34 Juta Orang Sudah Periksa Mata, 1,6 Juta Terindikasi Gangguan Penglihatan

Kemenkes memperluas skrining kesehatan mata melalui program Cek Kesehatan Gratis dan CCEC. Dalam tiga tahun, program ini menargetkan puluhan ribu siswa dan pekerja.

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

34 Juta Orang Sudah Periksa Mata, 1,6 Juta Terindikasi Gangguan Penglihatan (Foto: Dok Birkom Kemenkes/medcom)

34 Juta Orang Sudah Periksa Mata, 1,6 Juta Terindikasi Gangguan Penglihatan (Foto: Dok Birkom Kemenkes/medcom)

Kabarinaja.id – Sebanyak 34 juta orang telah menjalani pemeriksaan mata melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dari jumlah tersebut, sekitar 1,6 juta orang terindikasi mengalami gangguan penglihatan sehingga membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Temuan tersebut mendorong pemerintah memperluas upaya deteksi dini melalui program Comprehensive Community Eye Care (CCEC). Program ini dirancang untuk mendekatkan layanan kesehatan mata kepada masyarakat, terutama siswa sekolah dan pekerja.

Kemenkes Perluas Skrining Mata di Sekolah dan Tempat Kerja

Kemenkes meluncurkan program CCEC bertepatan dengan peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2026 di kantor kementerian tersebut, Jakarta. Kegiatan peluncuran melibatkan pelajar SMP dan SMA, organisasi profesi, serta sejumlah mitra di bidang kesehatan.

Dalam tiga tahun mendatang, program ini menargetkan pemeriksaan mata terhadap lebih dari 60.000 siswa dan pekerja. Pelaksanaannya direncanakan menjangkau lima provinsi dan 19 kabupaten/kota.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menekankan perlunya pemeriksaan mata secara berkala, termasuk ketika seseorang belum merasakan gangguan penglihatan.

“Jangan tunggu sampai mata kita terasa berat, kabur, atau menyakitkan. Jagalah organ pertama yang bekerja untuk kita setiap hari,” ujar Dante.

Menurut dia, pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan masalah penglihatan sebelum kondisinya mengganggu aktivitas sehari-hari. Upaya tersebut juga penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mata.

Sebagian Besar Gangguan Penglihatan Bisa Dicegah atau Diobati

Masalah penglihatan masih menjadi tantangan kesehatan di berbagai negara. Dante menyampaikan bahwa sekitar 1,1 miliar orang di dunia mengalami gangguan penglihatan yang belum mendapatkan penanganan memadai.

Ia juga menyebut sekitar 90 persen kasus tersebut berpotensi dicegah atau ditangani melalui intervensi yang tepat. Karena itu, akses pemeriksaan dan layanan kesehatan mata menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

Kemenkes menjalankan sejumlah langkah untuk memperkuat penanganan masalah tersebut, meliputi:

  • Memperluas skrining kesehatan mata melalui program CKG.
  • Meningkatkan akses masyarakat terhadap operasi katarak.
  • Memeratakan ketersediaan dokter spesialis mata.
  • Memperkuat edukasi kesehatan mata di sekolah dan tempat kerja.
Baca Juga :  ACERUN 2026 Hadirkan Rute Baru 7K dan Teknologi AI

Pemerintah turut berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). Kerja sama ini diarahkan untuk mengatasi ketimpangan distribusi layanan operasi katarak antardaerah.

Vision Center Didorong Mendekatkan Layanan ke Masyarakat

Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa pengembangan vision center menjadi salah satu upaya memperluas akses pemeriksaan mata.

Model layanan tersebut menghubungkan Puskesmas, dinas kesehatan, tenaga profesional, kader kesehatan, organisasi profesi, dan mitra pembangunan. Kolaborasi ini diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh pemeriksaan serta penanganan yang sesuai.

Selama ini, sebagian besar layanan kesehatan mata tersedia di rumah sakit. Kondisi tersebut dapat membuat sebagian masyarakat harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk mendapatkan pemeriksaan.

Melalui pengembangan vision center, layanan pemeriksaan, dukungan tenaga kesehatan profesional, dan penyediaan kacamata diharapkan semakin dekat dengan masyarakat. Puskesmas menjadi salah satu fasilitas yang didorong untuk mendukung perluasan layanan tersebut.

CCEC Targetkan 16.500 Operasi Katarak

Chief of Programs & Partnership The Fred Hollows Foundation, Amanda Huang, mengatakan CCEC melanjutkan kolaborasi dengan pemerintah Indonesia untuk memperluas layanan kesehatan mata berbasis masyarakat.

Selama tiga tahun, program ini memiliki sejumlah target utama. Selain menjangkau lebih dari 60.000 siswa dan pekerja, CCEC merencanakan pelatihan bagi lebih dari 2.000 tenaga kesehatan dan guru.

