IHSG Turun 3,53 Persen Usai Rebalancing MSCI. Dana Asing Keluar Rp40 Triliun

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarinaja.id – Tekanan di pasar modal Indonesia belum mereda. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah cukup tajam sepanjang perdagangan 11 hingga 13 Mei 2026 setelah pengumuman rebalancing indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Dalam periode tiga hari perdagangan, IHSG terkoreksi 3,53 persen dan berakhir di level 6.723,32. Posisi tersebut turun dari pekan sebelumnya yang masih berada di level 6.936,39.

Pelemahan indeks turut menyeret nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data resmi bursa, kapitalisasi pasar turun 4,68 persen menjadi Rp11.825 triliun, dari sebelumnya Rp12.406 triliun.

Aktivitas Perdagangan Saham Ikut Melambat

Tekanan tidak hanya terlihat pada pergerakan indeks. Aktivitas transaksi harian juga mengalami perlambatan cukup signifikan. Rata-rata nilai transaksi harian turun menjadi Rp18,82 triliun dari pekan sebelumnya Rp23,05 triliun.

Volume perdagangan saham ikut menyusut. Dalam sepekan terakhir, rata-rata volume transaksi harian tercatat sebesar 35,76 miliar lembar saham, turun lebih dari 22 persen di banding pekan sebelumnya yang mencapai 45,86 miliar lembar saham.

Baca Juga :  Ekonomi RI Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026, Mengapa Investor Masih Cenderung Dilematis?

Aksi jual investor asing masih menjadi salah satu faktor utama yang menekan pasar domestik. Pada penutupan perdagangan Jumat, 13 Mei 2026, investor asing membukukan jual bersih atau net sell senilai Rp1,531 triliun.

Jika di hitung sejak awal tahun, arus modal asing yang keluar dari pasar saham Indonesia sudah menembus Rp40,823 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan investor global masih cenderung berhati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia.

Rebalancing MSCI Picu Penyesuaian Portofolio

Pengumuman MSCI pada Rabu, 13 Mei 2026, menjadi perhatian utama pelaku pasar. Dalam evaluasi terbarunya, MSCI mengeluarkan enam saham Indonesia dari Global Standard Index. Di saat bersamaan, terdapat satu saham baru yang masuk dan 13 saham yang dicoret dari Global Small Cap Index.

Perubahan komposisi indeks global seperti MSCI biasanya berdampak langsung terhadap pergerakan dana asing. Banyak manajer investasi global menggunakan indeks tersebut sebagai acuan dalam menentukan portofolio investasi mereka.

Ketika sebuah saham di keluarkan dari indeks, sejumlah investor institusi umumnya melakukan penyesuaian dengan melepas kepemilikan saham terkait. Situasi inilah yang kerap memicu lonjakan volatilitas di pasar dalam jangka pendek.

Baca Juga :  Indonesia Pimpin Transparansi Belanja Perpajakan Global

Regulator Pastikan Pasar Tetap Kondusif

Meski begitu, regulator memastikan kondisi perdagangan saham nasional masih berada dalam kondisi terkendali. Bursa Efek Indonesia bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan belum terdapat tanda-tanda panic selling di pasar.

Pejabat sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menilai hasil rebalancing MSCI justru memberikan kepastian baru bagi pasar di tengah tingginya gejolak global.

Menurutnya, kepastian tersebut dapat menjadi pijakan penting bagi investor untuk kembali membaca arah pasar ke depan. Di sisi lain, koreksi harga saham saat ini dinilai membuka peluang karena valuasi sejumlah emiten menjadi lebih murah di bandingkan awal tahun.

Pelaku pasar kini menunggu stabilitas arus modal asing dan perkembangan ekonomi global sebagai penentu arah IHSG dalam beberapa pekan mendatang.(Tim)

Berita Terkait

Mengapa Emas Bisa Menjadi Penyeimbang Portofolio Investasi?
Shopee PayLater Bisa Dicairkan? Ini Risiko dan Pilihannya
Cara Menabung dengan Metode Kakeibo untuk Mengatur Keuangan
Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku
Cara Mendapatkan Uang dari HP Tanpa Modal, Ini 15 Peluangnya
Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya
Cara Pinjam Uang di GoPay, Cek Syarat dan Langkahnya
Cara Menghasilkan Uang dari ZEPETO World
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 11:08 WIB

Mengapa Emas Bisa Menjadi Penyeimbang Portofolio Investasi?

Minggu, 13 September 2026 - 13:52 WIB

Shopee PayLater Bisa Dicairkan? Ini Risiko dan Pilihannya

Minggu, 6 September 2026 - 13:07 WIB

Cara Menabung dengan Metode Kakeibo untuk Mengatur Keuangan

Sabtu, 5 September 2026 - 17:06 WIB

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 September 2026 - 15:02 WIB

Cara Mendapatkan Uang dari HP Tanpa Modal, Ini 15 Peluangnya

Berita Terbaru

Rachel Vennya Buka Suara soal Karhutla Kalimantan (Foto:  Instagram/rachelvennya/medcom)

Showbiz

Rachel Vennya Buka Suara soal Karhutla Kalimantan

Rabu, 14 Okt 2026 - 12:07 WIB

Kombinasi Dinding Polos dan Roster untuk Teras Rumah

Tips & Trik

Kombinasi Dinding Polos dan Roster untuk Teras Rumah

Selasa, 13 Okt 2026 - 09:24 WIB