IHSG Melejit Tipis, Gairah Transaksi Harian Melonjak 26 Persen

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Melejit Tipis, Gairah Transaksi Harian Melonjak 26 Persen (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

IHSG Melejit Tipis, Gairah Transaksi Harian Melonjak 26 Persen (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Kabarinaja – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri periode perdagangan 4-8 Mei 2026 dengan penguatan terbatas sebesar 0,18%. Angka ini membawa indeks parkir di level 6.969,39, sebuah pembalikan arah setelah pekan sebelumnya sempat terjerembap hingga 2,42%. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) turut terkerek naik 0,19% hingga menyentuh angka Rp12.406 triliun.

Tiga Pemicu Utama Dinamika Indeks

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono, mengidentifikasi tiga faktor fundamental yang menggerakkan pasar sepanjang pekan ini:

  1. Anomali Data Makro dan Rupiah: Ekonomi domestik sebenarnya menunjukkan sinyal perbaikan. Namun, daya tarik tersebut tertahan oleh nilai tukar rupiah yang masih tertekan di hadapan dolar Amerika Serikat.

  2. Ketegangan Geopolitik Global: Kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait konflik Timur Tengah memperpanjang kekhawatiran pelaku pasar. Krisis energi membayangi sentimen investor global secara konsisten.

  3. Kebijakan Fiskal Minerba: Wacana pemerintah untuk menaikkan royalti sektor mineral dan batu bara (minerba) menjadi sorotan utama. Langkah ini di proyeksikan sebagai upaya mempertebal pendapatan negara, namun di sisi lain memicu kalkulasi ulang bagi pemegang saham sektor terkait.

Baca Juga :  Peta Kekuatan Game Mobile di Indonesia, Roblox dan Block Blast! Geser MLBB

Lonjakan Aktivitas Transaksi

Meski indeks bergerak moderat, gairah perdagangan di lantai bursa justru meledak. Rata-rata nilai transaksi harian melompat signifikan sebesar 26,14% menjadi Rp23,06 triliun. Angka ini jauh melampaui rata-rata pekan lalu yang hanya berada di kisaran Rp18,27 triliun.

Peningkatan masif juga terlihat pada volume transaksi harian yang naik 23,57% dengan total 45,86 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi pun ikut terdongkrak 9%, mencapai 2,55 juta kali aktivitas perdagangan setiap harinya.

Aliran Dana Asing

Investor asing mulai menunjukkan optimisme kembali. Pekan ini mencatatkan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp12,26 triliun. Kondisi ini berbanding terbalik dengan periode 27-30 April 2026, di mana pemodal luar negeri melepas aset mereka senilai Rp7,06 triliun akibat sentimen downgrade prospek perbankan oleh Fitch Ratings.

Baca Juga :  Cek Saldo Minimum Rekening Bank Mandiri, BRI, dan BNI per Juni 2026

Ringkasan Sektor (Data Pembanding Pekan Sebelumnya)

Sebelum penguatan tipis pekan ini, pasar sempat mengalami tekanan hebat pada akhir April. Mayoritas sektor memerah dengan rincian koreksi sebagai berikut:

  • Bahan Baku (Basic Materials): Anjlok 3,97% (Penurunan terdalam).

  • Energi & Infrastruktur: Terkoreksi masing-masing 2,26% dan 2%.

  • Konsumen & Kesehatan: Merosot di kisaran 1,4% hingga 1,8%.

  • Keuangan: Turun tipis 0,20%.

Dampak bagi Investor

Kenaikan volume transaksi di tengah penguatan tipis mengindikasikan adanya akumulasi saham oleh investor besar. Bagi pelaku pasar ritel, sangat disarankan untuk tetap memantau fluktuasi komoditas energi sebagai dampak langsung dari tensi di Timur Tengah. Diversifikasi ke sektor yang tidak terdampak kebijakan royalti minerba bisa menjadi strategi pengamanan portofolio dalam jangka pendek. (Wd/*)

Berita Terkait

Shopee PayLater Bisa Dicairkan? Ini Risiko dan Pilihannya
Cara Menabung dengan Metode Kakeibo untuk Mengatur Keuangan
Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku
Cara Mendapatkan Uang dari HP Tanpa Modal, Ini 15 Peluangnya
Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya
Cara Pinjam Uang di GoPay, Cek Syarat dan Langkahnya
Cara Menghasilkan Uang dari ZEPETO World
Ekspor Indonesia Ditargetkan Tembus USD 315 Miliar pada 2026
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 13:52 WIB

Shopee PayLater Bisa Dicairkan? Ini Risiko dan Pilihannya

Minggu, 6 September 2026 - 13:07 WIB

Cara Menabung dengan Metode Kakeibo untuk Mengatur Keuangan

Sabtu, 5 September 2026 - 17:06 WIB

Cara Jualan di TikTok Shop agar Produk Lebih Mudah Laku

Sabtu, 5 September 2026 - 15:02 WIB

Cara Mendapatkan Uang dari HP Tanpa Modal, Ini 15 Peluangnya

Kamis, 3 September 2026 - 19:03 WIB

Ekonomi Indonesia Ditargetkan Tumbuh 6% pada 2027, Ini Strateginya

Berita Terbaru

Build Aulus Terbaik 2026, Andalan EXP Lane MPL ID (Foto: duniagames)

Game

Build Aulus Terbaik 2026, Andalan EXP Lane MPL ID

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:09 WIB

Kumpulan kode warna MLBB terbaru untuk nickname dan chat berwarna di Mobile Legends (Foto: duniagames)

Game

Kode Warna MLBB Terbaru: 100+ Pilihan dan Cara Pakai

Selasa, 22 Sep 2026 - 15:04 WIB

Huawei Cloud Siapkan Infrastruktur AI untuk Agentic Era

Teknologi

Huawei Cloud Siapkan Infrastruktur AI untuk Agentic Era

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:15 WIB

Laptop Gaming AI Terbaru 2026 dengan Performa Tinggi

Teknologi

Laptop Gaming AI Terbaru 2026 dengan Performa Tinggi

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:14 WIB