Kabarinaja.id – Berbagi Suami 2.0 resmi menyelesaikan seluruh proses pengambilan gambar setelah menjalani produksi selama sekitar dua bulan. Film terbaru garapan sutradara Nia Dinata itu kini memasuki tahap pascaproduksi dan di proyeksikan hadir di bioskop pada kuartal pertama 2027.
Produksi film di lakukan di sejumlah kota, yakni Yogyakarta, Solo, dan Jakarta. Pemilihan lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan gambaran kehidupan masyarakat yang lebih beragam sekaligus memperkuat latar cerita yang berkembang di luar ibu kota.
Mengangkat Relasi Keluarga dalam Perspektif yang Lebih Luas
Dua puluh tahun setelah film pertamanya di perkenalkan kepada publik, Berbagi Suami 2.0 kembali membawa tema relasi rumah tangga yang kompleks. Cerita kali ini tidak hanya menampilkan dinamika hubungan suami dan istri, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kondisi keluarga dapat memengaruhi kehidupan anak-anak dalam jangka panjang.
Melalui pendekatan yang lebih relevan dengan situasi sosial saat ini, film tersebut menggambarkan bahwa persoalan dalam sebuah rumah tangga dapat meninggalkan dampak emosional yang bertahan hingga bertahun-tahun.
Pendekatan itu menjadi salah satu alasan mengapa kisah terbaru ini di harapkan mampu membuka ruang diskusi mengenai posisi perempuan, anak, serta keseimbangan relasi dalam keluarga modern.
Nia Dinata Soroti Ketimpangan Relasi dalam Keluarga
Sutradara sekaligus penulis Nia Dinata menilai sinema memiliki peran sebagai ruang kreatif untuk menyampaikan berbagai persoalan sosial secara terbuka.
Menurutnya, karya film dapat mengajak masyarakat melihat kembali bagaimana relasi antara suami, istri, dan anak terbentuk dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika muncul ketimpangan yang berdampak pada seluruh anggota keluarga.
Pandangan tersebut menjadi fondasi utama dalam pengembangan cerita Berbagi Suami 2.0, yang berusaha menghadirkan refleksi tanpa menggurui penonton.
Tiga Perempuan Menjadi Pusat Cerita
Alur film mengikuti perjalanan tiga perempuan beserta anak-anak mereka yang dipertemukan oleh persoalan dalam kehidupan rumah tangga.
Melalui sudut pandang masing-masing tokoh, penonton di ajak memahami berbagai konsekuensi emosional yang muncul akibat keputusan-keputusan dalam keluarga.
Narasi tersebut di rancang untuk memperlihatkan bahwa setiap karakter memiliki latar belakang, tantangan, dan cara berbeda dalam menghadapi persoalan yang mereka alami.
Deretan Aktor dan Aktris yang Terlibat
Film ini menghadirkan jajaran pemain lintas generasi, di antaranya:
- Morgan Oey
- Jihane Almira
- Atiqah Hasiholan
- Rory Asyari
- Tara Basro
- Aming
- Didik Nini Thowok
- Ferry Salim
- Leony V.H
- Olga Lydia
- Melissa Karim
- Ayushita
- Ersa Mayori
- Titi DJ
- Sharon Sitania
Kehadiran para pemeran tersebut di harapkan memperkuat penyampaian cerita yang sarat emosi dan dinamika hubungan antarkarakter.
Melissa Karim Kembali Bergabung Sebagai Produser
Setelah sebelumnya tampil dalam film perdana Berbagi Suami, Melissa Karim kini kembali terlibat sebagai produser.
Ia bergabung bersama tim produksi yang telah lama bekerja sama dalam menghadirkan film-film bertema sosial. Kesamaan visi untuk menghasilkan karya yang relevan dengan perkembangan masyarakat menjadi salah satu alasan kolaborasi tersebut kembali terjalin.
Produksi film juga di dukung sejumlah nama yang telah berpengalaman di industri perfilman Indonesia.
Ipung Rachmat Syaiful di percaya sebagai penata sinematografi, Tania Soeprapto menangani penataan busana, sedangkan Aghi Narottama bersama Ramondo Gascaro kembali mengisi sektor musik untuk memperkuat atmosfer cerita.
Pascaproduksi Berlangsung Hingga November 2026
Saat ini Berbagi Suami 2.0 memasuki fase penyuntingan dan penyelesaian akhir.
Tahap pascaproduksi di jadwalkan berlangsung mulai akhir Juli hingga November 2026. Seluruh proses tersebut akan menjadi penentu kualitas visual, tata suara, hingga penyempurnaan keseluruhan cerita sebelum akhirnya di perkenalkan kepada publik.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, film Berbagi Suami 2.0 akan resmi di rilis di bioskop pada kuartal pertama 2027, menandai kembalinya salah satu waralaba film Indonesia yang mengangkat dinamika keluarga dari sudut pandang yang lebih relevan dengan perkembangan zaman. (Wd/*)










