Kabarinaja.id – Tim gabungan TNI-Polri, BPBD, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT FPIL dan masyarakat melakukan pemadaman kebakaran lahan di RT 06 Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.
Kebakaran pada Jum’at, (2/10/2026) tersebut diketahui terjadi sekira pukul 08.00 WIB setelah adanya informasi dari masyarakat terkait munculnya titik api baru di wilayah tersebut. Tim gabungan kemudian bergerak ke lokasi dan mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 08.30 WIB.
Lahan yang terbakar diperkirakan seluas ±10 hektare dan seluruh area yang terbakar berhasil dilakukan pemadaman. Jenis kebakaran meliputi kebakaran bawah pada lahan gambut serta kebakaran permukaan yang membakar semak belukar, serasah dan pancang.
Dalam proses pemadaman, sebanyak 60 personel dilibatkan, terdiri dari 10 personel Polri, 10 personel TNI, 20 orang RPK PT FPIL dan 20 orang masyarakat.
Tim menggunakan sejumlah sarana pemadaman, di antaranya dua unit mesin air Waterax, tiga unit mesin air Robin, dua pompa portabel serta empat selang dengan panjang masing-masing 30 meter.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan kecepatan dalam pemadaman dan pencegahan agar api tidak meluas.
“Kami mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang turun langsung melakukan pemadaman, mulai dari TNI-Polri, RPK perusahaan hingga masyarakat. Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan respons cepat agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan pemadaman tim menghadapi sejumlah kendala, terutama akses jalan menuju lokasi yang sulit serta keterbatasan sumber air. Pemadaman dihentikan sekitar pukul 16.30 WIB karena bahan bakar mesin pompa air habis dan akan dilanjutkan dengan kegiatan pendinginan pada hari berikutnya.
Tim menggunakan sejumlah sarana pemadaman, di antaranya dua unit mesin air Waterax, tiga unit mesin air Robin, dua pompa portabel serta empat selang dengan panjang masing-masing 30 meter.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan kecepatan dalam pemadaman dan pencegahan agar api tidak meluas.
“Kami mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang turun langsung melakukan pemadaman, mulai dari TNI-Polri, RPK perusahaan hingga masyarakat. Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan respons cepat agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan pemadaman tim menghadapi sejumlah kendala, terutama akses jalan menuju lokasi yang sulit serta keterbatasan sumber air. Pemadaman dihentikan sekitar pukul 16.30 WIB karena bahan bakar mesin pompa air habis dan akan dilanjutkan dengan kegiatan pendinginan pada hari berikutnya.










