IHSG Menguat di Level 7.182 Saat Wall Street Merah, Simak Prediksi Hari Ini

pavicon

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Menguat di Level 7.182 Saat Wall Street Merah, Simak Prediksi Hari Ini

IHSG Menguat di Level 7.182 Saat Wall Street Merah, Simak Prediksi Hari Ini

Kabarinaja.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat, 8 Mei 2026 dengan performa meyakinkan. Indeks melaju ke zona hijau pada level 7.182,96, terkerek naik 8,64 poin atau 0,12 persen. Kontras dengan tren positif ini, kelompok saham unggulan dalam indeks LQ45 cenderung stagnan dengan kenaikan tipis 0,01 poin menuju posisi 693,80.

Anomali Pasar Domestik vs Wall Street

Optimisme pasar lokal muncul saat bursa Amerika Serikat justru sedang lesu. Pada penutupan perdagangan Kamis (7/5), tiga indeks utama Wall Street kompak melemah. S&P 500 merosot 0,38 persen, di picu oleh aksi jual pada saham raksasa teknologi seperti Amazon, Broadcom, dan Micron Technology. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi 0,13 persen dan Dow Jones jatuh 0,63 persen.

Baca Juga :  5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Terpercaya 2026, Terbukti Membayar & Tanpa Deposit

Ketidakpastian harga komoditas menjadi beban utama. Minyak mentah WTI AS turun 0,28 persen ke harga USD 94,81 per barel, sedangkan Brent terkontraksi 1,19 persen menjadi USD 100,06 per barel. Penurunan ini mencerminkan sikap hati-hati investor memantau tensi geopolitik.

Diplomasi AS-Iran dan Sinyal Keamanan Energi

Fokus pasar dunia saat ini tertuju pada Washington. Gedung Putih di laporkan tengah menyusun nota kesepahaman berisi 14 poin strategis. Langkah ini di rancang untuk meredakan konflik sekaligus membuka kembali ruang dialog nuklir dengan Iran. Keberhasilan negosiasi ini akan menjadi kunci stabilitas harga energi global dalam jangka panjang.

Proyeksi dan Rekomendasi Investasi

Meskipun di buka menguat, ancaman koreksi teknis tetap mengintai di penghujung pekan. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan IHSG akan bergerak pada rentang:

  • Support: 7.000 – 7.100

  • Resistance: 7.200 – 7.280

Baca Juga :  Milenial dan Gen Z Paling Banyak Terjerat Kredit Macet Pinjol

Apa yang harus dilakukan investor?

  1. Amankan Keuntungan: Jika Anda memiliki saham teknologi yang sudah melampaui target profit, pertimbangkan profit taking sebagian mengingat tekanan sektor serupa di pasar global.

  2. Pantau Area Support: Manfaatkan pelemahan jika IHSG mendekati level 7.000 untuk akumulasi bertahap pada saham berfundamental kuat.

  3. Cermati Sentimen Global: Berita terbaru mengenai kesepakatan nuklir AS-Iran akan sangat memengaruhi emiten sektor energi dan logistik.

Pasar saat ini sangat sensitif terhadap berita geopolitik. Tetap disiplin pada rencana trading Anda dan hindari keputusan impulsif saat volatilitas meningkat. ***

Berita Terkait

Melek Data Jadi Kunci UMKM Jakarta Pusat Tembus Pasar Investasi
Insentif Pajak Merger BUMN, Strategi Akselerasi Efisiensi Perusahaan Pelat Merah
IHSG Melejit Tipis, Gairah Transaksi Harian Melonjak 26 Persen
Milenial dan Gen Z Paling Banyak Terjerat Kredit Macet Pinjol
Strategi Finansial Generasi Muda Indonesia Hadapi Lonjakan Biaya Hidup
Harga Emas Antam 8 Mei 2026 Turun, Waktunya Cicil Investasi?
Rupiah Tembus Rp17.363 per Dolar AS, Tekanan Global Paksa Mata Mata Uang Asia Melemah
Beras Bukan Lagi Pemicu Utama Inflasi, Kesejahteraan Petani Padi April 2026 Meningkat Tajam
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:07 WIB

Insentif Pajak Merger BUMN, Strategi Akselerasi Efisiensi Perusahaan Pelat Merah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:09 WIB

IHSG Melejit Tipis, Gairah Transaksi Harian Melonjak 26 Persen

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:00 WIB

Milenial dan Gen Z Paling Banyak Terjerat Kredit Macet Pinjol

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:02 WIB

Strategi Finansial Generasi Muda Indonesia Hadapi Lonjakan Biaya Hidup

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:34 WIB

Harga Emas Antam 8 Mei 2026 Turun, Waktunya Cicil Investasi?

Berita Terbaru