Kinerja Pertamina 2025, Pendapatan Tembus Rp1.167 Triliun

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kinerja Pertamina 2025, Pendapatan Tembus Rp1.167 Triliun (Foto: Pertamina)

Kinerja Pertamina 2025, Pendapatan Tembus Rp1.167 Triliun (Foto: Pertamina)

Kabarinaja.id – PT Pertamina (Persero) berhasil membukukan pendapatan sebesar USD70,89 miliar atau setara Rp1.167,99 triliun sepanjang tahun buku 2025. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi ini mampu menjaga performa bisnis yang solid di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika industri yang dinamis.

Berdasarkan Laporan Tahunan yang di sahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Pertamina juga mencatatkan EBITDA sebesar USD11,43 miliar atau sekitar Rp188,33 triliun. Melalui capaian tersebut, perusahaan sukses mengantongi laba bersih senilai USD3,35 miliar atau setara Rp55,20 triliun.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa capaian ini mencerminkan komitmen perseroan dalam menjaga ketahanan energi nasional. Keberhasilan tersebut sekaligus mempercepat langkah korporasi menuju transisi energi rendah karbon dan menjaga fundamental keuangan yang sehat.

“Bagi Pertamina, capaian tersebut bukan sekadar mencerminkan kinerja korporasi. Di baliknya terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan energi tetap tersedia dan andal,” ujar Simon Aloysius Mantiri dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).

Kontribusi Jumbo bagi Penerimaan Negara

Sinergi bisnis yang sehat ini memberikan dampak positif langsung terhadap perekonomian nasional. Pertamina menyetor dana sebesar Rp360,76 triliun kepada negara melalui instrumen pajak, dividen, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Baca Juga :  Azhar Ditemukan Tim SAR Dalam Keadaan Meninggal Dunia

Manajemen juga mengalokasikan investasi domestik yang masif dengan realisasi mencapai USD5,9 miliar atau setara Rp97,20 triliun. Langkah ini berjalan beriringan dengan penyerapan Belanja Produk Dalam Negeri (PDN) yang menembus angka Rp531,5 triliun untuk menciptakan efek domino bagi industri lokal.

Simon menambahkan bahwa operasional perusahaan bersandar pada empat pilar utama. Strategi tersebut berfokus pada aspek ketersediaan (availability), aksesibilitas (accessibility), keterjangkauan harga (affordability), serta keberterimaan (acceptability) energi untuk seluruh lapisan masyarakat.

Operasional Hulu hingga Hilir Tetap Tangguh

Ketangguhan operasional Pertamina tercermin nyata pada sektor hulu migas yang konsisten memproduksi di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD). Sektor pengolahan juga menunjukkan efisiensi tinggi melalui catatan Yield Valuable Product sebesar 83,7 persen dengan total volume intake kilang mencapai 333 juta barel.

Pada sektor hilir, jaringan distribusi kilang perusahaan memasok sekitar 70 persen dari total kebutuhan BBM nasional. Sektor gas komersial ikut menunjukkan pertumbuhan dengan volume transmisi gas sebesar 587 BSCF, atau naik 4 persen, serta volume niaga gas yang stabil pada angka 305 juta MMBTU.

Baca Juga :  Operator Seluler Siapkan Fitur Akumulasi Kuota Internet Imbas Gugatan di MK

Urat nadi logistik maritim perseroan juga bergerak aktif mengangkut kargo domestik maupun internasional dengan volume mencapai 172 juta KL. Seluruh angka ini menegaskan peran vital perusahaan dalam menggerakkan roda ekonomi dan sektor strategis nasional.

Akselerasi Transisi Energi dan Reduksi Emisi

Komitmen terhadap aspek lingkungan menjadi agenda utama korporasi lewat ekspansi energi baru dan terbarukan (EBT). Sepanjang tahun lalu, produksi listrik hijau Pertamina menyentuh angka 8.711 GWh atau tumbuh 3 persen dari periode sebelumnya.

Perseroan secara aktif menekan pelepasan gas rumah kaca melalui program dekarbonisasi yang terintegrasi di seluruh lini bisnis. Strategi hijau ini berhasil memangkas emisi karbon hingga 2,27 juta ton CO₂e sebagai kontribusi nyata terhadap target Net Zero Emission (NZE) Indonesia. (Wd/*)

Berita Terkait

Cara Menghasilkan Uang dari ZEPETO World
Ekspor Indonesia Ditargetkan Tembus USD 315 Miliar pada 2026
Paylater Makin Diminati, Penolong atau Beban Finansial?
Reels Instagram Kini Bisa Jadi Sumber Komisi Shopee
Trik Rahasia Seller Shopee Agar Margin Bebas Tergerus Potongan Baru
Mengapa Bisnis Event Organizer Semakin Dilirik? Ini Strategi Sukses Memulainya
Nilai Tukar Ringgit Menguat? Cek Kurs MYR ke IDR Terbaru Sebelum Bertransaksi
Ingin Pinjam Dana Lewat GoPay? Begini Cara Mengajukan dan Syarat Terbarunya
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Cara Menghasilkan Uang dari ZEPETO World

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Ekspor Indonesia Ditargetkan Tembus USD 315 Miliar pada 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Paylater Makin Diminati, Penolong atau Beban Finansial?

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:04 WIB

Reels Instagram Kini Bisa Jadi Sumber Komisi Shopee

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:05 WIB

Trik Rahasia Seller Shopee Agar Margin Bebas Tergerus Potongan Baru

Berita Terbaru

Mekyla Li (Foto: Instagram Mekyla Li/cnnbrasil)

Showbiz

Mekyla Li Dicopot dari Miss Grand USA 2026, Ini Penyebabnya

Senin, 24 Agu 2026 - 09:32 WIB

Omoda O4 Siap Ramaikan Crossover Listrik Rp400 Jutaan (Foto:  Omoda Jaecoo/medcom)

Otomotif

Omoda O4 Siap Ramaikan Crossover Listrik Rp400 Jutaan

Minggu, 23 Agu 2026 - 18:05 WIB

Cara Menghasilkan Uang dari ZEPETO World

Ekonomi

Cara Menghasilkan Uang dari ZEPETO World

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:02 WIB

Skin Free Fire x Blue Lock, Mana Paling Worth?

Game

Skin Free Fire x Blue Lock, Mana Paling Worth?

Minggu, 23 Agu 2026 - 13:04 WIB

Game Gacha Android Terbaru Agustus 2026

Game

Game Gacha Android Terbaru Agustus 2026

Minggu, 23 Agu 2026 - 10:08 WIB