Nintendo Switch 2 Rekor Laba 424 Miliar Yen di Tengah Tekanan Rantai Pasok

Kabarinaja.id

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nintendo Switch 2 (Foto:  nintendo)

Nintendo Switch 2 (Foto: nintendo)

Kabaarinaja.id – Raksasa teknologi asal Jepang, Nintendo, menutup tahun fiskal per Maret 2026 dengan pencapaian finansial yang masif. Perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar 424 miliar yen (setara Rp 46,92 triliun), melonjak tajam 52 persen di bandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 279 miliar yen. Keberhasilan ini di picu oleh dominasi konsol Switch 2 di pasar serta kesuksesan beberapa judul gim orisinal mereka.

Total pendapatan tahunan perusahaan melesat 99 persen hingga menyentuh 2,3 triliun yen (sekitar Rp 260,65 triliun). Meskipun minat terhadap Switch generasi pertama mulai meredup, permintaan pasar terhadap Switch 2 tetap menjadi mesin pertumbuhan utama bagi Nintendo.

Kabar kurang sedap menyertai laporan keuntungan ini. Nintendo secara resmi mengerek harga jual Switch 2 akibat situasi bisnis global yang kian menantang. Di Jepang, harga konsol ini akan berubah dari 49.980 yen menjadi 59.980 yen (sekitar Rp 6,63 juta) mulai 25 Mei 2026.

Kebijakan serupa berlaku untuk pasar Amerika Serikat pada September 2026. Harga Switch 2 akan naik dari 449,99 dollar AS menjadi 499,99 dollar AS (sekitar Rp 8,69 juta). Analis menilai kenaikan ini di pengaruhi oleh tekanan biaya logistik akibat tarif perdagangan di bawah kepemimpinan Donald Trump serta gangguan rantai pasok yang di picu konflik di kawasan Iran. Bagi konsumen, ini adalah sinyal kuat untuk segera mematangkan anggaran belanja sebelum harga resmi melonjak di wilayah masing-masing.

Baca Juga :  Waspada Anak Ketagihan Gadget Bagi Orang Tua

Dukungan Sektor Film dan Rekor Penjualan Gim

Diversifikasi bisnis ke layar lebar terbukti sangat menguntungkan. Film “The Super Mario Galaxy Movie” mendulang pendapatan lebih dari 800 juta dollar AS (Rp 13,9 triliun) hanya dalam waktu satu bulan sejak penayangan perdana. Sinergi ini memperkuat ekosistem merek Nintendo di mata publik.

Pada sektor perangkat lunak, judul-judul eksklusif seperti “Mario Kart World” dan “Donkey Kong Bananza” mencetak performa penjualan yang solid. Prestasi luar biasa juga ditunjukkan oleh “Tomodachi Life: Living the Dream” yang terjual 3,8 juta kopi dalam 14 hari pertama. Tren ini menegaskan bahwa kekuatan konten tetap menjadi magnet utama meskipun perangkat keras mengalami kenaikan harga.

Baca Juga :  Pengguna Android Wajib Waspada, 7 Aplikasi Ini Diduga Berbahaya dan Harus Segera Dihapus

Proyeksi Konservatif untuk Tahun 2027

Melihat ke depan, Nintendo bersikap realistis dengan memproyeksikan penurunan laba sekitar 11 persen untuk tahun fiskal hingga Maret 2027, dengan target 2,1 triliun yen (Rp 225,9 triliun). Target distribusi konsol Switch 2 juga di patok lebih rendah, yakni 16,5 juta unit, turun dari capaian 19,86 juta unit pada periode sebelumnya.

Penurunan target unit perangkat keras adalah pola umum setelah masa peluncuran perdana yang eksplosif. Namun, perusahaan mengompensasi hal ini dengan menargetkan kenaikan penjualan perangkat lunak sebesar 23 persen, atau setara 60 juta unit gim. Kehadiran seri terbaru “Final Fantasy” dari pengembang pihak ketiga di prediksi akan menjaga momentum penjualan tetap tinggi. Respons pasar modal terhadap pengumuman ini terpantau positif, di tandai dengan penguatan harga saham Nintendo sebesar 3,6 persen.  (Nd/*)

Berita Terkait

Virtus Jadi Master Distributor Drone DJI Enterprise di Indonesia
Google Kucurkan Rp1,3 Triliun ke Studio Film A24
Penyebab Harga Steam Machine Valve Lebih Mahal dari PS5 Pro
Proyek Google Ubah HP Pixel Bekas Jadi Server Data Center
Google Kucurkan Rp 1,3 Triliun ke A24 Guna Riset AI Film
Cara Coba Gratis WhatsApp Plus Resmi di Indonesia
7 Game Viral di TikTok yang Sering Masuk FYP dan Ramai Penonton
10 Game Trending di Steam yang Wajib Dicoba, Cocok Untuk Isi Waktu Liburan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:17 WIB

Virtus Jadi Master Distributor Drone DJI Enterprise di Indonesia

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:17 WIB

Google Kucurkan Rp1,3 Triliun ke Studio Film A24

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:48 WIB

Proyek Google Ubah HP Pixel Bekas Jadi Server Data Center

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:24 WIB

Google Kucurkan Rp 1,3 Triliun ke A24 Guna Riset AI Film

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:29 WIB

Cara Coba Gratis WhatsApp Plus Resmi di Indonesia

Berita Terbaru

Kinerja Pertamina 2025, Pendapatan Tembus Rp1.167 Triliun (Foto: Pertamina)

Ekonomi

Kinerja Pertamina 2025, Pendapatan Tembus Rp1.167 Triliun

Kamis, 25 Jun 2026 - 11:29 WIB

Ilustrasi. Google Kucurkan Rp1,3 Triliun ke Studio Film A24  (Foto: Ai)

Teknologi

Google Kucurkan Rp1,3 Triliun ke Studio Film A24

Rabu, 24 Jun 2026 - 20:17 WIB