mahal Tidak Selalu Soal Grafik
Industri game modern ternyata punya banyak sisi unik. Ada game mahal karena DLC yang terus bertambah, ada platform yang di penuhi konten premium, hingga cartridge lawas yang berubah menjadi aset koleksi bernilai tinggi.
Bagi gamer biasa, membeli game saat diskon atau memanfaatkan layanan langganan seperti Game Pass masih menjadi pilihan paling realistis agar hobi bermain tetap aman tanpa bikin rekening terkuras.(Tim)







