Kabarinaja.id – Klaim Menteri Pertanian terkait stabilitas harga beras terbukti lewat data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) April 2026. Meskipun angka inflasi tahunan menyentuh 2,42%, posisi beras sebagai pemicu utama kenaikan harga mulai tergeser oleh komoditas lain.
Beras Turun Peringkat dalam Daftar Pemicu Inflasi
Andi Amran Sulaiman, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, menegaskan bahwa transformasi kebijakan pangan telah membuahkan hasil. Beras kini hanya menempati urutan ke-28 dari 40 komoditas dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Secara statistik, andil beras terhadap inflasi tercatat sebesar 0,60%. Angka ini jauh di bawah lonjakan harga kol putih (kubis) yang mencapai 25,47% serta ikan dencis sebesar 17,09%. Realita ini menunjukkan bahwa tekanan harga pada sektor pangan pokok mulai terkendali.
Kesejahteraan Petani Capai Titik Tertinggi
Kabar baik muncul bagi para produsen di lapangan. Nilai Tukar Petani (NTP) Tanaman Pangan melonjak ke angka 112,29 pada April 2026. Indeks harga yang di terima petani padi bahkan menyentuh rekor 145,37, level tertinggi sepanjang tahun ini.
Keuntungan ini di raih berkat skema Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ideal. Strategi pemerintah cukup lugas:
-
Subsidi Pupuk: Menurunkan biaya produksi saat negara lain kesulitan pasokan.
-
Ruang Laba: Memberikan margin keuntungan yang cukup bagi petani agar produksi terus berjalan.
-
Stabilitas Konsumen: Menjaga harga di pasar tetap terjangkau tanpa mengorbankan kesejahteraan desa.
Rincian Data Inflasi April 2026
Berdasarkan laporan BPS, inflasi bulanan berada di angka 0,13%. Secara kumulatif tahun kalender (year to date), inflasi telah mencapai 2,06%.
| Indikator | Capaian April 2026 |
| Inflasi Tahunan (YoY) | 2,42% |
| Inflasi Bulanan (MtM) | 0,13% |
| Inflasi Kelompok Pangan | 3,06% |
| Pemicu Utama Lainnya | Emas Perhiasan, Tiket Pesawat, BBM |
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya justru mencatatkan inflasi tinggi sebesar 11,43%, yang di dorong oleh meroketnya harga emas perhiasan. Bagi masyarakat, tren ini menandakan bahwa meski harga pangan pokok stabil, biaya gaya hidup dan instrumen investasi fisik sedang mengalami tekanan harga yang signifikan.
Langkah praktis bagi konsumen adalah tetap memantau ketersediaan stok pangan lokal. Pemerintah memastikan stok beras saat ini dalam kondisi surplus, sehingga kekhawatiran akan kelangkaan di pastikan tidak relevan dengan kondisi lapangan saat ini. ***