Program tersebut juga menargetkan dukungan terhadap 16.500 operasi katarak dan distribusi lebih dari 100.000 kacamata. Untuk memperluas jangkauan layanan, pelaksana program berencana membangun 13 vision center baru serta memperkuat 21 pusat layanan yang sudah tersedia.

Amanda berharap pendekatan berbasis masyarakat dapat membantu warga mengakses pemeriksaan dan penanganan lebih awal. Dengan demikian, layanan kesehatan mata diharapkan semakin mudah dijangkau dari lingkungan tempat tinggal.

Baca Juga :  Merasa Makan Sedikit tapi Berat Badan Naik? Ini Kata Ahli

Skrining Mata Membantu Siswa Mengetahui Kondisi Penglihatan

Manfaat pemeriksaan mata turut dirasakan Fayra Salsabila, siswi SMP Negeri 145 Jakarta, yang mengikuti skrining dalam kegiatan tersebut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya silinder sebesar 2,00 pada salah satu matanya dan 1,50 pada mata lainnya. Fayra kemudian memperoleh kacamata gratis serta penjelasan mengenai kebiasaan yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan mata.

“Aku dapat kacamata gratis dari pemeriksaan ini. Nanti aku tinggal cek lagi untuk pilih model kacamata yang diinginkan di optik,” ujar Fayra.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana skrining dapat membantu siswa mengetahui kondisi penglihatannya. Pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan sesuai hasil evaluasi tenaga kesehatan agar kebutuhan koreksi penglihatan dapat ditangani dengan tepat.

Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Mata

Selain memperluas layanan pemeriksaan, Kemenkes mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kebiasaan sehari-hari, terutama saat menggunakan ponsel dan komputer dalam waktu lama.

Salah satu cara yang dianjurkan adalah menerapkan aturan 20-20-20. Caranya, setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter.

Kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi kelelahan mata akibat penggunaan perangkat digital. Namun, aturan ini tidak menggantikan pemeriksaan profesional apabila penglihatan mulai kabur atau muncul keluhan yang menetap.

Peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2026 mengangkat tema nasional “Skrining Mata: Langkah Kecil untuk Manfaat Besar”, sejalan dengan tema global Love Your Eyes.

Melalui program CKG dan CCEC, Kemenkes mendorong masyarakat untuk memeriksakan mata secara berkala. Deteksi dini diharapkan membantu menemukan gangguan penglihatan lebih cepat sekaligus membuka akses terhadap penanganan yang dibutuhkan. (Wd/*)

Berita Terkait

3 Manfaat dan Cara Mengolah Kulit Ubi Jalar
Sering Cari Gejala Penyakit di Google? Coba Cek Kesehatan Gratis
Hari Kopi Internasional, Bagaimana Kopi Memengaruhi Jantung?
Jamur Pangan Indonesia Punya Potensi Lebih dari Sekadar Bahan Makanan
Bahaya Headphone Jika Dipakai Terlalu Lama
Cara melindungi anak dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau
Abu Anak Krakatau Menyebar, Begini Cara Melindungi Pernapasan
Abu Anak Krakatau Menyebar, 4 Barang Ini Perlu Disiapkan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:09 WIB

34 Juta Orang Sudah Periksa Mata, 1,6 Juta Terindikasi Gangguan Penglihatan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:49 WIB

3 Manfaat dan Cara Mengolah Kulit Ubi Jalar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Sering Cari Gejala Penyakit di Google? Coba Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Hari Kopi Internasional, Bagaimana Kopi Memengaruhi Jantung?

Selasa, 29 September 2026 - 13:06 WIB

Jamur Pangan Indonesia Punya Potensi Lebih dari Sekadar Bahan Makanan

Berita Terbaru

Cheat Guitar Hero Aerosmith PS3 dan Kode Lengkap (Foto: duniagames)

Game

Cheat Guitar Hero Aerosmith PS3 dan Kode Lengkap

Rabu, 21 Okt 2026 - 11:04 WIB

Foresters Roblox Tier List Bloodline dan Drop Rate (Foto: duniagames)

Game

Foresters Roblox Tier List Bloodline dan Drop Rate

Rabu, 21 Okt 2026 - 09:07 WIB

Mobile Legends, Saber MLBB, Build Saber, Yangon Galacticos, Tips MLBB (Foto: duniagames)

Game

Build Saber MLBB Semi Tank ala Hann Yangon Galacticos

Rabu, 21 Okt 2026 - 07:03 WIB

Plants vs Zombies 2, Cheat PvZ 2, Tools Modifikasi Game, Game Android, Tips Gaming (Foto: duniagames)

Game

Cheat Plants vs Zombie 2, Daftar Tools Modifikasi

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:05 WIB

Cara Ganti Akun ML dengan Aman Tanpa Kehilangan Data (Foto: duniagames)

Game

Cara Ganti Akun ML dengan Aman Tanpa Kehilangan Data

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:53 WIB