Harga Minyak Mentah WTI Merosot ke USD 102, Batu Bara dan Nikel Menguat

Kabarinaja.id

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Harga Minyak Mentah WTI Merosot ke USD 102, Batu Bara dan Nikel Menguat (Foto: Ai)

Ilustrasi. Harga Minyak Mentah WTI Merosot ke USD 102, Batu Bara dan Nikel Menguat (Foto: Ai)

Kabarinaja.id – Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda rencana aksi militer terhadap Iran langsung mengubah arah pasar energi. Pasar merespons cepat sinyal damai ini. Risiko gangguan pasokan di Timur Tengah yang sebelumnya di khawatirkan investor kini menyusut. Dampaknya, tekanan beli pada minyak mentah global langsung mengendur.

Data Reuters pada Selasa (19/5) mencatat pelemahan signifikan pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI). Kontrak pengiriman Juli merosot USD 2,08 atau jatuh 2,02 persen, sehingga menetap di level USD 102,34 per barel. Penurunan ini mengoreksi lonjakan tajam pada sesi sebelumnya, di mana WTI kontrak Juni sempat melesat 3,1 persen ke angka USD 108,66 per barel. Untuk kontrak bulan terdekat, harganya ikut terpangkas USD 1,54 atau 1,42 persen menjadi USD 107,12 per barel. Minyak Brent kontrak Juli juga melepas keuntungan setelah sebelumnya bertengger di USD 112,10 per barel akibat kenaikan 2,6 persen.

Baca Juga :  DPR Sahkan Revisi UU P2SK, Atur Kripto dan Danantara

Kontras Sektor Energi dan Logam Industri

Situs Barchart menunjukkan arah pergerakan yang berbeda untuk komoditas di luar minyak bumi. Batu bara berjangka Newcastle kontrak Juli justru menguat 1,15 persen. Lonjakan ini mengunci posisi harga batubara di level USD 140,45 per ton. Tingginya permintaan amunisi pembangkit listrik di Asia tengah menjaga tren positif komoditas ini.

Sektor logam dasar dan perkebunan ikut bergerak di zona hijau:

  • CPO (Minyak Kelapa Sawit): Kontrak Juli merangkak naik 0,27 persen menuju level MYR 4.534 per ton.

  • Nikel: Kontrak Juli bertambah 0,35 persen hingga mencapai level USD 18.505 per ton.

  • Timah: Kontrak Mei terapresiasi tipis 0,19 persen dan bertahan pada posisi USD 52.305 per ton.

Baca Juga :  Honda BeAT 2026 Masih Jadi Pilihan Favorit, Fitur Modern dan Harga Tetap Bersahabat

Dampak dan Langkah Strategis bagi Pelaku Usaha

Fluktuasi tajam ini memicu efek domino bagi industri dalam negeri. Penurunan harga minyak dunia berpotensi meringankan beban biaya logistik dan operasional manufaktur dalam jangka pendek. Namun, penguatan batubara dan nikel menjadi sinyal positif bagi emiten pertambangan di Bursa Efek Indonesia.

Pelaku usaha sektor transportasi perlu memanfaatkan momentum penurunan harga minyak ini untuk mengamankan kontrak pengadaan bahan bakar jangka pendek. Bagi para investor saham berbasis komoditas, diversifikasi portofolio ke sektor logam industri seperti nikel layak dipertimbangkan. Sektor ini relatif stabil dan mendapat dorongan positif dari tren adopsi kendaraan listrik global yang terus berjalan. (Wd/*)

Berita Terkait

Investor Saham UVCR Bertambah 1.788 dalam Sebulan
Daftar Pinjol Legal Terdaftar di OJK 2026, Cek Sebelum Meminjam
Tabel Angsuran KUR BRI Juli 2026 Terbaru Plafon Rp1-100 Juta
DJP Kirim Email Tagihan ke 1,85 Juta Penunggak Pajak
Adecco Rilis Panduan Gaji 10 Industri di Indonesia Tahun 2026
Daftar Pekerjaan Gaji Rp 100 Juta di Indonesia Terbaru
Harga BBM Juli 2026 Turun, Cek Daftar Lengkap Se-Indonesia
DJP Tunjuk 7 Pemungut PPN PMSE Baru Termasuk Strava
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 15:07 WIB

Investor Saham UVCR Bertambah 1.788 dalam Sebulan

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:08 WIB

Daftar Pinjol Legal Terdaftar di OJK 2026, Cek Sebelum Meminjam

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:41 WIB

Tabel Angsuran KUR BRI Juli 2026 Terbaru Plafon Rp1-100 Juta

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:03 WIB

DJP Kirim Email Tagihan ke 1,85 Juta Penunggak Pajak

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:04 WIB

Adecco Rilis Panduan Gaji 10 Industri di Indonesia Tahun 2026

Berita Terbaru

Xiaomi Sky Nomad Siap Garap Segmen SUV Keluargav (Foto: Gizchina/kompas)

Otomotif

Xiaomi Sky Nomad Siap Garap Segmen SUV Keluarga

Senin, 13 Jul 2026 - 16:07 WIB

Investor Saham UVCR Bertambah 1.788 dalam Sebulan (Foto: Dok. UVCR/kompas)

Ekonomi

Investor Saham UVCR Bertambah 1.788 dalam Sebulan

Senin, 13 Jul 2026 - 15:07 WIB

AHM Optimistis Penjualan Honda Vario Evo 160 Tembus Target (Foto: KOMPAS.com/DIO DANANJAYA)

Otomotif

AHM Optimistis Penjualan Honda Vario Evo 160 Tembus Target

Senin, 13 Jul 2026 - 14:03 WIB

Alghifari Media Tech Hadirkan Jasa Website Profesional (Foto: Ai)

Daerah

Alghifari Media Tech Hadirkan Jasa Website Profesional

Senin, 13 Jul 2026 - 13:03 WIB