2.610 Hotspot Karhutla Terdeteksi di Kalbar, Jarak Pandang di Bawah 1 Km

BNPB mencatat ribuan hotspot dan puluhan firespot di sejumlah provinsi. Operasi modifikasi cuaca dan water bombing terus dilakukan.

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

2.610 Hotspot Karhutla Terdeteksi di Kalbar, Jarak Pandang di Bawah 1 Km (Ilustrasi: Ai)

2.610 Hotspot Karhutla Terdeteksi di Kalbar, Jarak Pandang di Bawah 1 Km (Ilustrasi: Ai)

Kabarinaja.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.610 hotspot karhutla di Kalimantan Barat hingga Rabu, 26 Agustus 2026. Kondisi tersebut turut berdampak pada jarak pandang yang dilaporkan berada di bawah 1 kilometer.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan terdapat 64 titik api atau firespot di wilayah tersebut.

Aktivitas Karhutla Masih Terdeteksi di Sejumlah Provinsi

BNPB juga melaporkan indikasi luas lahan terbakar di Kalimantan Barat telah mencapai lebih dari 38.310 hektare. Hujan mulai turun di sejumlah kabupaten sejak Selasa dan disebut berkaitan dengan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Situasi berbeda terlihat di Kalimantan Tengah. BNPB menemukan 2.110 hotspot dan 55 firespot dengan indikasi lahan terbakar lebih dari 7.634 hektare.

Berton menyebut jarak pandang di Kalimantan Tengah masih relatif normal. Pengamatan menunjukkan jarak pandang berada di atas 10 kilometer.

Kondisi di Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan juga menjadi salah satu wilayah yang mencatat aktivitas karhutla cukup tinggi. BNPB menemukan 817 hotspot serta 1.995 firespot di provinsi tersebut.

Indikasi luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 9.605 hektare. Sementara itu, jarak pandang dilaporkan masih berada di atas 9 kilometer.

Baca Juga :  1.487 Hotspot Karhutla Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng Terbanyak

Sumatera Selatan dan Riau Masih Menghadapi Karhutla

Pergerakan karhutla juga terpantau di sejumlah wilayah Sumatera. Di Sumatera Selatan, BNPB mencatat 1.438 hotspot dan 25 firespot.

Indikasi luas lahan terbakar di provinsi tersebut mencapai lebih dari 1.926 hektare. Jarak pandang tercatat sekitar 3 kilometer.

Riau turut menghadapi persoalan serupa. BNPB mencatat 225 hotspot dan 10 firespot dengan indikasi luas lahan terbakar lebih dari 16.439 hektare.

Hujan dilaporkan turun di beberapa kabupaten di Riau sejak Rabu pagi. Kondisi tersebut juga disebut berkaitan dengan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

Jambi Catat 134 Hotspot

Di Jambi, BNPB menemukan 134 hotspot dan 11 firespot. Indikasi luas lahan yang terbakar tercatat lebih dari 954 hektare.

Jarak pandang di wilayah tersebut berada pada kisaran 1 kilometer. Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam kegiatan penanganan kebakaran dari udara.

4,6 Juta Liter Air Digunakan untuk Pemadaman

Satgas Udara terus menjalankan operasi pemadaman menggunakan metode water bombing di enam provinsi prioritas. Hingga saat ini, sekitar 4,6 juta liter air telah diangkut dan dijatuhkan ke sejumlah titik kebakaran.

Baca Juga :  Cara Cek Titik Karhutla di Indonesia lewat SiPongi+ dan BMKG

Berton mengatakan air tersebut disalurkan melalui beberapa sorti penerbangan. Upaya itu dilakukan untuk membantu pemadaman api yang sulit dijangkau petugas di darat.

“4,6 juta liter air sudah diangkut dari bawah dan dikirim, disebarkan ke titik-titik api,” kata Berton dalam konferensi pers BNPB yang ditayangkan melalui YouTube BNPB, Rabu (26/8/2026).

Lahan Gambut Jadi Tantangan Pemadaman

Penanganan karhutla menghadapi kendala karena sebagian kebakaran berlangsung di kawasan gambut. Karakteristik lahan tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar.

BNPB juga menghadapi keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Sejumlah titik api berada jauh dari sumber air yang dapat digunakan untuk mendukung operasi pemadaman.

Faktor cuaca turut memengaruhi operasi udara. Kondisi atmosfer yang tidak mendukung membuat petugas kesulitan menemukan titik awan yang sesuai untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

Jarak pandang menjadi pertimbangan lain bagi penerbangan pemadaman. BNPB memastikan upaya penanganan tetap dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lapangan dan keselamatan operasi.

Dengan hujan yang mulai turun di beberapa wilayah, pemerintah berharap kondisi karhutla dapat berangsur membaik. Namun, pemantauan titik panas dan pemadaman tetap diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas. (Wd/*)

Berita Terkait

AI di Sekolah, Kemendikdasmen Pilih Atur Bukan Larang
Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya
Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Motif Wastra Nusantara
Rela Antre Sejak Subuh Demi Bimbel, Ini Pesan Abdul Mu’ti
Cara Update Data Desil DTSEN, Ini 3 Jalurnya
Jangan Asal Pakai Logo, Begini Cara Mengecek Legalitasnya
Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU, Ini Profil dan Nasabnya
Tentara Jerman di Indonesia Saat Revolusi Kemerdekaan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 11:09 WIB

AI di Sekolah, Kemendikdasmen Pilih Atur Bukan Larang

Kamis, 3 September 2026 - 19:03 WIB

Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya

Kamis, 3 September 2026 - 18:05 WIB

Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Motif Wastra Nusantara

Kamis, 3 September 2026 - 17:07 WIB

Rela Antre Sejak Subuh Demi Bimbel, Ini Pesan Abdul Mu’ti

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Cara Update Data Desil DTSEN, Ini 3 Jalurnya

Berita Terbaru

IdeaFest 2026 (Foto: medcom)

Teknologi

AI Makin Cepat, Mengapa Keterampilan Manusia Tetap Penting?

Minggu, 6 Sep 2026 - 09:05 WIB

Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui (Foto: medcom)

Teknologi

Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui

Minggu, 6 Sep 2026 - 07:04 WIB

Kolase makanan kekinian yang dapat menjadi inspirasi bagi pemula untuk memulai usaha kuliner dari rumah.

Kuliner

10 Ide Jualan Kekinian yang Bisa Dimulai dari Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:04 WIB

Ilustrasi yang menggambarkan Al-Khawarizmi mempelajari matematika di masa lalu, sementara konsep algoritma berkembang menjadi bagian penting teknologi digital masa kini.

Tokoh

Al-Khawarizmi dan Algoritma yang Mengubah Dunia

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Seorang penjual mempromosikan kaus melalui siaran langsung dengan bantuan kamera dan ring light. (Foto: pegadaian/Ai)

Ekonomi

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 Sep 2026 - 17:06 WIB